Modul Ajar Deep Learning Prakarya Pengolahan Kelas 11 Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka berfokus pada pengembangan nilai karakter dan kemampuan siswa melalui kegiatan belajar yang mendalam, berarti, dan menyenangkan. Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, terutama dalam bidang Pengolahan, mempunyai potensi yang sangat besar untuk merealisasikan visi tersebut. 

Modul Ajar Deep Learning Prakarya Pengolahan Kelas 11 Fase F

Di kelas 11 SMA/MA fase F, siswa tidak hanya diajari cara membuat produk, tetapi juga diminta untuk memahami seluruh prosesnya secara menyeluruh, dari awal hingga akhir. Kunci untuk mencapai tujuan ini terletak pada desain modul ajar kurikulum merdeka yang bersifat informatif dan transformatif, dengan menggabungkan pendekatan Deep Learning yang berprinsip pada Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.

Deep Learning: Lebih dari Sekadar Teknik

Deep learning merupakan metode pedagogis yang bertujuan untuk mengasah kompetensi penting untuk siswa di era modern. Ini berbeda dari "belajar dangkal" yang fokus pada menghafal untuk ujian atau "belajar strategis" yang bertujuan mendapatkan nilai tinggi. Deep learning menekankan pada pemahaman konsep, hubungan antara pengetahuan dan kenyataan, serta pembentukan karakter. Tiga pilar utamanya sangat berkaitan dengan inti dari Prakarya Pengolahan kelas 11 SMA/MA:
  1. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Pengetahuan yang diserap siswa harus dihubungkan dengan situasi nyata, pengalaman sebelumnya, dan masalah yang relevan.
  2. Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran): Siswa diminta untuk belajar dengan perhatian penuh, kesadaran, dan refleksi kritis terhadap langkah-langkah yang mereka jalani.
  3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan): Kegiatan belajar harus dipenuhi dengan keceriaan, rasa ingin tahu, tantangan yang menarik, dan perasaan pencapaian.

Mengintegrasikan Deep Learning ke dalam Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 11

Berikut adalah cara penerapan ketiga pilar tersebut ke dalam topik modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 11 kurikulum merdeka: "Pengolahan Bahan Pangan Lokal (Singkong) menjadi Produk Pangan Modern yang Berkelanjutan".

1. Mendesain Meaningful Learning

Meaningful learning terwujud ketika siswa dapat melihat hubungan langsung antara pelajaran dengan lingkungan sekitarnya. Modul ajar kurikulum merdeka perlu dirancang untuk membangun koneksi ini.
  • Konteksualisasi dengan Isu Lokal dan Global: Modul ajar deep learning kelas 11 fase F tidak semata-mata berisi resep keripik singkong. Guru bisa memulai pembelajaran dengan menyajikan data mengenai banyaknya hasil singkong serta rendahnya nilai jualnya. Diskusikan pula isu internasional seperti ketahanan pangan, pengurangan limbah, dan tren makanan sehat. Hal ini membuat siswa merasa proyek yang dikerjakan adalah bagian dari solusi.
  • Pembelajaran Berbasis Proyek: Rancang modul ajar kelas 11 dalam bentuk proyek. Tugas akhir bukan hanya menghasilkan produk, tetapi menciptakan sebuah "portofolio kewirausahaan" yang mencakup: analisis pasar (siapa konsumen yang ditargetkan), rencana produksi (termasuk perhitungan HPP - Harga Pokok Penjualan), desain kemasan yang ramah lingkungan, serta strategi pemasaran yang sederhana (seperti melalui media sosial).
  • Keterhubungan Antar Disiplin Ilmu: Prakarya Pengolahan kelas 11 SMA/MA fase F bisa menggabungkan berbagai disiplin. Misalnya, menghitung HPP dan keuntungan (Matematika), memahami proses fermentasi dalam pembuatan tapai (Biologi), membuat konten promosi (Bahasa Indonesia), atau mengeksplorasi aspek budaya dari singkong dalam masyarakat (Sejarah/Sosiologi).

2. Mendorong Mindful Learning

Prakarya Pengolahan kelas 11 SMA/MA fase F merupakan proses yang memberikan banyak momen untuk refleksi dan kesadaran. Modul ajar deep learning kurikulum merdeka seharusnya memberikan kesempatan dan panduan untuk hal ini.
  • Fase Observasi dan Refleksi: Sebelum praktik, ajak siswa mengamati singkong dengan seluruh indra. Apa terasa, aromanya, dan warna yang dimiliki? Setelah proses pengolahan, lakukan perbandingan lagi. Aktivitas sederhana ini membantu melatih kesadaran.
  • Dokumentasi Jurnal: Siapkan format dalam modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 11SMA/MA untuk "jurnal proses". Dalam setiap sesi, siswa harus mencatat: apa saja permasalahan yang mereka hadapi, kesalahan yang terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya. Ini akan melatih kemampuan metakognisi (refleksi tentang cara berpikir mereka).
  • Refleksi Kritis di Setiap Tahap: Siswa tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga diminta untuk merenungkan dampaknya. Pertanyaan pemantik dalam pembelajaran seperti, "Dari mana asal singkong yang kita gunakan? Apakah dari petani setempat?" atau "Bagaimana cara memanfaatkan limbah kulit singkong supaya tidak terbuang?" bisa meningkatkan kesadaran mengenai keberlanjutan (sustainability) dan etika.
  • Umpan Balik yang Membangun: Penilaian dalam modul ajar deep learning kelas 11 SMA/MA tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang dilalui. Guru dan rekan-rekan siswa memberikan masukan terhadap ide, prototipe, dan metode yang dihasilkan siswa. Hal ini menjadikan siswa lebih sadar tentang kelebihan dan area yang perlu ditingkatkan.

3. Menciptakan Joyful Learning

Kegembiraan dalam belajar berfungsi sebagai pendorong motivasi dari dalam diri. Modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 11 kurikulum merdeka sudah secara alami menyenangkan, namun masih bisa dimaksimalkan.
  • Suara dan Pilihan Siswa: Berikan opsi kepada siswa. Contohnya, mereka bisa memilih variasi produk olahan singkong yang ingin dibuat (seperti: brownies singkong, keju singkong, cireng isi modern, tepung mocaf, dan sebagainya). Mereka juga bisa bereksperimen dengan rasa dan kemasan. Rasa mempunyai (ownership) atas proyek akan meningkatkan kebahagiaan.
  • Tantangan yang Serupa Permainan: Ciptakan aktivitas dalam bentuk tantangan. Misalnya, “Tantangan: Dalam kelompok, buatlah produk dari singkong yang memiliki nilai jual minimal Rp10.000 per kemasan dan presentasikan kepada 'panel investor' (guru dan teman-teman siswa lainnya).” Suasana seperti kompetisi start-up ini sangat memotivasi.
  • Perayaan Pembelajaran: Akhiri proyek dengan sebuah pameran atau "bazar mini" di mana siswa bisa menjual produk mereka kepada komunitas sekolah. Momen saat mempresentasikan ide, mendapatkan pujian, dan bahkan menghasilkan uang adalah pengalaman menyenangkan yang sangat berarti dan tidak akan terlupakan.
  • Lingkungan Belajar yang Positif dan Bersinergi: Modul ajar kurikulum merdeka harus mendukung kerja sama dalam kelompok dimana setiap anggota saling membantu. Kegagalan dalam percobaan tidak dianggap sebagai malapetaka, melainkan sebagai bagian alami dari kegiatan belajar.

Contoh Aktivitas dalam Modul Ajar Deep Learning yang Menggabungkan Ketiga Pilar

Topik: Perencanaan Bisnis Pengolahan Singkong
  1. Meaningful: Siswa melakukan survei kecil kepada 10 teman untuk mencari tahu jenis produk olahan singkong yang akan mereka beli dan kisaran harga yang bersedia mereka bayarkan.
  2. Mindful: Siswa mencatat hasil survei dalam jurnal dan merenungkan: "Berdasarkan data ini, produk seperti apa yang kemungkinan akan laku? Apa yang membuat seseorang tertarik untuk membeli suatu makanan?"
  3. Joyful: Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan produk unggulan mereka berdasarkan data yang ada, dengan semangat untuk menciptakan produk yang berbeda.

Download Modul Ajar Deep Learning Prakarya Pengolahan Kelas 11

Di bawah ini modul ajar Prakarya Pengolahan kelas 11 fase F kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan deep learning:

Semester 1 (Ganjil)


Semester 2 (Genap)


Kesimpulan

Dengan mengintegrasikan pendekatan Deep Learning (Meaningful, Mindful, Joyful Learning) ke dalam modul ajar Prakarya Pengolahan kelas 11 SMA/MA fase F kurikulum merdeka, guru tidak hanya mengajarkan keterampilan memasak. Lebih dari itu, mereka membekali siswa dengan sejumlah kompetensi penting: kreativitas, kemampuan menyelesaikan masalah, literasi keuangan, kesadaran lingkungan, dan semangat kewirausahaan.

Modul ajar deep learning berfungsi sebagai dokumen hidup yang membantu siswa menjalani proses secara menyeluruh; mulai dari merasakan kebahagiaan dalam berinovasi, menyadari setiap pilihan bahan dan proses dengan penuh perhatian, hingga merasakan kebanggaan saat menciptakan sesuatu yang berarti bagi diri mereka serta komunitas. Ini adalah inti dari kurikulum merdeka: memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar secara mendalam, berarti, dan dengan semangat yang ceria, supaya siswa siap untuk menjadi generasi pembelajar seumur hidup dan agen perubahan dalam masyarakat.