Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 7 Kurikulum Merdeka
Mata pelajaran Prakarya, terutama dalam bidang Kerajinan, mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai visi tersebut. Bagi siswa kelas 7 SMP/MTs fase D, yang sedang mengalami masa transisi dan pencarian identitas diri, pembelajaran kerajinan seharusnya tidak lagi hanya berfokus pada pembuatan produk yang indah. Penyusunan modul ajar Prakarya Kerajinan kelas 7 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka perlu menggabungkan pendekatan Deep Learning melalui tiga pilar utama: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Tiga Pilar dalam Pendekatan Deep Learning
Deep Learning merupakan suatu metode pengajaran yang berusaha melewati batasan hafalan yang dangkal. Metode tersebut bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar di mana siswa aktif dalam membangun pengetahuan, mengasah kompetensi penting (seperti kemampuan berpikir kritis, berkreasi, bekerja sama, dan berkomunikasi), serta mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka. Tiga pilar yang mendukung metode tersebut adalah:
- Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran): Fokus pada aktivitas pembelajaran saat ini. Siswa diminta untuk hadir sepenuhnya, memperhatikan detail, mengelola perasaan (misalnya saat merasa frustrasi karena gagal), serta merefleksikan setiap langkah yang mereka ambil.
- Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Pembelajaran dihubungkan dengan konteks kehidupan nyata, isu-isu terkini, dan minat siswa. Pengetahuan menjadi relevan ketika siswa memahami alasan di balik apa yang mereka pelajari dan bagaimana hal itu bermanfaat bagi kehidupan mereka.
- Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan): Menciptakan suasana belajar yang positif, aman, dan mendukung di mana rasa ingin tahu dikembangkan, eksperimen dihargai, dan proses berkreasi dinikmati. Kegembiraan di sini bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga tentang menikmati perasaan pencapaian, penemuan, dan kebersamaan.
Mendesain Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 7 dengan Trilogi Deep Learning
Berikut adalah cara ketiga pilar bisa diterapkan dalam modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 7 kurikulum merdeka.
1. Meaningful Learning: Mengaitkan Benang dengan Kehidupan
Modul ajar deep learning kurikulum merdeka harus diawali dengan pertanyaan pemicu yang berhubungan dengan dunia siswa. Alih-alih langsung memberikan perintah "Ayo buat tempat pensil dari kain perca", guru bisa mulai dengan:
- Pertanyaan Kontekstual: "Sampah tekstil menjadi masalah besar di dunia. Menurut statistik, seberapa banyak kain sisa yang terbuang di sekitar kita? Bagaimana kita bisa turut berkontribusi dalam menyelesaikan masalah ini dengan mengubah limbah menjadi sesuatu yang berharga?"
- Tantangan Berkelanjutan: "Banyak produk kerajinan lokal tidak bisa bersaing dengan produk luar negeri karena kurangnya inovasi. Tantangan kita adalah: Mendesain ulang kerajinan tradisional untuk pasar modern. Pilih satu produk kerajinan khas daerah kita dan berikan inovasi supaya disukai oleh anak-anak muda."
2. Mindful Learning: Menyulam Kesadaran dalam Setiap Jahitan
Prakarya merupakan sarana yang ideal untuk melatih kesadaran. Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 7 SMP/MTs fase D perlu dibuat untuk memperlambat proses, bukan mengejar hasil instan.
Fase Eksplorasi Material
Sebelum memulai pembuatan, luangkan waktu bagi siswa untuk benar-benar mengamati bahan yang akan digunakan. Misalnya, ketika bekerja dengan kayu, minta mereka merasakan teksturnya, melihat pola serat, dan mencium aromanya. Kegiatan tersebut melatih kepekaan indra dan kesadaran penuh.
Fokus pada Proses
Rancang langkah-langkah yang mendorong ketelitian. Catat setiap tahap melalui jurnal proses (process journal). Dalam jurnal tersebut, siswa bisa mencatat tantangan yang mereka hadapi, langkah-langkah untuk mengatasinya, serta perasaan yang mereka rasakan. Pertanyaan refleksi seperti "Apa yang paling sulit hari ini? Bagaimana kamu menghadapinya?" bisa membantu mereka melakukan refleksi.
Menghadapi Kesalahan
Tanamkan dalam pembelajaran bahwa kesalahan merupakan bagian integral dari aktivitas belajar. Teknik "Kolam Katak" bisa diterapkan: jika seorang siswa melakukan kesalahan (jatuh ke "kolam"), yang mesti dilakukan bukanlah merasa malu, melainkan menganalisis penyebab jatuhnya dan cara untuk bangkit kembali. Ini bisa melatih ketahanan dan kemampuan berpikir kritis.
3. Joyful Learning: Menari dalam Workshop Kebahagiaan
Lingkungan pembelajaran yang ceria menjadi penggerak kreativitas. Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 7 kurikulum merdeka harus bisa menggali cara untuk menciptakan "lokakarya" yang penuh semangat.
Pilihan dan Kebebasan
Berikan kesempatan kepada siswa untuk memilih. Materi pembelajaran bisa menyajikan 2-3 proyek yang menggunakan bahan atau tema yang bervariasi (misalnya: membuat gantungan kunci dari resin, dekorasi tas tote, atau menciptakan miniatur dari kayu). Mempunyai opsi meningkatkan rasa memiliki dan dorongan intrinsik.
Kerjasama yang Aktif
Rancang kegiatan kelompok yang efektif. Contohnya, dalam proyek pembuatan miniatur eco-print, satu tim bisa bertanggung jawab untuk mengumpulkan daun, tim lain untuk melakukan pencelupan, dan tim lainnya untuk mendokumentasikan prosesnya. Terapkan model pembelajaran berbasis proyek di mana setiap anggota saling bergantung satu sama lain.
Perayaan Karya
Sediakan waktu untuk pameran hasil karya (pameran kelas). Ajak kelas lainnya atau bahkan orang tua untuk menyaksikan hasil karya siswa. Momen penghargaan ini sangat berdampak dalam membangun kepercayaan diri dan kebanggaan atas usaha yang telah dilakukan. Gamifikasi juga bisa diterapkan, seperti memberikan penghargaan atau "badge" untuk kategori "Inovator Terbaik", "Desain Terbaik", atau "Kolaborator Terampil".
Contoh Rangkaian Kegiatan dalam Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 7
- Tujuan Pembelajaran: Siswa diharapkan bisa membuat produk fungsional dari kain sisa dengan teknik menjahit aplikasi, memahami konsep upcycling, serta menghargai nilai ekonomis dari bahan bekas.
- Aktivitas Pembelajaran:
- Meaningful Hook (Motivasi Bermakna): Menonton video singkat mengenai dampak limbah dari industri fashion. Diskusikan berapa banyak kain yang terbuang di sekitar sekolah.
- Mindful Exploration (Eksplorasi Sadar): Setiap siswa membawa dan mengamati ragam jenis kain sisa. Mereka akan menggambarkan tekstur, warna, pola, dan membayangkan kemungkinan penggunaannya.
- Joyful Ideation (Penghasilkan Ide yang Menggembirakan): Melakukan brainstorming dalam kelompok kecil untuk menentukan produk yang akan dibuat (seperti tas, tempat laptop, boneka, dan lain-lain). Sesi tersebut berlangsung dengan lancar dan mendukung semua gagasan.
- Meaningful & Mindful Creation (Pembuatan yang Bermakna dan Sadar): Siswa merancang pola, memotong kain, dan melakukan teknik jahit. Guru berkeliling sebagai fasilitator, meminta ketelitian (mindful) dan mengingatkan tujuan utama untuk mengurangi limbah.
- Joyful Celebration (Celebration of Work): Mengadakan "Pasar Upcycling" kecil-kecilan di kelas di mana siswa memamerkan dan "menjual" karya mereka kepada teman dari kelas lain menggunakan mata uang virtual.
- Reflection (Refleksi Mindful): Menulis refleksi individu: Apa yang dipelajari tentang diri sendiri dan lingkungan selama proyek ini? Apa tantangan terbesar yang dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya?
Download Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 7
Di bawah ini modul ajar Prakarya Kerajinan kelas 7 fase D kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan deep learning:
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Kesimpulan
Mendesain modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 7 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka adalah peluang berharga untuk menciptakan pengalaman belajar yang transformatif. Dengan mengadopsi pendekatan Deep Learning yang menggabungkan Meaningful, Mindful, dan Joyful Learning, guru bisa mengubah ruang prakarya dari sekadar tempat untuk berkreasi menjadi laboratorium kehidupan. Hasil akhirnya bukan hanya produk kerajinan yang indah, tetapi juga lahirnya Pelajar Pancasila yang kreatif, mandiri, dan mempunyai kesadaran tinggi akan perannya dalam masyarakat dan lingkungan.
