Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 5 MI

Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tidak hanya merupakan pelajaran untuk mengingat nama-nama tokoh, tahun-tahun peristiwa, atau tempat-tempat bersejarah. Sejarah Kebudayaan Islam lebih dari itu, berfungsi sebagai cara untuk memahami perjalanan panjang peradaban Islam yang penuh dengan nilai-nilai, teladan, dan kebijaksanaan. Di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, SKI kelas 5 menjadi elemen penting dalam pembentukan identitas keislaman para siswa.

Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 5

Pada usia ini, anak-anak berada dalam periode emas untuk membangun karakter. Mereka mulai mampu berpikir secara logis sederhana, meniru figur yang menjadi teladan, dan menyerap nilai-nilai moral dengan cepat. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam seharusnya tidak kering dan membosankan, tetapi harus hidup, hangat, dan menyentuh perasaan. Di sinilah pentingnya modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 5 MI yang dibuat secara sadar, terencana, dan kaya akan nilai kasih sayang.

Kurikulum Berbasis Cinta Cinta dalam Pendidikan Madrasah

Makna dari Kurikulum Berbasis Cinta oleh Cinta

Kurikulum berbasis cinta (KBC) adalah pendekatan pendidikan yang menjadikan cinta sebagai inti dari pembelajaran. Cinta dalam hal ini bukan hanya sekadar perasaan, tetapi juga sikap yang sadar untuk menghargai, merawat, dan menumbuhkan kebaikan dalam diri siswa.

Dalam kurikulum tersebut, guru mengajar dengan empati, siswa belajar dengan sepenuh hati, dan materi diajarkan dengan makna yang mendalam.

Keterkaitan Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendidikan Islam

Islam merupakan agama yang mengedepankan nilai cinta. Prinsip utama adalah rahmatan lil 'alamin. Oleh karena itu, kurikulum berbasis cinta sangat relevan untuk diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah, termasuk dalam pembelajaran SKI kelas 5.

Panca Cinta sebagai Dasar Filosofis

Definisi dan Asal Usul Konsep Panca Cinta

Panca Cinta adalah lima nilai cinta dasar yang menjadi landasan dalam pendidikan di madrasah, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul, cinta pada diri sendiri, cinta terhadap sesama, cinta kepada ilmu, dan cinta kepada negara serta lingkungan.

Hubungan Panca Cinta dengan Dimensi Profil Lulusan

Nilai-nilai Panca Cinta sejalan dengan karakter siswa yang diharapkan, yakni keimanan dan ketakwaan, kolaborasi, kewargaan, penalaran kritis, serta kemandirian.

Mengintegrasikan Panca Cinta dalam Modul Ajar KBC SKI Kelas 5

Modul ajar KBC SKI kelas 5 MI yang berlandaskan Panca Cinta merupakan inti dari penerapan kurikulum yang berbasis cinta. Pengintegrasian tersebut tidak dilakukan secara simbolis atau hanya menambahkan jargon nilai, tetapi dilakukan secara sistematis dan operasional dalam semua komponen modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC). Dengan cara tersebut, nilai-nilai Panca Cinta benar-benar terwujud dalam kegiatan pembelajaran dan dirasakan oleh siswa.

Secara konseptual, pengintegrasian Panca Cinta bertujuan menjadikan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tidak hanya berfokus pada penguasaan materi sejarah, tetapi juga pada pembentukan sikap, karakter, dan kesadaran moral siswa. Sejarah Islam yang diajarkan tidak sebatas cerita masa lalu, tetapi menjadi cermin nilai yang relevan untuk kehidupan sehari-hari anak. Dalam konteks ini, modul ajar KBC kelas 5 berperan sebagai alat strategis untuk menghubungkan pengetahuan historis dengan pembinaan karakter yang berbasis cinta.

Integrasi Nilai Panca Cinta dalam Tujuan Pembelajaran

Tahap awal pengintegrasian Panca Cinta dalam modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 5 MI dimulai dengan merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran tidak hanya dirumuskan dalam lingkup kognitif, seperti “memahami” atau “menjelaskan” peristiwa sejarah, tetapi juga mencakup ranah afektif dan perilaku. Contohnya, tujuan pembelajaran bisa dirumuskan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan Rasul melalui pemahaman terhadap teladan tokoh-tokoh Islam, atau menanamkan cinta antar sesama melalui pembelajaran tentang persaudaraan dan toleransi dalam sejarah Islam.

Dengan merumuskan tujuan seperti ini, guru mempunya petunjuk yang jelas bahwa setiap kegiatan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) seharusnya berfokus pada penanaman nilai Panca Cinta. Tujuan pembelajaran berfungsi sebagai pemandu untuk guru supaya tidak terjebak dalam pembelajaran yang hanya bersifat informatif.

Integrasi Nilai Panca Cinta dalam Materi Pembelajaran

Materi SKI kelas 5 MI mengandung banyak nilai-nilai mulia. Oleh sebab itu, integrasi Panca Cinta dalam materi dilakukan dengan memilih dan menekankan substansi yang relevan. Cerita mengenai perjuangan tokoh Islam, kemajuan peradaban, dan perubahan sosial umat Islam disajikan dengan perspektif nilai, bukan hanya sekadar urutan kejadian.

Sebagai contoh, saat membahas tokoh Islam, modul ajar KBC kelas 5 MI tidak hanya memberikan gambaran biografi, tetapi juga menekankan sikap mencintai ilmu, ketahanan iman, kepedulian terhadap orang lain, serta rasa cinta terhadap lingkungan dan masyarakat. Dengan cara ini, siswa diarahkan untuk meneladani nilai-nilai, bukan sekadar mengingat fakta-fakta.

Integrasi Nilai Panca Cinta dalam Kegiatan Pembelajaran

Integrasi Panca Cinta semakin jelas ketika nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Modul ajar KBC SKI kelas 5 mengajak penggunaan metode yang melibatkan partisipasi dan refleksi, seperti diskusi kelompok, bermain peran, bercerita, dan proyek sederhana. Kegiatan-kegiatan tersebut dibuat untuk memungkinkan siswa merasakan dan menerapkan nilai cinta dalam lingkungan belajar yang menyenangkan (Joyful Learning).

Sebagai contoh, setelah mempelajari kisah persaudaraan dalam sejarah Islam, siswa bisa diarahkan berdiskusi tentang penerapan sikap saling menghormati di dalam kelas. Kegiatan refleksi pada akhir pembelajaran juga menjadi momen penting bagi siswa untuk mengaitkan nilai Panca Cinta dengan pengalaman pribadi mereka.

Integrasi Nilai Panca Cinta dalam Asesmen dan Refleksi

Asesmen dalam modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 5 MI yang berlandaskan Panca Cinta tidak hanya menilai pemahaman materi, tetapi juga pertumbuhan sikap dan karakter siswa. Asesmen bisa dilakukan melalui pengamatan sikap, jurnal refleksi, atau tugas yang memotivasi siswa untuk menyatakan pemahaman nilai secara sederhana. Refleksi pembelajaran menjadi bagian yang penting untuk memperkuat nilai cinta yang telah diajarkan.

Dengan integrasi yang menyeluruh mulai dari tujuan, materi, kegiatan, hingga penilaian, Panca Cinta bukan lagi konsep yang abstrak, melainkan nilai nyata yang membentuk pengalaman belajar SKI kelas 5 MI dengan cara yang utuh dan bermakna.

Download Modul Ajar KBC SKI Kelas 5

Semester 1 (Ganjil)





Semester 2 (Genap)





Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) lainnya:







Kesimpulan

Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 5 MI yang berlandaskan Panca Cinta menjadi solusi untuk kebutuhan pembelajaran sejarah Islam yang berarti, humanis, dan berkarakter. Melalui modul ajar KBC kelas 5 ini, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tidak lagi sekadar pelajaran yang membutuhkan hafalan, melainkan menjadi tempat berkembangnya cinta, nilai, dan teladan bagi siswa.