Modul Ajar Deep Learning Prakarya Budidaya Kelas 9 Kurikulum Merdeka

Di tengah cepatnya kemajuan teknologi dan hidup di kota, terdapat kesenjangan yang semakin besar antara generasi muda dan asal makanan mereka. Sering kali, pertanyaan "dari mana makanan ini berasal?" terjawab dengan "dari supermarket," tanpa menyentuh pemahaman tentang proses budidaya di baliknya. Mata pelajaran Prakarya, terutama bagian Budidaya, hadir untuk mengatasi kesenjangan ini.

Modul Ajar Deep Learning Prakarya Budidaya Kelas 9 SMP/MTs

Dalam kurikulum merdeka, pembelajaran Prakarya Budidaya kelas 9 SMP/MTs fase D lebih dari sekadar kegiatan "berkebun" biasa. Ini merupakan kesempatan strategis untuk menanamkan keterampilan hidup, pemahaman ekologis, dan sikap kewirausahaan dengan pendekatan Deep Learning yang menekankan pada Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning. Modul ajar deep learning kurikulum merdeka yang tersusun dengan baik menjadi kunci untuk membuka pengalaman belajar yang mendalam dan transformasional ini.

Pendekatan Deep Learning dalam Prakarya Budidaya Kelas 9

Dalam pelajaran Prakarya Budidaya kelas 9 SMP/MTs fase D, pendekatan deep learning terealisasi melalui tiga pilar:

1. Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran)

Kegiatan belajar dilakukan dengan penuh perhatian terhadap dampak ekologis dan keseimbangan alam. Siswa diminta untuk memahami setiap langkah budidaya, dari biji hingga panen, serta menghargai interaksi dalam ekosistem.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran yang Bermakna) 

Menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, isu terkini (seperti ketahanan pangan dan pengelolaan sampah organik), serta potensi pengembangan individu dan komunitas. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada "cara menanam," tetapi juga "mengapa kita menanam dan apa implikasinya?"

3. Joyful Learning (Pembelajaran yang Menyenangkan)

Menciptakan pengalaman belajar yang otentik, praktis, penuh rasa ingin tahu, dan memunculkan kepuasan internal. Kegiatan budidaya dipandang sebagai sebuah petualangan, eksperimen, dan proses kreatif, bukan sekadar tugas yang membosankan.

Modul ajar deep learning Prakarya Budidaya kelas 9 kurikulum merdeka berfungsi sebagai petunjuk untuk guru dan siswa dalam menjelajahi dunia budidaya dengan menggabungkan ketiga pilar tersebut secara seimbang.

Struktur Modul Ajar Deep Learning Prakarya Budidaya Kelas 9

Berikut adalah gambaran mengenai struktur modul ajar deep learning Prakarya Budidaya kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka:

A. Tujuan Pembelajaran

  1. Pengetahuan: Siswa mampu menjelaskan prinsip-prinsip budidaya berkelanjutan (seperti pengomposan, pengendalian hama secara alami, dan daur ulang unsur hara).
  2. Keterampilan: Siswa dapat merancang dan melaksanakan budidaya tanaman sayuran daun (seperti kangkung, bayam, atau selada) dengan menggunakan sistem inovatif (hidroponik sederhana, vertikultur, atau wall garden).
  3. Sikap: Mengembangkan sikap bertanggung jawab, peduli lingkungan, percaya diri, dan semangat kewirausahaan.

B. Penerapan Deep Learning dalam Tahapan Pembelajaran

Tahap 1: Pemantik - Membangkitkan Rasa Ingin Tahu (Joyful & Mindful)

  • Aktivitas: Guru menunjukkan gambar atau video singkat tentang fenomena "food mile" (jarak tempuh makanan) dan perbandingannya dengan konsep "urban farming" (pertanian perkotaan). Diskusi yang diajukan: "Seberapa jauh seikat bayam harus terbang sebelum sampai di piring kita? Apa efeknya?" atau "Pernahkah kalian membayangkan jika tembok sekolah kita bisa menghasilkan salad?"
  • Koneksi Deep Learning:
    • Joyful: Penggunaan media gambar yang menarik dan pertanyaan yang menggugah rasa ingin tahu menciptakan rasa heran.
    • Mindful: Menyadarkan tentang kompleksitas sistem pangan dan dampak terhadap lingkungan.

Tahap 2: Eksplorasi dan Investigasi - Membangun Pemahaman yang Bermakna (Meaningful & Mindful)

  • Aktivitas:
    • Eksperimen Kecil: Siswa dibagi menjadi kelompok. Setiap grup menyelidiki faktor-faktor pertumbuhan tanaman (cahaya, air, media tanam, nutrisi) dengan merancang eksperimen yang sederhana. Contohnya, menanam kacang hijau dengan variasi perlakuan cahaya.
    • Literasi Teknis: Guru memperkenalkan berbagai metode budidaya di lahan terbatas (sistem hidroponik wick, vertikultur dari botol bekas, kebun dinding dari kain flanel). Siswa mengeksplorasi kelebihan dan kekurangan masing-masing metode.
    • Pembuatan Prototipe: Kelompok memilih salah satu metode dan merancang prototipe menggunakan bahan daur ulang (botol plastik, pipa bekas, kayu palet). Mereka perlu menyusun proposal yang sederhana berisi alasan pemilihan metode, desain, dan estimasi biaya.
  • Hubungan Deep Learning:
    • Meaningful: Pembelajaran langsung berhubungan dengan solusi untuk masalah nyata (keterbatasan lahan). Eksperimen memberikan makna pada teori.
    • Mindful: Proses merancang menggunakan bahan daur ulang meningkatkan kesadaran tentang prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

Tahap 3: Elaborasi dan Aplikasi - Mencipta dengan Sukacita (Joyful & Meaningful)

  • Aktivitas:
    • Praktik Budidaya: Setelah desain disetujui, kelompok mulai melakukan praktik budidaya. Mereka menyemai biji, merakit sistem, memindahkan bibit, dan merawat tanaman hingga saat panen.
    • Jurnal Pertumbuhan: Setiap siswa atau kelompok membuat jurnal digital atau fisik untuk mencatat perkembangan tanaman, masalah yang dihadapi (seperti hama atau daun menguning), dan solusi yang diambil.
    • Penghitungan Biaya dan Hasil: Mereka mencatat semua pengeluaran dan memproyeksikan hasil panen. Ini menjadi landasan dalam pembelajaran kewirausahaan.
  • Hubungan Deep Learning:
    • Joyful: Kegiatan praktis seperti menanam dan merawat tanaman memberikan pengalaman sensorik dan kepuasan yang mendalam. Melihat tumbuhnya benih adalah sebuah keajaiban yang membahagiakan.
    • Meaningful: Jurnal pertumbuhan dan penghitungan biaya mengaitkan ilmu biologi dengan matematika dan ekonomi, menjadikan pembelajaran terintegrasi dan relevan.

Tahap 4: Evaluasi dan Refleksi - Merenungkan Makna dan Dampak (Mindful and Meaningful)

  • Aktivitas:
    • Panen dan Pameran: Setiap kelompok memamerkan hasil panen, menjelaskan prosesnya, dan bahkan bisa menjual hasil tanaman kepada warga sekolah.
    • Refleksi: Siswa merefleksikan pengalaman belajar mereka. Pertanyaan pemantik: "Apa pelajaran terpenting yang kalian ambil dari proyek ini?", "Bagaimana perasaan kalian saat bisa menikmati sayuran yang kalian tanam sendiri?"
    • Penilaian Autentik: Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil panen, tetapi juga pada proses (jurnal, kolaborasi, pemecahan masalah), presentasi, dan kemampuan untuk merefleksikan.
  • Hubungan Deep Learning:
    • Mindful: Refleksi meminta siswa untuk menyadari perjalanan belajar, emosi, dan perubahan cara berpikir mereka.
    • Meaningful: Pameran dan penjualan hasil panen memberikan makna dan kebanggaan yang nyata atas karya mereka, sekaligus membuka wawasan tentang potensi kewirausahaan.

Peran Guru sebagai Fasilitator Deep Learning

Dalam modul ajar deep learning Prakarya Budidaya kelas 9 kurikulum merdeka, guru bukan hanya sumber ilmu, tetapi juga fasilitator, motivator, dan teman belajar. Tugas guru adalah:
  1. Menyediakan sumber daya dan pertanyaan pemantik yang menantang.
  2. Menciptakan suasana kelas yang aman untuk mencoba dan mengalami kegagalan (kegagalan adalah bagian dari pembelajaran).
  3. Menunjukkan sikap mindful, seperti memperhatikan tanaman secara detail dan bersyukur atas proses alam.
  4. Menghubungkan proyek budidaya dengan isu-isu global yang lebih luas, seperti tujuan keberlanjutan.

Dampak Jangka Panjang: Melampaui Dinding Kelas

Modul ajar deep learning Prakarya Budidaya kelas 9 SMP/MTs fase D ini tidak selesai saat bel berbunyi. Ia mempunyai dampak yang berkelanjutan:
  • Kemandirian Pangan: Siswa mempunyai kemampuan untuk memproduksi pangan sendiri, meskipun di lahan terbatas.
  • Kewirausahaan Sosial: Proyek budidaya bisa dikembangkan menjadi usaha bersama (business club) yang berkelanjutan di sekolah.
  • Kesadaran Lingkungan: Generasi yang lebih menghargai keindahan alam dan termotivasi untuk menjalani kehidupan yang ramah lingkungan.
  • Kesejahteraan Psikologis: Penelitian menunjukkan bahwa berkebun efektif dalam menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesehatan mental.

Download Modul Ajar Deep Learning Prakarya Budidaya Kelas 9

Berikut modul ajar Prakarya Budidaya kelas 9 fase D kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan deep learning:

Semester 1 (Ganjil)


Semester 2 (Genap)

Kesimpulan

Modul ajar deep learning Prakarya Budidaya kelas 9 SMP/MTs fase D dalam kerangka kurikulum merdeka berfungsi sebagai wadah untuk menciptakan masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan Deep Learning yang menggabungkan kesadaran (mindful), kebermaknaan (meaningful), dan kebahagiaan (joyful), pelajaran Budidaya diulas bukan sekadar memenuhi kewajiban kurikulum tetapi menjadi sebuah proses penemuan diri sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Melalui modul ajar deep learning kurikulum merdeka ini, kita tidak hanya belajar menanam sayuran, tetapi juga menumbuhkan karakter, kreativitas, dan rasa kepedulian pada Generasi Petani Masa Depan, yang tidak hanya terampil dalam memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga bijaksana dalam menjaga kelestariannya.