Modul Ajar Deep Learning Prakarya Pengolahan Kelas 9 Kurikulum Merdeka
Dalam gelombang perubahan pendidikan yang terus berkembang, kurikulum merdeka muncul sebagai solusi untuk kebutuhan pembelajaran yang lebih relevan dan mendalam. Dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan yang berkaitan dengan Pengolahan, kurikulum tersebut tidak hanya meminta siswa untuk membuat produk, tetapi juga untuk memahami proses secara menyeluruh.
Untuk kelas 9 SMP/MTs fase D, pendekatan Deep Learning yang berfokus pada Mindful Learning (Pembelajaran Sadar Penuh), Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna), dan Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan) menjadi kunci untuk mengubah modul ajar kurikulum merdeka menjadi pengalaman belajar yang mendalam dalam ingatan dan kehidupan siswa.
Pendekatan Deep Learning dalam Prakarya Pengolahan Kelas 9
Dalam pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 9 SMP/MTs fase D, perhatian dialihkan dari "apa yang bisa diproduksi" ke "mengapa kita memproduksinya, bagaimana proses ini mempengaruhi, dan nilai apa yang bisa dihasilkan". Pendekatan deep learning dalam kurikulum merdeka sejalan dengan semangat ini. Ini bukan sekedar metode, tapi merupakan sebuah filosofi yang mengajak siswa untuk:
1. Mindful Learning
Siswa sepenuhnya terlibat dalam kegiatan belajar. Mereka menyadari setiap langkah, bahan yang digunakan, dan dampak dari tindakan mereka. Dalam Prakarya Pengolahan kelas 9, ini mencakup kesadaran akan kebersihan, ketepatan pengukuran, perubahan bahan, dan rasa yang dihasilkan.
2. Meaningful Learning
Pembelajaran dihubungkan dengan konteks kehidupan nyata, masalah yang ada, dan minat siswa. Pengetahuan tidak terpisahkan, melainkan terhubung dengan pelajaran lain seperti IPA (fermentasi), IPS (kearifan lokal pangan), dan Ekonomi (nilai jual produk).
3. Joyful Learning
Atmosfer belajar disusun supaya menantang tetapi tidak menakutkan. Siswa merasa nyaman untuk mencoba, gagal, dan mencoba lagi. Kegembiraan muncul dari rasa ingin tahu yang terpenuhi, kolaborasi yang kuat, dan kebanggaan saat berhasil menciptakan sesuatu.
Penggabungan ketiga pilar tersebut dalam modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 9 kurikulum merdeka akan menciptakan sebuah ekosistem belajar di mana siswa bukan hanya jadi objek pasif, tetapi menjadi subjek aktif yang membangun pengetahuannya sendiri.
Blueprint Modul Ajar Deep Learning Prakarya Pengolahan Kelas 9
Berikut adalah contoh rencana modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka.
A. Tujuan Pembelajaran dan Pemahaman Bermakna (Meaningful Learning)
Tujuan dalam modul ajar kurikulum merdeka harus meliputi lebih dari sekedar aspek kognitif dan psikomotorik. Misalnya, daripada "Siswa bisa membuat selai dari buah lokal", tujuan yang lebih bermakna adalah:
- "Siswa mengevaluasi potensi buah lokal yang kurang dimanfaatkan di sekitarnya dan merancang formula selai yang tidak hanya lezat tetapi juga bernilai ekonomi, sehingga memahami konsep zero waste dan kewirausahaan sosial."
Tujuan semacam ini langsung mengaitkan kegiatan membuat selai dengan isu sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga pembelajaran menjadi relevan dan berisi makna.
B. Pemilihan Konten dan Konteks (Meaningful & Mindful Learning)
Modul ajar deep learning kelas 9 SMP/MTs fase D harus memilih proyek pengolahan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. Beberapa tema yang bisa dipertimbangkan adalah:
- Eksplorasi Pangan Lokal dan Fermentasi: Membuat tempe, kimchi, atau yoghurt. Proyek tersebut kaya dengan konsep sains (mikrobiologi, bioteknologi) serta kearifan lokal.
- Pengolahan Limbah Samping: Membuat keripik dari kulit buah, selai dari buah yang "tidak sempurna", atau tepung dari bahan yang tidak biasa. Ini mengajarkan mindful consumption dan kreativitas.
- Inovasi Produk Modern Berbasis Bahan Tradisional: Membuat minuman herbal modern (seperti jahe instan dengan variasi rasa), atau energy bar dari bahan lokal seperti kacang hijau dan ubi.
Pemilihan materi ini menciptakan pembelajaran yang berarti karena menangani isu yang nyata (limbah makanan, pelestarian kuliner lokal). Selain itu, proses tersebut memerlukan kewaspadaan, perhatian penuh terhadap kebersihan, suhu, dan durasi fermentasi yang penting untuk keberhasilan produk.
C. Aktivitas Pembelajaran: Dari Mendengar ke Mengalami (Joyful & Mindful Learning)
Kegiatan dalam modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 9 kurikulum merdeka seharusnya dibuat sebagai siklus pencarian, bukan petunjuk yang terstruktur langkah demi langkah.
Fase 1: Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu (Joyful Learning)
- Galeri Rasa dan Aroma: Guru membawa berbagai produk olahan, baik tradisional maupun modern. Siswa mencoba rasa, mencatat reaksi, dan mempertanyakan, "Apa yang membuat kedelai bisa menjadi tempe?", "Mengapa yogurt terasa asam?". Kegiatan tersebut menyenangkan dan menggugah rasa ingin tahu alami.
- Tantangan Limbah Makanan: Siswa diminta untuk menghitung limbah organik dari sisa makanan yang ada di rumah atau sekolah. Data yang diperoleh menjadi pengantar yang kuat untuk proyek pengolahan limbah.
Fase 2: Penyelidikan dan Eksperimen (Meaningful & Mindful Learning)
- Siswa dibagi menjadi kelompok kecil yang berorientasi startup. Setiap kelompok memilih satu bahan untuk dieksplorasi lebih lanjut.
- Mereka melakukan penelitian kecil tentang kandungan gizi, cara pengolahan, dan peluang pasarnya.
- Dalam praktiknya, mereka tidak sekadar mengikuti resep. Mereka berperan sebagai "ilmuwan muda" yang mencatat semua perubahan (mindful learning) warna, tekstur, aroma selama proses pengolahan. Kegagalan dipandang sebagai bagian dari kegiatan belajar, bukan sebagai akhir segalanya.
Fase 3: Kreasi dan Refleksi (Joyful & Meaningful Learning)
- Kelompok mempersembahkan produk akhir mereka dalam sebuah "Pameran Kewirausahaan Kelas". Mereka mendesain kemasan sederhana, menetapkan harga simbolis, dan membuat poster yang menceritakan proses pembuatan produk mereka.
- Siswa dari kelompok lain dan guru memberikan umpan balik. Momen presentasi ini adalah puncak dari joyful learning sebuah perayaan atas kerja keras dan kreativitas.
- Refleksi dilakukan tidak hanya pada rasa produk, tetapi juga pada prosesnya: "Apa tantangan terbesar yang kalian hadapi?", "Bagaimana kalian mengatasi perbedaan pendapat dalam tim?", "Pelajaran hidup apa yang kalian ambil dari proyek ini?".
D. Asesmen yang Otentik: Memperhatikan Proses, Bukan Hanya Hasil
Modul ajar deep learning kurikulum merdeka memerlukan asesmen yang juga holistik.
- Jurnal Proses (Mindful Learning): Siswa mencatat pengamatan, perasaan, dan pemikiran mereka selama proses pembuatan. Jurnal tersebut mencerminkan perkembangan kesadaran dan metakognisi mereka.
- Portofolio (Meaningful Learning): Kumpulan dokumen yang mencakup hasil penelitian, sketsa kemasan, catatan percobaan, dan foto selama proses. Portofolio ini menggambarkan perjalanan belajar yang utuh.
- Penilaian Produk dan Presentasi (Joyful Learning): Rubrik yang menilai tidak hanya rasa dan penampilan produk, tetapi juga kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan argumen tentang nilai jual produk.
Download Modul Ajar Deep Learning Prakarya Pengolahan Kelas 9
Berikut modul ajar Prakarya Pengolahan kelas 9 fase D kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan deep learning:
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Kesimpulan
Modul ajar Prakarya Pengolahan kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka yang dirancang dengan pendekatan Deep Learning bukan hanya sekadar petunjuk teknis. Ia adalah peta untuk petualangan kognitif dan emosional untuk siswa. Melalui mindful learning, siswa diminta untuk menghargai setiap detail proses. Melalui meaningful learning, mereka menyadari hubungan antara apa yang dipelajari di kelas dengan dunia di sekitar mereka. Dan melalui joyful learning, motivasi intrinsik mereka terus dirangsang, menjadikan belajar sebagai aktivitas yang dinantikan.
Pada intinya, tujuan utama kita bukan sekadar menghasilkan koki atau pebisnis kuliner yang terampil. Namun, kita ingin membentuk generasi yang peka, berpikir kritis, dan inovatif dalam menghadapi isu-isu terkait pangan di lingkungan mereka. Generasi yang mampu melakukan masakan, tetapi juga mengerti "makna" dari pengalaman belajar yang mendalam dan berarti. Inilah hakikat sejati dari kurikulum merdeka.
