Soal HOTS Pendidikan Pancasila Kelas 6 Gotong Royong

Berikut adalah soal HOTS Pendidikan Pancasila kelas 6 SD/MI kurikulum merdeka, dengan tujuan pembelajaran:
  • Memahami makna gotong royong untuk menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dan sekitar.
  • Menyajikan contoh praktik gotong royong di lingkungan sekitar.
  • Mempraktikkan gotong royong sebagai wujud bela negara di lingkungan sekitar
Pendidikan Pancasila Kelas 6 Menjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong Royong

Contoh Soal HOTS Pendidikan Pancasila Kelas 6 tentang Menjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong Royong

Soal Pertama

Stimulus Teks:

Di Desa Penggilingan, terdapat sebuah tradisi yang telah dijalankan turun-temurun sejak zaman nenek moyang, yaitu tradisi "Munggahan". Tradisi ini dilakukan setiap menjelang bulan suci Ramadan atau sebelum musim panen raya tiba. Pada awalnya, tradisi ini adalah wujud syukur masyarakat agraris atas hasil panen dan doa bersama supaya terhindar dari bencana. Kegiatan ini diisi dengan membersihkan desa, memperbaiki jalan, dan menyembelih hewan ternak untuk dimasak bersama. Semangat kebersamaan inilah yang kemudian dikenal sebagai gotong royong.

Seiring berjalannya waktu, tradisi Munggahan tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi telah menjadi budaya yang mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari warga Desa Penggilingan. Mereka menyadari bahwa pekerjaan berat akan terasa ringan jika dikerjakan bersama-sama. Contohnya, ketika ada warga yang sedang membangun rumah, tetangga akan datang membantu tanpa diupah, cukup dengan menyediakan makanan dan minuman. Kegiatan kerja bakti membersihkan selokan setiap hari Minggu pagi juga selalu diikuti oleh seluruh warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Di lingkungan sekolah, semangat gotong royong juga terus dipupuk. Para murid kelas 6 SDN Penggilingan terbiasa membersihkan kelas bersama, membantu teman yang kesulitan dalam pelajaran, dan mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana alam. Mereka belajar bahwa dengan saling membantu, suasana sekolah menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Guru-guru pun memberikan contoh dengan bekerja sama dalam mengembangkan kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini membuat SDN Penggilingan dikenal sebagai sekolah yang rukun dan berprestasi.

Gotong royong adalah kepribadian bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan. Nilai-nilai luhur seperti kekeluargaan, musyawarah, dan tolong-menolong terkandung di dalamnya. Dengan semangat gotong royong, persatuan dan kesatuan bangsa akan tetap kokoh. Oleh karena itu, generasi muda mempunyai tanggung jawab untuk memahami sejarah dan mengamalkan nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat.

A. Soal Pilihan Ganda (5 Soal)

1. Tradisi gotong royong di Desa Penggilingan pada awalnya dilakukan sebagai bentuk...
A. Rasa syukur atas panen 
B. Ajang perlombaan desa
C. Kegiatan olahraga bersama
D. Pesta ulang tahun desa

2. Berdasarkan teks, manfaat utama dari kegiatan gotong royong di Desa Penggilingan adalah...
A. Mendapatkan hadiah dari pemerintah
B. Pekerjaan berat terasa ringan
C. Meningkatkan persaingan antar warga
D. Menghabiskan waktu liburan

3. Jika di lingkungan sekolahmu tidak ada jadwal piket kebersihan, sikap gotong royong yang paling tepat adalah...
A. Membiarkan kelas kotor
B. Menunggu perintah guru
C. Mengajak teman membersihkan kelas sukarela
D. Melaporkan kepada kepala sekolah

4. Perhatikan pernyataan berikut:
1) Membersihkan selokan desa
2) Membantu korban bencana alam
3) Membangun rumah tetangga
4) Menyembelih hewan ternak
5) Mengikuti lomba cerdas cermat
Dari pernyataan di atas, yang merupakan contoh kegiatan gotong royong di lingkungan masyarakat berdasarkan teks ditunjukkan oleh nomor...
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 5
C. 2, 4, dan 5
D. 1, 2, dan 3 

5. Urutan sejarah perkembangan gotong royong di Desa Penggilingan yang benar adalah...
A. Budaya mengakar – ritual tahunan – wujud syukur
B. Ritual tahunan – wujud syukur – budaya mengakar
C. Wujud syukur – ritual tahunan – budaya mengakar
D. Budaya mengakar – wujud syukur – ritual tahunan

B. Soal Menjodohkan (5 Soal)

Jodohkan pernyataan di kolom A dengan jawaban yang tepat di kolom B!
Kolom A Kolom B
1. Tradisi gotong royong di Desa Penggilingan A. Semangat kebersamaan
2. Akibat dari tidak adanya gotong royong B. Mengandung nilai kekeluargaan
3. Makna utama dari kegiatan gotong royong C. Munggahan
4. Nilai luhur yang terkandung dalam gotong royong D. Persatuan dan kesatuan
5. Tujuan akhir dari semangat gotong royong E. Pekerjaan menjadi berat
F. Membersihkan selokan sekolah

Kunci Jawaban:
  1. C
  2. E
  3. A
  4. B
  5. D

C. Soal Benar atau Salah (5 Soal)

Berilah tanda centang (✓) pada kolom Benar atau Salah pada setiap pernyataan!
Pernyataan Benar Salah
1. Tradisi Munggahan di Desa Penggilingan hanya dilakukan saat musim panen tiba.
2. Gotong royong dapat mempererat hubungan persaudaraan antar warga.
3. Contoh gotong royong di sekolah adalah membantu teman yang kesulitan belajar.
4. Jika semua warga malas bergotong royong, desa akan menjadi maju dan sejahtera.
5. Generasi muda tidak perlu melestarikan gotong royong karena itu tugas orang tua.

D. Soal Pilihan Ganda Kompleks (5 Soal)

Petunjuk: Pilihlah dua jawaban yang benar dari setiap soal!

1. Berikut yang merupakan kegiatan gotong royong di lingkungan sekolah adalah...
A. Membantu korban banjir
B. Membersihkan ruang kelas bersama
C. Menyembelih hewan kurban
D. Mengadakan kerja bakti di halaman sekolah

2. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kegiatan gotong royong adalah...
A. Individualisme
B. Persaingan
C. Kekeluargaan
D. Tolong-menolong

3. Dampak positif dari semangat gotong royong di masyarakat adalah...
A. Masyarakat menjadi malas 
B. Terjadi perpecahan antar warga
C. Pekerjaan menjadi lebih cepat selesai
D. Hubungan antar warga menjadi lebih akrab 

4. Sikap yang mencerminkan gotong royong dalam menjaga persatuan di sekolah adalah...
A. Mengerjakan tugas piket sendiri
B. Membully teman yang berbeda suku
C. Mengajak teman berdiskusi kelompok
D. Menghormati teman yang sedang beribadah

5. Urutan kegiatan dalam tradisi Munggahan di Desa Penggilingan adalah...
A. Memperbaiki jalan 
B. Membersihkan desa
C. Mengadakan lomba balap karung
D. Menonton pertunjukan wayang

E. Soal Essay (2 Soal)

  1. Jelaskan bagaimana sejarah dan makna gotong royong di Desa Penggilingan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakatnya hingga saat ini! Berikan minimal 3 contoh pengaruhnya!
  2. Bayangkan kamu adalah seorang ketua kelas. Buatlah sebuah rancangan kegiatan gotong royong yang dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan di kelasmu. Jelaskan tujuan, kegiatan yang akan dilakukan, dan siapa saja yang terlibat!
Kunci Jawaban:
  1. Sejarah gotong royong di Desa Penggilingan berawal dari tradisi "Munggahan" yang dilakukan sebagai wujud syukur atas hasil panen dan doa bersama. Maknanya adalah kebersamaan dan saling tolong-menolong. Pengaruh sejarah dan makna ini terhadap kehidupan masyarakat hingga saat ini sangat besar, di antaranya:
    • Pekerjaan berat menjadi ringan dan cepat selesai: Masyarakat terbiasa bahu-membahu, seperti ketika membantu membangun rumah tetangga tanpa dibayar, sehingga biaya dan tenaga lebih efisien.
    • Terciptanya kerukunan dan keakraban antar warga: Kegiatan rutin seperti kerja bakti membersihkan selokan atau memasak bersama membuat hubungan sosial antar warga menjadi hangat dan tidak mudah terjadi konflik.
    • Terbentuknya kepribadian yang peduli dan tanggap: Masyarakat menjadi peka terhadap kesulitan orang lain, terbukti dengan adanya kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana dan semangat membantu sesama tanpa membeda-bedakan.
  2. Sebagai ketua kelas, saya akan merancang kegiatan "Hari Bersih dan Asri" yang dikombinasikan dengan lomba kebersihan antar kelompok.
    • Tujuan Kegiatan:
      • Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan kelas.
      • Melatih kerja sama tim dan solidaritas antar murid.
      • Menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat.
    • Kegiatan yang Akan Dilakukan:
      • Kerja Bakti Massal: Membersihkan seluruh area kelas (mengepel lantai, membersihkan kipas angin, merapikan rak buku, dan membersihkan taman kecil di depan kelas).
      • Lomba Dekorasi: Membuat hiasan dinding dari barang bekas secara berkelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari murid yang berbeda suku atau agama supaya saling mengenal.
      • Makan Bersama: Di akhir kegiatan, semua murid membawa makanan dari rumah dan makan bersama sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.
    • Pihak yang Terlibat:
      • Seluruh murid di kelas saya (kurang lebih 30 orang), wali kelas sebagai pembimbing, dan beberapa orang tua murid yang bersedia membantu menyediakan konsumsi.

Selanjutnya ke soal kedua

Soal Kedua

Stimulus Cerita:

Kebersihan untuk Kemerdekaan

Di Desa Tanggul, lingkungan sekolah dan sekitarnya seringkali terlihat kumuh karena banyak sampah berserakan, terutama di area pasar dan sungai kecil di belakang sekolah. Melihat kondisi ini, Bu Upi, guru Pendidikan Pancasila kelas 6, mengajak para muridnya untuk memaknai Hari Kemerdekaan dengan aksi nyata. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari cinta tanah air dan wujud bela negara di era modern. Para murid pun menyambut antusias ide untuk mengadakan kerja bakti besar-besaran.

Pada hari Sabtu pagi, seluruh murid kelas 6 bersama warga sekitar bergotong royong membersihkan area pasar dan sungai. Mereka terbagi dalam beberapa regu. Regu A bertugas menyapu dan mengumpulkan sampah di pasar, Regu B bertugas mengangkut sampah menggunakan gerobak, Regu C bertugas membersihkan aliran sungai dari sampah plastik, dan Regu D bertugas menyemprotkan disinfektan ke tempat-tempat umum. Kerja sama yang solid terlihat saat mereka saling bergantian tugas dan berbagi peralatan. Pak RT setempat bahkan menyediakan makanan dan minuman untuk menyemangati para relawan.

Setelah berjam-jam bekerja keras, hasilnya sangat memuaskan. Pasar menjadi lebih bersih dan nyaman untuk berbelanja, aliran sungai kembali lancar, dan lingkungan sekitar terasa lebih asri. Melalui kegiatan ini, para murid tidak hanya belajar tentang kebersihan, tetapi juga merasakan langsung bagaimana kekompakan dan partisipasi aktif dalam gotong royong dapat menciptakan perubahan nyata. Mereka menyadari bahwa membela negara tidak harus dengan angkat senjata, tetapi bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama-sama demi kebaikan bersama.

A. 5 Soal Pilihan Ganda

1. Berdasarkan cerita, apa tujuan utama Bu Upi mengajak muridnya kerja bakti?
a. Memperingati hari kemerdekaan
b. Menyenangkan hati warga
c. Menghabiskan bekal makanan
d. Mendapatkan pujian dari Pak RT

2. Urutan kegiatan gotong royong yang dilakukan warga Desa Tanggul yang benar adalah...
a. Membersihkan pasar – membersihkan sungai – menyemprot disinfektan – mengangkut sampah
b. Membersihkan sungai – mengangkut sampah – membersihkan pasar – menyemprot disinfektan
c. Mengangkut sampah – membersihkan sungai – menyemprot disinfektan – membersihkan pasar
d. Membersihkan pasar – mengangkut sampah – membersihkan sungai – menyemprot disinfektan

3. Kegiatan gotong royong di Desa Tanggul mencerminkan pengamalan sila ke...
a. Satu (Ketuhanan)
b. Dua (Kemanusiaan)
c. Tiga (Persatuan Indonesia)
d. Empat (Kerakyatan)

4. Jika seorang murid tidak dapat hadir dalam gotong royong, sikap terbaik yang sesuai dengan semangat persatuan adalah...
a. Menerima sanksi tegas dari guru
b. Menggantinya dengan menyumbang uang
c. Tetap membantu semampunya di lain waktu
d. Tidak perlu memikirkan kegiatan tersebut

5. Gotong royong membersihkan sungai adalah wujud bela negara karena...
a. Membuat sungai terlihat indah
b. Mencegah terjadinya bencana banjir
c. Mengharumkan nama desa di media sosial
d. Membangun persatuan dan menjaga lingkungan

B. 5 Soal Menjodohkan

Petunjuk: Pasangkanlah pernyataan di sebelah kiri dengan jawaban yang tepat di sebelah kanan!
Pernyataan Pilihan Jawaban
1. Tugas Regu A dalam kerja bakti. A. Menyemprotkan disinfektan
2. Tugas Regu D dalam kerja bakti. B. Menyediakan makanan
3. Yang dilakukan Pak RT untuk mendukung. C. Mengangkut sampah
4. Dampak positif dari kerja bakti di pasar. D. Membersihkan sungai
5. Tugas Regu C dalam kerja bakti. E. Pasar menjadi bersih dan nyaman
F. Menyapu dan mengumpulkan sampah

Kunci Jawaban:
  1. F
  2. A
  3. B
  4. E
  5. D

C. 5 Soal Benar atau Salah

Petunjuk: Berilah tanda centang (✓) pada kolom Benar atau Salah pada setiap pernyataan berdasarkan cerita!
Pernyataan Benar Salah
1. Kerja bakti di Desa Tanggul hanya diikuti oleh murid kelas 6.
2. Regu A bertugas untuk mengangkut sampah menggunakan gerobak.
3. Semangat gotong royong di Desa Tanggul dapat menciptakan lingkungan yang lebih asri.
4. Menjaga kebersihan lingkungan bukanlah termasuk bentuk bela negara.
5. Bu Upi mengajak kerja bakti untuk memperingati Hari Pahlawan.

D. 5 Soal Pilihan Ganda Kompleks

Pilihlah dua jawaban yang paling tepat!

1. Berdasarkan cerita, pernyataan yang benar tentang pelaksanaan gotong royong di Desa Tanggul adalah....
A. Hanya murid kelas 6 yang terlibat
B. Pak RT melarang kegiatan tersebut
C. Warga sekitar ikut berpartisipasi aktif
D. Terdapat empat regu dengan tugas berbeda

2. Nilai persatuan dalam cerita ditunjukkan oleh perilaku....
A. Murid saling bertukar tugas dengan sukarela
B. Regu A bekerja paling cepat tanpa bantuan.
C. Warga menyediakan konsumsi untuk semua relawan
D. Pak RT hanya menyemangati regu favoritnya.

3. Manfaat nyata yang dirasakan warga setelah gotong royong adalah....
A. Pasar menjadi lebih sepi pengunjung.
B. Aliran sungai menjadi lebih lancar.
C. Lingkungan terasa lebih asri dan nyaman.
D. Semua murid mendapat hadiah uang.

4. Bentuk bela negara yang dapat dilakukan murid melalui kegiatan ini adalah....
A. Ikut serta dalam kerja bakti lingkungan.
B. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
C. Membeli makanan di pasar setiap hari.
D. Mengumpulkan sumbangan untuk guru.

5. Tentang urutan tugas regu dalam gotong royong, pernyataan yang benar adalah....
A. Regu A bertugas menyapu dan mengumpulkan sampah di pasar.
B. Regu B bertugas mengangkut sampah menggunakan gerobak.
C. Regu C bertugas menyemprotkan disinfektan ke tempat umum.
D. Regu D bertugas membersihkan aliran sungai dari sampah.

E. 2 Soal Essay

  1. Berdasarkan cerita "Kebersihan untuk Kemerdekaan", analisislah bagaimana kegiatan gotong royong tersebut dapat dikatakan sebagai wujud bela negara! Berikan minimal 3 alasan berdasarkan teks dan pengetahuanmu!
  2. Jika kamu menjadi salah satu ketua regu dalam kegiatan gotong royong di Desa Tanggul, tetapi ada beberapa anggota regumu yang malas dan tidak fokus bekerja. Jelaskan langkah-langkah apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi hal tersebut supaya tetap terjalin persatuan dan kegiatan berjalan lancar!
Kunci Jawaban:

1. Contoh Jawaban:
  • Alasan 1: Kegiatan tersebut dilakukan untuk kepentingan bersama (masyarakat) dan lingkungan, bukan untuk kepentingan pribadi. (Sesuai teks: membersihkan area pasar dan sungai yang kumuh).
  • Alasan 2: Kegiatan tersebut membangun persatuan dan kesatuan antarwarga dan murid, yang merupakan modal utama kekuatan bangsa. (Sesuai teks: kerja sama solid, saling bergantian tugas).
  • Alasan 3: Menjaga lingkungan (keberlanjutan sumber daya alam) adalah bagian dari menjaga kekayaan negara dari kerusakan. (Sesuai teks: aliran sungai kembali lancar dan lingkungan asri).
  • Alasan Lain: Bela negara di era modern tidak hanya dengan perang, tetapi dengan aksi nyata menjaga nama baik dan kelestarian negara.
2. Contoh Jawaban:
  • Langkah 1 (Pendekatan Personal): Ajak mereka berbicara secara baik-baik dan bertanya apakah mereka merasa tidak enak badan atau ada masalah, sehingga kita bisa mencari solusi bersama.
  • Langkah 2 (Motivasi): Beri pengertian tentang pentingnya kegiatan ini bagi lingkungan dan bagaimana peran mereka sangat dibutuhkan oleh regu (menumbuhkan rasa mempunyai/tanggung jawab).
  • Langkah 3 (Memberi Contoh): Menunjukkan semangat bekerja terlebih dahulu supaya mereka termotivasi untuk mengikuti (keteladanan).
  • Langkah 4 (Membagi Tugas Ringan): Jika mereka benar-benar kelelahan, tawarkan untuk bertukar tugas dengan anggota lain atau beristirahat sejenak, lalu mengajak mereka bergabung lagi. (Mengutamakan kebersamaan tanpa paksaan).