Soal HOTS IPAS Kelas 6 Kearifan Lokal Warisan Leluhur

Berikut adalah soal HOTS IPAS kelas 6 SD/MI kurikulum merdeka, dengan tujuan pembelajaran:
  • Menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah setempat.
Soal HOTS Kelas 6 SD/MI IPAS: Kearifan Lokal Warisan Leluhur

Contoh Soal HOTS IPAS Kelas 6 tentang Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa

Soal Pertama

Stimulus Teks: 

"Kearifan Lokal Desa Sukamulya"

Desa Sukamulya terletak di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta. Masyarakatnya hidup rukun meskipun berasal dari tiga suku berbeda: Jawa, Sunda, dan Bali. Mereka masih mempertahankan berbagai tradisi. Setiap tahun, warga mengadati Sedekah Bumi sebagai wujud syukur atas hasil panen. Selain itu, tradisi Rebo Wekasan (Rabu terakhir bulan Safar) juga dilakukan dengan membersihkan desa dan menggelar doa bersama. Warga keturunan Bali tetap menjalankan upacara Melasti di sungai terdekat.

Filosofi Sedekah Bumi mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam. Sebelum panen, mereka menggelar tumpeng (nasi berbentuk gunung) yang melambangkan rasa syukur dan harapan. Sementara itu, tradisi Ngubek Padi adalah membuka lumbung padi bersama, melambangkan tolong-menolong dan menghindari sifat kikir. Melasti mengandung filosofi penyucian diri dan alam, mengingatkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Warga percaya bahwa tradisi ini menjaga mereka dari bencana alam.

Kearifan lokal di Desa Sukamulya antara lain sistem subak untuk mengairi sawah secara adil, larangan menebang pohon kayon (pohon besar di hutan) yang dianggap menjaga mata air, dan gotong royong membangun rumah ibadah. Masyarakat juga masih melestarikan wayang kulit dengan lakon lokal. Mereka secara rutin mengadakan pertunjukan tari topeng dan reog. Setiap kepala keluarga wajib ikut ronda malam yang disebut siskamling.

Keberagaman budaya ini terus dirawat melalui pendidikan keluarga dan perayaan hari besar bersama. Generasi muda diajarkan menari tari jathilan, membuat batik jumputan, dan memasak gudeg serta sate lilit. Ada juga tradisi bersih desa yang diikuti semua suku. Warga setempat bangga bahwa kearifan lokal mereka diminati wisatawan. Namun, mereka tetap memegang nilai-nilai luhur seperti tepa selira (tenggang rasa) dan ruruh (rendah hati).

A. Pilihan Ganda (5 soal)

1. Berdasarkan teks, tradisi yang dilakukan masyarakat keturunan Bali di Desa Sukamulya adalah....
A. Sedekah Bumi
B. Melasti
C. Rebo Wekasan
D. Ngubek Padi

2. Filosofi dari tumpeng dalam tradisi Sedekah Bumi adalah....
A. sebagai tempat sesaji roh halus
B. alat untuk memanggil hujan
C. tanda permusuhan antar warga
D. lambang rasa syukur dan harapan 

3. Makna kearifan lokal larangan menebang pohon kayon di hutan adalah....
A. supaya kayu tidak langka
B. supaya pohon berbuah lebat
C. untuk menjaga sumber mata air
D. karena pohon itu keramat

4. Perhatikan kegiatan-kegiatan berikut!
(1) Membuka lumbung bersama
(2) Berdoa bersama
(3) Membagikan hasil padi
(4) Menyimpan kembali sisa padi
Urutan yang benar dalam prosesi Ngubek Padi adalah....
A. (2)-(3)-(4)-(1)
B. (2)-(1)-(3)-(4)
C. (3)-(1)-(2)-(4)
D. (4)-(2)-(1)-(3)

5. Berdasarkan teks, nilai gotong royong yang paling kuat tampak dalam kegiatan....
A. membangun rumah ibadah 
B. menari jathilan sendiri
C. membuat batik jumputan
D. mengikuti ronda malam

B. Menjodohkan (5 soal)

Petunjuk: Jodohkan pernyataan di kolom A dengan jawaban yang tepat di kolom B!
Kolom A Kolom B
1. Tradisi membersihkan desa pada Rabu terakhir bulan Safar a. Sedekah Bumi
2. Kearifan lokal pengaturan air sawah secara adil b. Melasti
3. Tradisi membuka lumbung padi bersama c. Tepa selira
4. Sikap tenggang rasa dalam budaya Jawa d. Subak
5. Upacara penyucian diri di sungai dari agama Hindu e. Ngubek Padi
f. Rebo Wekasan

Kunci Jawaban:
  1. f
  2. d
  3. e
  4. b
  5. c

C. Benar/Salah (5 soal)

Petunjuk: Berilah tanda centang (✓) pada kolom Benar atau Salah pada setiap pernyataan berdasarkan teks!
Pernyataan Benar Salah
1. Rebo Wekasan dilaksanakan pada hari Kamis terakhir bulan Safar.
2. Tari topeng dan reog masih dilestarikan di Desa Sukamulya.
3. Sistem subak berasal dari budaya Sunda.
4. Filosofi Melasti mengingatkan bahwa air adalah sumber kehidupan.
5. Nilai "ruruh" berarti tinggi hati.

D. Pilihan Ganda Kompleks (5 soal)

Petunjuk: Pilihlah dua jawaban yang paling tepat dari setiap soal!

1. Tradisi yang masih dipertahankan masyarakat Desa Sukamulya adalah....
A. Melasti di sungai
B. Halloween di malam hari
C. Sedekah Bumi setiap tahun
D. Natal bersama di gereja

2. Berikut yang termasuk kearifan lokal di Desa Sukamulya adalah....
A. sistem subak
B. larangan menebang kayon
C. tebang pohon sembarangan
D. membuang sampah di sungai

3. Nilai filosofi dari tradisi Ngubek Padi adalah....
A. tolong-menolong
B. menghindari sifat kikir
C. pamer kekayaan
D. mengabaikan sesama

4. Urutan yang benar dalam pelaksanaan Sedekah Bumi (pilih dua langkah awal yang tepat) adalah....
A. membuang sesaji ke laut
B. langsung panen raya
C. berdoa bersama
D. menggelar tumpeng 

5. Dampak positif keberagaman budaya di Desa Sukamulya adalah....
A. menimbulkan perpecahan
B. meningkatkan kunjungan wisatawan 
C. memperkaya kesenian lokal
D. menghilangkan budaya asli

E. Essay (2 soal)

  1. Jelaskan makna kearifan lokal "tepa selira" dan "ruruh" yang disebutkan dalam teks. Berikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di desa tersebut! 
  2. Menurut pendapatmu, mengapa generasi muda perlu diajari menari jathilan, membatik, dan memasak makanan tradisional? Hubungkan dengan upaya melestarikan warisan budaya!
Kunci Jawaban:

Soal 1:
  • Menjelaskan tepa selira (tenggang rasa)
  • Menjelaskan ruruh (rendah hati)
  • Memberikan contoh konkret dari cerita (misal: gotong royong, menghormati upacara suku lain)
Soal 2:
  • Alasan pewarisan budaya (supaya tidak punah, identitas bangsa)
  • Hubungan dengan pelestarian (generasi muda sebagai penerus)
Selanjutnya ke soal kedua

Soal Kedua

Stimulus Teks:

Desa Makmur dan Kearifan Lokal

Desa Makmur di lereng Gunung Bromo mempunyai beragam kearifan lokal yang dijaga turun-temurun. Tradisi "Ngayah" adalah gotong royong murni tanpa pamrih, misalnya membangun balai desa atau membersihkan sumber air. Tradisi "Mepamit" mengharuskan warga meminta izin kepada tetua adat sebelum bepergian jauh sebagai wujud hormat dan menjaga hubungan sosial. Selain itu, "Rembug warga" (musyawarah) selalu dilakukan untuk mengambil keputusan bersama, seperti menentukan jadwal panen atau menyelesaikan sengketa tanah.

Di desa ini hidup masyarakat dari suku Jawa, Madura, dan Tionghoa serta pemeluk agama Islam, Kristen, dan Hindu. Setiap tahun diadakan "Lomban" , yaitu sedekah laut yang diikuti seluruh warga tanpa memandang latar belakang. Mereka bersama-sama menghias perahu, mendoakan leluhur, dan membagikan hasil bumi. Nilai persatuan sangat kuat melalui tradisi "Jaga Kampung" , yakni ronda malam yang melibatkan remaja hingga orang tua secara bergiliran. Musyawarah juga digunakan untuk menyelesaikan konflik antarwarga, misalnya saat terjadi perbedaan pendapat tentang penggunaan lahan.

Namun, modernisasi mulai menggerus minat generasi muda. Banyak remaja lebih memilih bermain gawai daripada ikut Ngayah atau Jaga Kampung. Pak Lurah bersama tokoh adat mengajak mereka terlibat aktif melalui lomba cerdas cermat budaya dan membuat konten media sosial tentang tradisi desa. Dengan semangat persatuan, warga sepakat memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kegiatan karang taruna. Hasilnya, partisipasi pemuda meningkat dan desa semakin rukun.

A. Pilihan Ganda (5 Soal)

1. Tradisi gotong royong di Desa Makmur disebut…
a. Lomban
b. Mepamit
c. Ngayah
d. Jaga Kampung

2. Urutan kegiatan dalam musyawarah (Rembug warga) yang benar adalah…
a. Voting – diskusi – gotong royong
b. Diskusi – pemaparan – gotong royong
c. Kesepakatan – musyawarah – evaluasi
d. Pemaparan masalah – diskusi – kesepakatan 

3. Jika tradisi Jaga Kampung ditinggalkan, yang paling mungkin terjadi adalah…
a. Desa semakin maju
b. Keamanan desa menurun
c. Warga lebih kompak
d. Tradisi lain meningkat

4. Nilai kearifan lokal yang paling sesuai untuk menyelesaikan perbedaan pendapat adalah…
a. Musyawarah 
b. Gotong royong
c. Individualisme
d. Eksklusivisme

5. Cara terbaik melestarikan tradisi Ngayah di era modern adalah…
a. Melarang gawai sepenuhnya
b. Memaksa anak muda ikut
c. Melibatkan pemuda secara kreatif
d. Mengganti dengan tradisi baru

B. Menjodohkan (5 Soal)

Petunjuk: Jodohkan pernyataan di kolom A dengan jawaban yang tepat di kolom B!
Kolom A Kolom B
1. Nilai utama dalam tradisi Mepamit a. Ngayah
2. Tradisi menjaga keamanan desa b. Kompetisi
3. Kegiatan sedekah laut bersama warga c. Rembug warga
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat d. Hormat kepada leluhur
5. Gotong royong membangun fasilitas umum e. Jaga Kampung
f. Lomban

Kunci Jawaban:
  1. D
  2. E
  3. F
  4. C
  5. A

C. Benar atau Salah (5 Soal)

Petunjuk: Berilah tanda centang (✓) pada kolom Benar atau Salah pada setiap pernyataan!
Pernyataan Benar Salah
1. Tradisi Ngayah dilakukan secara individu tanpa bantuan orang lain.
2. Mepamit adalah tradisi pamit kepada tetua adat sebelum bepergian jauh.
3. Ronda malam (Jaga Kampung) hanya diikuti oleh warga laki-laki dewasa.
4. Rembug warga dapat mencegah perpecahan karena semua pendapat didengar.
5. Modernisasi selalu berdampak buruk terhadap kearifan lokal.

D. Pilihan Ganda Kompleks (5 Soal)

Petunjuk: Pilihlah dua jawaban yang paling benar pada setiap soal.

1. Manakah nilai kearifan lokal yang dapat menjaga persatuan dalam keberagaman?
a. Gotong royong
b. Individualisme
c. Musyawarah
d. Eksklusivisme

2. Dampak positif dari penerapan tradisi Rembug warga adalah…
a. Mengurangi konflik antarwarga
b. Meningkatkan rasa kebersamaan
c. Memunculkan golongan mayoritas
d. Menghilangkan perbedaan pendapat

3. Tradisi asli Desa Makmur yang disebut dalam teks adalah…
a. Sekaten
b. Ngayah 
c. Lomban
d. Kasada

4. Urutan langkah yang tepat dalam tradisi Ngayah (gotong royong membangun) adalah…
(1) Menentukan jadwal
(2) Membawa alat kerja
(3) Bekerja bersama di lokasi
(4) Makan bersama setelah selesai
Pasangan urutan yang benar ditunjukkan oleh…
a. (1) kemudian (2)
b. (2) kemudian (4)
c. (3) kemudian (1)
d. (2) kemudian (3)

5. Cara efektif mengajak generasi muda melestarikan tradisi di era digital adalah…
a. Melarang penggunaan gawai
b. Membuat konten media sosial tentang tradisi
c. Mengadakan lomba cerdas cermat budaya
d. Menghapus tradisi yang dianggap kuno

E. Essay (2 Soal)

  1. Jelaskan bagaimana tradisi Rembug warga dapat mencegah perpecahan dalam masyarakat yang beragam suku dan agama di Desa Makmur! Berikan minimal dua alasan disertai contoh dari teks!
  2. Jika kamu menjadi ketua adat di Desa Makmur, apa yang akan kamu lakukan untuk memadukan tradisi lokal (misalnya Ngayah atau Jaga Kampung) dengan perkembangan teknologi tanpa menghilangkan nilai persatuan? Tuliskan dua strategi konkret dan jelaskan alasannya!
Kunci Jawaban Essay:
  1. Rembug warga mencegah perpecahan karena (a) semua warga mempunyai hak bicara yang sama, sehingga tidak ada kelompok yang merasa terdiskriminasi, contoh saat menentukan jadwal panen semua suku diundang; (b) keputusan diambil secara mufakat, bukan voting, sehingga tidak ada pihak yang kalah atau tersingkir, contoh penyelesaian sengketa tanah.
  2. Strategi: (a) Membuat aplikasi desa untuk penjadwalan ronda Jaga Kampung secara digital supaya pemuda tertarik, tetapi tetap ada pertemuan fisik untuk koordinasi; (b) Mengadakan lomba video pendek tentang Ngayah yang diunggah ke media sosial, dengan hadiah menarik, sehingga generasi muda melestarikan melalui kreativitas. Alasan: Teknologi menjadi daya tarik, tetapi inti kebersamaan tetap dipertahankan.