Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 12 Kurikulum Merdeka

Pelajaran Prakarya Kerajinan sering kali diabaikan, dianggap hanya sekadar pelajaran keterampilan manual. Namun, dalam kurikulum merdeka, pelajaran tersebut mengalami perubahan besar yang mengubah cara pandang, terutama di fase F kelas 12 SMA/MA. Pada tingkat ini, Prakarya Kerajinan kelas 12 lebih dari sekadar membuat produk, tetapi tentang menciptakan nilai-nilai ekonomi, budaya, seni, dan nilai individu.

Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 12 Fase F

Inti dari perubahan ini terletak pada struktur modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 12 fase F kurikulum merdeka yang informatif dan juga memberi inspirasi, menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam yang berbasis pada Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning.

Memahami Konteks: Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka

Modul ajar kurikulum merdeka berfungsi sebagai panduan menyeluruh untuk guru dalam merancang, melaksanakan, serta menilai aktivitas pembelajaran. Modul ajar Prakarya Kerajinan kelas 12 SMA/MA fase F dirancang supaya bisa memenuhi berbagai elemen penting dari capaian pembelajaran (CP) Fase F, dengan penekanan pada:
  1. Kreativitas Tinggi: Siswa tidak hanya meniru tetapi juga berinovasi dalam menciptakan desain produk kerajinan.
  2. Kewirausahaan: Siswa diinformasikan untuk menganalisis peluang di pasar, menghitung biaya produksi, menetapkan harga jual, dan mengembangkan strategi pemasaran.
  3. Berwawasan Global dan Berkelanjutan: Siswa mampu mengembangkan produk yang ramah lingkungan, menggunakan material lokal, serta mempunyai nilai budaya yang mampu bersaing secara global.
  4. Penggunaan Teknologi: Memanfaatkan teknologi dalam desain, pemasaran digital, serta proses pembuatan produk.
Modul ajar kelas 12 SMA/MA yang efektif harus bisa memfasilitasi siswa mencapai tujuan kompleks tersebut. Di sinilah pendekatan Deep Learning menjadi elemen kunci.

Deep Learning: Pendekatan Praktis untuk Prakarya Kerajinan Kelas 12

Deep Learning, atau Pembelajaran Mendalam, merupakan sebuah cara yang bertujuan untuk melibatkan siswa secara menyeluruh, bukan sekadar menghafal informasi. Dalam konteks Prakarya Kerajinan, pendekatan tersebut terwujud melalui tiga pilar utama:

1. Mindful Learning

Mindful learning dalam Prakarya Kerajinan mengajarkan siswa untuk sepenuhnya terlibat dalam proses pembuatan. Ini berkaitan dengan kesadaran mendalam terhadap setiap detail, material, dan langkah.
  • Penerapan dalam Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 12:
    • Fokus pada Material: Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 12 SMA/MA bisa mendorong siswa untuk mengamati dengan seksama karakteristik bahan baku seperti serat kayu, tekstur tanah liat, dan fleksibilitas bambu. Siswa didorong untuk merasakan, mencium, dan memahami bagaimana material tersebut ingin digunakan dan dibentuk.
    • Proses Reflektif: Setiap langkah produksi diikuti dengan pertanyaan reflektif, seperti "Mengapa saya memilih teknik ini?", "Apa kelebihan dan kekurangan bahan yang saya gunakan?", dan "Bagaimana perasaan saya selama proses pembuatan?".
    • Kesadaran Lingkungan: Siswa diberikan pemahaman tentang dampak dari pilihan material mereka. Modul ajar deep learning kurikulum merdeka bisa meminta siswa untuk menyelidiki jejak karbon dari bahan tertentu atau mendorong penggunaan limbah sebagai cara untuk peduli terhadap lingkungan.

2. Meaningful Learning

Pembelajaran menjadi bermakna ketika siswa memahami alasan di balik apa yang mereka pelajari dan bisa mengaitkannya dengan situasi nyata. Prakarya Kerajinan kelas 12 SMA/MA seharusnya tidak hanya menjadi tugas sekolah; itu harus menjadi proyek yang mempunyai makna.
  • Penerapan dalam Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 12:
    • Proyek Kewirausahaan yang Nyata: Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 12 kurikulum merdeka sebaiknya mendapatkan bentuk berbasis proyek (project-based learning) di mana hasil akhirnya bukan sekadar produk, tetapi sebuah rencana bisnis atau usaha mikro yang nyata. Siswa menciptakan produk untuk dijual, mungkin sebagai bagian dari penggalangan dana atau sebagai produk awal untuk platform daring.
    • Koneksi dengan Nilai Budaya: Modul ajar kurikulum merdeka ini bisa mengajak siswa untuk mengeksplorasi teknik atau motif kerajinan tradisional dari daerah mereka, kemudian menginterpretasikannya dalam bentuk yang modern dan menarik di pasar saat ini. Hal ini menumbuhkan pemahaman mendalam tentang pelestarian budaya.
    • Problem Solving yang Relevan: Modul ajar deep learning kelas 12 ini juga bisa mengajak siswa untuk menemukan masalah di sekitar mereka (misalnya, limbah kain di rumah) dan menantang mereka untuk merancang produk kerajinan yang dapat menjadi solusi untuk masalah tersebut.

3. Joyful Learning

Joyful learning berfokus pada menciptakan pengalaman belajar yang merangsang rasa ingin tahu, semangat, dan kebahagiaan. Lingkungan kelas yang bebas dari rasa takut akan kegagalan adalah hal yang sangat penting.
  • Implementasi dalam Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 12:
    • Otonomi dan Pilihan: Modul ajar deep learning kelas 12 yang efektif memberikan siswa banyak opsi. Mereka bisa memilih jenis kerajinan (seperti serat, kayu, tanah liat, dan lainnya), tema produk, serta target pasarnya. Kebebasan ini mendorong rasa kepemilikan dan kebahagiaan dalam eksplorasi.
    • Kolaborasi dan Festival: Rancanglah kegiatan dalam modul ajar deep learning kurikulum merdeka yang melibatkan kerja tim, seperti pameran kelas atau bazar kecil. Momen menunjukkan hasil karya dan mendapatkan apresiasi langsung dari teman-teman, guru, atau bahkan pembeli nyata adalah sumber kegembiraan yang sangat kuat.
    • Celebrating Failure: Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 12 kurikulum merdeka bisa menyertakan kisah-kisah tentang pengrajin terkenal yang mengalami banyak kegagalan sebelum mencapai kesuksesan. Guru diajak untuk membangun budaya di kelas di mana kesalahan dalam proses kerajinan dianggap sebagai bagian dari pembelajaran, bukan sesuatu yang patut dihukum. "Kecelakaan Bahagia" bisa menjadi sumber inovasi yang tak terduga.

Contoh Rancangan Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 12

Topik: Menciptakan Produk Kerajinan "Green Lifestyle" yang Berkualitas Tinggi
  • Tahap 1 (Meaningful): Siswa diajak melakukan penelitian kecil tentang tren produk ramah lingkungan di kalangan anak muda. Mereka juga diminta untuk mengamati limbah di rumah (seperti botol kaca, kardus, kain sisa) sebagai bahan baku yang mungkin. Hal ini membuat proyek terasa sangat relevan.
  • Tahap 2 (Mindful): Siswa memilih satu jenis limbah utama. Mereka melakukan eksperimen guna memahami karakteristik material tersebut: sejauh mana kekuatan material, cara memotongnya, metode penyambungannya, dan jenis finishing yang cocok. Mereka mencatat pengamatan ini dalam jurnal desain.
  • Tahap 3 (Joyful dan Meaningful): Siswa mulai mendesain produk mereka (misalnya, lampu hias dari botol kaca, tas dari kain sisa, wadah meja dari kardus). Mereka bekerja dalam suasana studio yang terbuka, berdiskusi dengan teman, dan mencoba berbagai ide tanpa rasa takut akan kesalahan.
  • Tahap 4 (Meaningful): Siswa menghitung harga pokok produksi, menetapkan harga jual, membuat branding sederhana (nama produk, logo), dan merancang strategi pemasaran (contohnya, melalui Instagram atau TikTok).
  • Tahap 5 (Joyful): Kelas mengadakan "Greenpreneur Fair" di mana mereka bisa menjual produk mereka kepada siswa dari kelas lain, guru, atau orangtua. Apresiasi yang mereka terima menjadi bukti bahwa karya mereka memiliki nilai dan makna.

Download Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 12

Di bawah ini modul ajar Prakarya Kerajinan kelas 12 fase F kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan deep learning:

Semester 1 (Ganjil)


Semester 2 (Genap)


Kesimpulan

Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 12 SMA/MA fase F bukanlah sekadar kumpulan lembar kerja. Ini adalah peta untuk petualangan kreatif yang dirancang untuk membantu siswa menjalani proses penciptaan secara utuh. Dengan mengintegrasikan pendekatan Deep Learning, lewat Mindful Learning yang mengembangkan kesadaran, Meaningful Learning yang menghubungkan dengan kenyataan, dan Joyful Learning yang membangkitkan semangat, modul ajar deep learning kurikulum merdeka ini menjadi alat yang sangat efektif. Tujuannya bukan hanya membentuk pengrajin terampil, tetapi juga menghasilkan inovator dan wirausaha kreatif yang peduli terhadap lingkungan dan budayanya, siap menghadapi tantangan di masa depan dengan penuh kesadaran, makna, dan kebahagiaan.