Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 9 Kurikulum Merdeka
Dalam zaman pendidikan yang kontemporer, kurikulum merdeka muncul sebagai solusi untuk kebutuhan pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berfokus pada siswa. Sesuai dengan implementasinya, modul ajar kurikulum merdeka merupakan alat penting yang memberikan panduan terstruktur untuk guru dalam mengatur aktivitas pengajaran dan pembelajaran.
Pada mata pelajaran Prakarya Kerajinan kelas 9 SMP/MTs fase D, modul ajar kurikulum merdeka tidak hanya menyoroti keterampilan teknis, tetapi juga memfokuskan pada kreativitas, inovasi, dan pembentukan karakter siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan Deep Learning yang meliputi Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning sangat relevan diterapkan.
Mindful Learning dalam Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 9
Konsep Mindful Learning
Mindful learning adalah aktivitas belajar yang mengedepankan kesadaran penuh dalam setiap aktivitas. Dalam konteks modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 9 kurikulum merdeka, pendekatan tersebut mengajarkan siswa untuk sepenuhnya terlibat dalam setiap kegiatan, memperhatikan detail, dan memahami hubungan antara pikiran, perasaan, serta tindakan saat menciptakan.
Penerapan dalam Pembelajaran Prakarya Kerajinan Kelas 9
- Siswa diminta untuk mengamati tekstur, warna, dan bentuk bahan kerajinan.
- Mengasah kesabaran dan ketekunan dalam pembuatan produk.
- Mendorong siswa untuk melakukan aktivitas sederhana, seperti pernapasan sadar atau refleksi singkat sebelum mereka mulai berkarya.
- Mencatat pengalaman, tantangan, dan pelajaran yang diperoleh dari proses tersebut.
Contoh Aktivitas Siswa Kelas 9
- Melakukan latihan meditasi singkat sebelum memulai praktik kerajinan.
- Melakukan refleksi diri setelah menyelesaikan produk.
- Mengadakan diskusi kelompok mengenai tantangan dan solusi dalam berkarya.
- Mengapresiasi karya teman tanpa melakukan perbandingan negatif.
Meaningful Learning dalam Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 9
Konsep Meaningful Learning
Meaningful learning adalah aktivitas belajar yang mempunyai relevansi dan makna untuk siswa, karena dikaitkan dengan pengalaman, minat, dan kehidupan sehari-hari mereka. Dalam modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 9 SMP/MTs fase D, meaningful learning tidak hanya berfokus pada keterampilan pembuatan karya, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap produk kerajinan mempunyai nilai fungsional, estetika, budaya, dan bahkan ekonomi.
Penerapan dalam Kegiatan Prakarya Kerajinan Kelas 9
- Menjelaskan bagaimana keterampilan dalam kerajinan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan anyaman yang bisa diterapkan di rumah.
- Menghubungkan kerajinan dengan potensi ekonomi di sekitar.
- Menciptakan proyek kerajinan yang bisa dipasarkan.
- Mengaitkan keterampilan dengan nilai budaya dan tradisi yang berlaku di masyarakat.
Contoh Integrasi Nilai Kehidupan Nyata
- Proyek kerajinan berbasis masalah: Siswa mencari solusi untuk mengurangi sampah plastik dengan memproduksi barang hasil daur ulang.
- Studi lapangan: Mengunjungi pengrajin lokal untuk belajar tentang proses pembuatan kerajinan secara langsung.
- Kolaborasi dengan komunitas: Siswa bekerja sama dengan organisasi seni atau UMKM untuk menciptakan karya.
- Simulasi wirausaha: Siswa menyelenggarakan mini market day di sekolah untuk menjual produk kerajinan yang mereka buat.
Joyful Learning dalam Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 9
Konsep Joyful Learning
Joyful learning adalah aktivitas belajar yang membawa pengalaman menyenangkan, penuh dengan kreativitas, dan mendorong motivasi intrinsik siswa. Dalam modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 9 kurikulum merdeka, joyful learning menciptakan atmosfer pembelajaran yang tidak membosankan, sehingga siswa merasa nyaman, bersemangat, dan bahagia saat berkarya.
Pentingnya Suasana Belajar Menyenangkan
- Meningkatkan motivasi intrinsik: Siswa belajar tidak hanya karena kewajiban, tetapi juga karena kesenangan.
- Mengurangi kebosanan: Kondisi kelas yang dinamis membuat siswa betah dan lebih konsentrasi.
- Mendorong kreativitas: Kondisi yang menyenangkan memberikan dorongan untuk berani mencoba ide-ide baru.
- Membangun hubungan yang positif: Interaksi hangat antara guru dan siswa menciptakan lingkungan kelas yang harmonis.
Contoh Strategi Pembelajaran Kreatif
- Metode pembelajaran yang bervariasi: Menggunakan permainan edukatif, kuis, atau kegiatan ice breaking sebelum pelaksanaan praktik.
- Aktivitas kompetisi yang sehat: Mengadakan lomba kerajinan antar tim.
- Kebebasan dalam berkreasi: memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih bahan, desain, dan teknik sesuai dengan minat mereka.
- Penghargaan terhadap karya: Memberikan penghargaan, pujian, atau pameran kecil untuk memamerkan hasil karya siswa.
Integrasi Tiga Pendekatan dalam Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 9
Pentingnya Mengintegrasikan Pendekatan
Dalam aktivitas belajar Prakarya Kerajinan kelas 9 SMP/MTs fase D, menerapkan satu pendekatan saja sering kali tidak memadai untuk mencapai hasil belajar yang menyeluruh. Maka dari itu, penggabungan mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning menjadi sangat penting supaya siswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memperoleh kesadaran, relevansi, dan kebahagiaan dalam aktivitas belajarnya. Ketiga pendekatan tersebut bekerja sama, membangun struktur pembelajaran yang holistik dan komprehensif.
Sinergi dari Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning
- Mindful learning mendukung siswa untuk tetap fokus, sabar, dan penuh kesadaran dalam setiap kegiatan kerajinan.
- Meaningful learning memastikan pembelajaran terhubung dengan realitas kehidupan, budaya, dan potensi ekonomi.
- Joyful learning menciptakan atmosfer yang menyenangkan sehingga siswa termotivasi untuk berkreasi lebih banyak.
Ketika ketiga pilar tersebut digabungkan, siswa belajar dengan pikiran yang terarah, hati yang terhubung dengan nilai-nilai kehidupan, dan perasaan yang ceria.
Implementasi Integrasi dalam Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 9
Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 9 SMP/MTs bisa dirancang dengan mengkombinasikan ketiga pendekatan di setiap tahap pembelajaran:
- Tahap Pendahuluan (Mindful Learning): Guru meminta siswa melakukan refleksi singkat, seperti pernapasan yang sadar atau diskusi ringan tentang signifikansi kerajinan dalam kehidupan.
- Tahap Kegiatan Inti (Meaningful Learning & Joyful Learning):
- Siswa menghasilkan proyek kerajinan yang mempunyai kegunaan nyata, seperti produk daur ulang untuk mengurangi limbah.
- Aktivitas dikemas dalam kondisi yang menyenankan, misalnya melalui kompetisi antar kelompok atau workshop kreatif.
- Tahap Penutup (Mindful, Meaningful & Joyful):
- Siswa merefleksikan hal-hal yang mereka pelajari serta rasakan.
- Guru menghubungkan pembelajaran dengan nilai-nilai kehidupan sehari-hari.
- Karya siswa dihargai dengan dipamerkan atau diberikan penghargaan supaya mereka merasa bangga.
Contoh Nyata Integrasi dalam Aktivitas
- Proyek Daur Ulang yang Kreatif:
- Mindful: Siswa diminta untuk memperhatikan bahan bekas yang dipilih.
- Meaningful: Karya tersebut mempunyai fungsi nyata, seperti tempat penyimpanan atau dekorasi rumah.
- Joyful: Karya ditampilkan dalam “Pameran Karya Ramah Lingkungan” di sekolah.
- Workshop Batik dengan Motif Lokal:
- Mindful: Siswa berkonsentrasi pada proses membatik, memperhatikan setiap goresan malam.
- Meaningful: Motif yang diterapkan berasal dari tradisi lokal sehingga membangkitkan rasa bangga terhadap budaya.
- Joyful: Kegiatan disertai dengan musik tradisional dan presentasi hasil karya yang kreatif.
Dampak Integrasi bagi Siswa
Dengan mengkombinasikan ketiga pendekatan, siswa akan merasakan keunggulan yang menyeluruh:
- Aspek kognitif: Pemahaman yang lebih dalam tentang keterampilan kerajinan.
- Aspek afektif: Kesadaran diri, rasa kepedulian sosial, dan kebanggaan terhadap budaya.
- Aspek psikomotorik: Keterampilan teknis yang terasah melalui praktik langsung.
- Aspek emosional: Perasaan bahagia, motivasi, dan rasa percaya diri dalam berkarya.
Download Modul Ajar Deep Learning Prakarya Kerajinan Kelas 9
Di bawah ini modul ajar Prakarya Kerajinan kelas 9 fase D kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan deep learning:
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Kesimpulan
Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 9 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka berfungsi sebagai alat penting untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan, kreativitas, dan karakter yang kokoh. Dengan menggabungkan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, aktivitas pembelajaran tidak hanya terpaku pada hasil akhir, tetapi juga pada pengalaman belajar yang mendalam, relevan, dan menyenangkan. Pendekatan tersebut diharapkan bisa menghasilkan siswa yang tidak hanya mahir dalam menciptakan karya kerajinan, tetapi juga mempunyai kesadaran, dorongan, dan rasa bangga dalam menciptakan sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
