Perangkat Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Kelas 7 MTs

Pendidikan pada masa disrupsi kini tidak hanya tentang pemindahan pengetahuan. Tantangan di abad 21 mengharuskan kita untuk membuat generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Di sinilah Madrasah Tsanawiyah (MTs) memiliki peran penting, menghubungkan fase transisi siswa dari masa kanak-kanak menuju remaja. Untuk menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan pendekatan kurikulum yang menyentuh hati dan mendalam dalam pemikiran. Perpaduan antara Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan metode Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dalam perangkat ajar kelas 7 MTs menawarkan sebuah inovasi paradigma.

Perangkat Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Kelas 7

Filosofi Dasar: Menyatukan Hati dan Pikiran dalam Perangkat Ajar KBC Kelas 7

Kurikulum Berbasis Cinta berasal dari pemikiran bahwa setiap interaksi pendidikan harus didasari oleh kasih sayang, penghargaan, dan rasa aman secara psikologis. Ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi jiwa pendidikan di Madrasah Tsanawiyah. Sementara itu, Deep Learning bukan hanya sekadar "pembelajaran yang dalam", tetapi merupakan pendekatan di mana siswa secara aktif membangun pengetahuan, mengasah keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, serta menanamkan nilai-nilai.

Kolaborasi antara keduanya menciptakan lingkungan belajar di mana siswa merasa dicintai dan aman untuk berpikir mendalam, bertanya, mengambil risiko berpikir, dan belajar dari kegagalan. Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) kelas 7 MTs menjadi alat utama untuk mewujudkan lingkungan ini.

Dekonstruksi dan Rekonstruksi Perangkat Ajar dengan Paradigma Kasih dan Kedalaman

Pelaksanaannya dimulai dengan penyusunan dokumen perencanaan yang bersifat visioner dan berorientasi manusia. Perangkat ajar KBC kelas 7 MTs meliputi

1. Capaian Pembelajaran (CP): Dari Kompetensi ke Karakter

CP dalam kurikulum merdeka tidak hanya merujuk pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Setiap CP kelas 7 MTs dilengkapi dengan dimensi "cinta" dan "kedalaman". Contohnya, dalam mata pelajaran IPA: bukan sekadar "Memahami konsep ekosistem", tetapi "Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab (cinta) terhadap pelestarian lingkungan melalui analisis yang mendalam (deep learning) mengenai interaksi di ekosistem lokal madrasah." CP berfungsi sebagai pedoman yang mengarahkan semua perencanaan menuju pembentukan manusia yang utuh.

2. Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes): Jalur Waktu yang Humanis

Prota dibuat dengan mempertimbangkan ritme dan perkembangan psiko-emosional siswa kelas 7 yang sedang beradaptasi. Materi yang lebih berat tidak diletakkan di awal tahun, tetapi diimbangi dengan unit-unit yang membangun komunitas belajar melalui banyak kegiatan kolaboratif dan refleksi diri. Promes menjadi rincian lebih lanjut, mengusung tema-tema cinta (kepada Allah, diri sendiri, sesama, dan alam) sebagai tema utama setiap bulannya. Promes juga secara jelas menyediakan waktu untuk proyek Deep Learning yang memerlukan eksplorasi yang mendalam.

3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Jalan Berliku yang Penuh Makna

ATP merupakan peta perjalanan dari CP menuju tujuan harian. Dalam pendekatan ini, ATP dibuat sebagai cerita yang menarik. Tahapannya sering kali tidak linier, mengikuti model inkuiri atau pembelajaran berbasis proyek. Contohnya, untuk mencapai CP mengenai kepedulian lingkungan, ATP-nya bisa dibuat: 
  • Mengamati dan mencatat fenomena di sekitar madrasah (pengamatan penuh rasa) 
  • Mengidentifikasi masalah (kritis) 
  • Berdiskusi untuk mencari solusi (kolaborasi) 
  • Membuat prototype solusi (kreasi)
  • Mensosialisasikan dan merefleksikan dampak (komunikasi dan refleksi). 
Setiap fase dalam ATP dibuat untuk merangsang keterlibatan emosi dan intelektual secara bersamaan.

4. Modul Ajar: Ruang Dialog antara Pengetahuan dan Hati

Inilah inti dari pelaksanaan. Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) dan deep learning untuk kelas 7 MTs mempunyai ciri khas yang unik.

Tujuan pembelajaran seharusnya dibuat dengan kata-kata yang memberikan dorongan dan relevansi, seperti mendorong siswa untuk menghargai para ilmuwan sebelum mereka. Untuk kegiatan pembelajaran pembuka, sebaiknya memanfaatkan cerita yang memotivasi atau video yang bisa menginspirasi. Pada kegiatan inti, fokuslah pada siswa dengan kegiatan kolaboratif seperti diskusi mengenai masalah dan proyek kecil, di mana guru berfungsi sebagai fasilitator. Di akhir setiap kegiatan, siswa harus merenungkan pembelajaran, emosi, dan pelajaran yang diperoleh. Penilaian perlu beragam dan meliputi observasi sikap, portofolio, dan penilaian mandiri, bukan hanya bergantung pada tes.

5. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Ukuran yang Holistik

Dalam konteks ini, KKTP kurikulum merdeka menjadi ukuran yang komprehensif. Ia tidak hanya menjawab pertanyaan "Apakah siswa memahami?" tetapi juga "Sejauh mana pemahaman itu?" serta "Bagaimana mereka menerapkan pemahaman tersebut dengan kasih sayang?" Untuk keterampilan analisis, misalnya, KKTP bisa mencakup indikator: 
  • Mampu mengidentifikasi setidaknya 3 faktor penyebab masalah (kognitif dasar), 
  • Mampu mengaitkan faktor-faktor tersebut dengan teori yang telah dipelajari (kognitif kompleks/deep learning), 
  • Menyampaikan analisis dengan bahasa yang sopan dan menghargai semua pihak terkait dalam kasus tersebut (afektif/berbasis cinta). 
Dengan KKTP yang menyeluruh, umpan balik dari guru juga menjadi lebih berarti dan membantu membangun karakter.

Tantangan dan Strategi Implementasi

Pelaksanaan untuk perangkat ajar KBC kelas 7 memerlukan komitmen yang tinggi. Tantangan yang dihadapi antara lain: 
  1. Pola Pikir Guru: Perlu adanya pergeseran dari guru yang berperan sebagai "pengajar" menjadi "fasilitator dan penyebar kasih sayang". Pelatihan dan komunitas praktisi (MGMP) harus diarahkan pada pendekatan yang lebih humanis dan teknik pembelajaran dalam yang mendalam. 
  2. Beban Administratif: Penyusunan perangkat ajar kelas 7 yang mendalam memerlukan waktu. Salah satu solusinya, madrasah dapat membuat bank modul ajar kolaboratif yang bisa disesuaikan.
  3. Penilaian yang Rumit: Guru perlu mendapatkan bimbingan untuk mampu menyusun instrumen penilaian holistik dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

Download Perangkat Ajar KBC Kelas 7 MTs





Penutup

Kurikulum berbasis cinta dan deep learning pada dasarnya merupakan usaha untuk mengembalikan makna pendidikan kepada inti: sebagai proses humanisasi. Dengan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) kelas 7 MTs mulai dari CP, Prota, Promes, ATP, Modul Ajar, hingga KKTP yang dibuat dengan paradigma ini, ruang Madrasah Tsanawiyah berubah menjadi taman. Sebuah taman di mana pikiran (deep learning) dan hati (cinta) berkembang bersama. Siswa kelas 7, yang sedang dalam tahap pencarian identitas, tidak hanya akan menjadi pelajar yang kuat dan kritis, tetapi juga individu muslim yang berakhlak baik, penuh empati, dan siap menyebarkan kasih sayang kepada alam semesta. Ini adalah investasi paling berharga untuk mencetak generasi cendekia yang mempunyai hati lembut, yang tak hanya mampu menghadapi tantangan zaman, tetapi juga mampu memperbaiki kondisi dengan ilmu dan cinta.