Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 11 Kurikulum Merdeka
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, terutama dalam bidang Kerajinan, mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai visi tersebut. Di kelas 11 SMA/MA fase F, siswa berada pada tahap perkembangan kognitif dan psikomotor yang sudah matang, siap untuk mengeksplorasi proses kreatif yang lebih rumit dan berharga. Kunci untuk membuka kapasitas ini ada pada desain modul ajar deep learning kurikulum merdeka yang bukan hanya informatif, tetapi juga mampu mengubah.
Pendekatan Deep Learning, yang menekankan pada Mindful Learning (pembelajaran sadar), Meaningful Learning (pembelajaran yang berarti), serta Joyful Learning (pembelajaran yang menggembirakan), berfungsi sebagai panduan yang sempurna untuk merancang modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 11 kurikulum merdeka.
Deep Learning: Sebuah Pendekatan Menyeluruh
Deep learning merupakan suatu paradigma pendidikan yang bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang mendalam, di mana pengetahuan benar-benar dipahami, diproses secara internal, dan bisa diterapkan dalam situasi yang berbeda. Pendekatan tersebut terdiri dari tiga pilar utama yang saling berhubungan:
1. Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)
Aktivitas belajar yang berlangsung sepenuhnya, fokus, dan menyadari setiap langkah yang dilalui. Dalam konteks kerajinan, hal ini berarti perhatian penuh pada setiap jahitan, ukiran, atau sapuan kuas; menghargai bahan yang digunakan; serta mengakui perasaan dan pikiran yang muncul saat berkarya.
2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Aktivitas pembelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, minat, dan nilai-nilai siswa. Karya yang dihasilkan bukan sekedar tugas yang kosong, melainkan mempunyai makna, latar belakang cerita, dan relevansi terhadap konteks sosial, budaya, atau lingkungan yang ada.
3. Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Aktivitas belajar yang membawa kebahagiaan, kebanggaan, dan rasa ingin tahu. Lingkungan belajar yang positif, tanpa rasa takut akan kesalahan, dan dipenuhi dengan eksplorasi kreatif sangatlah penting.
Mengintegrasikan Deep Learning ke dalam Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 11
Berikut adalah panduan untuk merancang modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 11 kurikulum merdeka yang menyerap ketiga pilar tersebut:
A. Fase Perencanaan (Meaningful & Mindful)
- Tema yang Sesuai dan Relevan (Meaningful): Pilih tema yang berhubungan dengan kehidupan siswa. Contoh: “Upcycle: Mengubah Limbah Menjadi Cendera Mata yang Berharga”, “Kriya Digital: Mendesain Pola untuk Produk Fashion Menggunakan Software”, atau “Merajut Cerita: Memadukan Nilai Kearifan Lokal dalam Karya Kontemporer”. Tema-tema seperti ini langsung berkaitan dengan isu keberlanjutan, teknologi, serta identitas budaya.
- Penggalian Minat dan Pertanyaan Dasar (Meaningful & Joyful): Awali modul ajar kurikulum merdeka dengan merangsang rasa ingin tahu. Ajukan pertanyaan yang menggugah seperti: “Apakah limbah plastik di sekitar sekolah kita dapat menjadi sumber penghasilan?” atau “Bagaimana cara menciptakan produk kerajinan yang tidak hanya estetik tetapi juga memiliki makna?”. Libatkan siswa dalam pemilihan bahan atau teknik yang ingin mereka pelajari lebih dalam.
- Penetapan Tujuan Pembelajaran yang Jelas dan Bermakna (Meaningful): Tujuan pembelajaran tidak sekadar “siswa bisa membuat tas dari kain sisa”, tetapi “siswa bisa merancang tas dari kain sisa dengan desain yang menggambarkan identitas mereka, beserta proposal bisnis sederhana yang mempertimbangkan aspek kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan”.
B. Fase Pelaksanaan (Joyful & Mindful)
- Eksplorasi Bahan dan Teknik dengan Rasa Gembira (Joyful & Mindful): Berikan waktu untuk “bereksperimen” dengan bahan. Biarkan mereka merasakan tekstur kain, kayu, atau tanah liat. Cobalah berbagai teknik tanpa rasa khawatir akan kegagalan. Aktivitas tersebut tidak hanya menumbuhkan rasa gembira, tetapi juga melatih mindfulness dalam memahami karakteristik bahan.
- Proses Desain yang Iteratif dan Reflektif (Mindful and Meaningful): Desain tidak berjalan secara linier. Mendorong siswa untuk menggambar sketsa, membuat prototipe, mendapatkan umpan balik, dan melakukan revisi. Setiap tahap harus disertai dengan refleksi: “Mengapa saya memilih warna ini?” “Apa saja kelebihan dan kekurangan desain yang pertama saya buat?” Sangat dianjurkan untuk menggunakan jurnal proses pembuatan karya supaya bisa melatih kesadaran dan makna.
- Integrasi Teknologi dan Kearifan Lokal (Meaningful): Mendorong siswa untuk menggali motif tradisional dari daerah mereka, kemudian mendigitalisasinya menggunakan aplikasi seperti Canva atau Adobe Illustrator untuk diterapkan pada produk seperti tas jinjing atau casing ponsel. Ini menjembatani masa lalu dan masa depan, menghasilkan makna yang mendalam.
- Kolaborasi dan Pameran Karya (Joyful and Meaningful): Ciptakan suasana di mana siswa bisa berbagi ide dan saling membantu dalam workshop. Akhiri proyek dengan pameran di kelas atau bazar kecil. Momen menampilkan dan mungkin menjual karya-karya mereka akan memberikan kebahagiaan dan kebanggaan yang luar biasa, sekaligus menunjukkan bahwa karya mereka mempunyai nilai dan arti bagi orang lain.
C. Fase Assesmen (Mindful and Meaningful)
- Assesmen Autentik dan Berkelanjutan: Penilaian meliputi tidak hanya produk akhir, tetapi juga seluruh proses.
- Portofolio: Koleksi sketsa, refleksi, foto-foto proses, dan produk yang dihasilkan.
- Unjuk Kerja (Performance Assessment): Mengamati cara siswa menggunakan alat, menyelesaikan masalah, dan menjaga kebersihan area kerja mereka. Hal ini melatih perhatian dan mindfulness.
- Presentasi dan Proposal: Siswa menyajikan karya mereka sambil menjelaskan konsep, nilai yang ingin disampaikan, serta rencana pengembangan. Ini bisa menilai kedalaman meaningful learning.
- Self-assessment dan Peer-assessment: Mengajarkan siswa untuk menilai diri mereka sendiri dan memberikan feedback yang konstruktif kepada teman sebaya. Ini merupakan puncak dari pembelajaran yang sadar dan bermakna.
Contoh Aktivitas dalam Modul Ajar Deeep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 11
- Tujuan: Siswa dapat menciptakan produk souvenir (seperti gantungan kunci, tempat pensil, atau pot mini) dari limbah kemasan plastik atau kertas, disertai branding dan cerita mengenai dampak positif terhadap lingkungan.
- Aktivitas Mindful: Meditasi singkat selama 5 menit untuk berkonsentrasi sebelum memulai kegiatan. Sesi “mengamati material” memperhatikan dengan cermat warna, bentuk, dan tekstur limbah yang akan digunakan.
- Aktivitas Meaningful: Diskusi mengenai masalah sampah plastik di sekolah dan lingkungan sekitar. Menghitung jejak karbon yang “diselamatkan” dengan menggunakan bahan daur ulang. Membuat “label cerita” yang menyertai produk, berisi informasi mengenai asal-usul material dan pesan pelestarian lingkungan.
- Aktivitas Joyful: “Tantangan” untuk mendesain produk yang paling kreatif dan fungsional. Sesi pemotretan produk untuk media sosial. Simulasi jual-beli di kelas di mana siswa bisa menggunakan “mata uang sekolah” untuk membeli karya teman mereka.
Download Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 11
Berikut modul ajar Prakarya Kerajinan kelas 11 fase F kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan deep learning:
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Kesimpulan
Mendesain modul ajar Prakarya Kerajinan kelas 11 SMA/MA fase F dengan pendekatan Deep Learning adalah sebuah usaha untuk mengembalikan esensi pendidikan yang berfokus pada manusia. Modul ajar deep learning kelas 11 yang disusun dengan baik tidak hanya akan menghasilkan pengrajin yang terampil, tetapi yang lebih utama, akan menghasilkan individu yang menyadari proses (mindful), mampu menciptakan karya yang bermakna (meaningful) bagi diri mereka dan lingkungan sekitarnya, serta menjalani seluruh aktivitas pembelajaran dengan rasa bahagia dan semangat (joyful). Ini semua pada akhirnya akan mempersiapkan mereka dengan kompetensi dan karakter untuk menjadi pembelajar seumur hidup dan agen perubahan yang kreatif serta bertanggung jawab dalam masyarakat. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang merancang pengalaman belajar ini, menghadirkan ruang yang aman untuk bereksperimen, mengalami kegagalan, bangkit lagi, dan akhirnya bersinar.
