Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Fikih Kelas 5 MI
Dalam lingkungan pendidikan dasar, terutama di Madrasah Ibtidaiyah (MI), pelajaran Fikih kelas 5 seringkali menghadapi stigma: dianggap sebagai subjek yang kaku, penuh hafalan, dan tampak jauh dari realitas kehidupan. Namun, sebenarnya, Fikih adalah ilmu yang mengajarkan cara untuk menyelaraskan semua aspek kehidupan dengan kehendak dan kasih sayang Allah Swt.
Untuk mengatasi isu tersebut dan memberikan pemahaman yang komprehensif, diperlukan pendekatan yang mampu mengubah pola pikir. Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 5 MI yang berlandaskan pada Panca Cinta dan deep learning muncul sebagai inovasi dalam pengajaran. Modul ajar KBC kelas 5 ini tidak sekadar fokus pada penyampaian pengetahuan normatif, tetapi lebih mengarah pada pengembangan karakter siswa supaya mencintai ajaran agama melalui pemahaman yang mendalam, penuh kasih, dan relevan dengan situasi kehidupan mereka.
Landasan Filosofis: Kurikulum Berbasis Cinta Berlandaskan Panca Cinta
Sebelum mendalami modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC), penting untuk mengenali dua konsep utama yang menjadi dasar. Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning adalah sebuah cara berpikir dalam pendidikan yang menjadikan cinta sebagai penggerak utama, atmosfer pembelajaran, dan tujuan akhir. Dalam konteks Fikih, cinta ini dipahami sebagai cinta kepada Allah (mahabbah fillah), yang diwujudkan dalam kepatuhan yang sadar (Mindful) dan penuh sukacita (Joyful), bukan karena paksaan. Aktivitas pembelajaran dibuat supaya siswa merasa dicintai, aman, dan dihormati, sehingga mereka bisa dengan leluasa mengeksplorasi ajaran agamanya.
Pendekatan tersebut kemudian dikuatkan oleh kerangka Panca Cinta, yang mencakup lima aspek cinta yang holistik:
- Cinta kepada Allah (Hubbun fillah): Pondasi dari segala cinta. Melihat hukum-hukum Fikih sebagai bentuk kasih dan petunjuk dari Allah, bukan sekadar perintah yang tanpa makna.
- Cinta kepada Rasulullah SAW (Hubbur Rasul): Mengikuti akhlak dan sunnah Nabi sebagai manifestasi cinta, sehingga pembelajaran Fikih terhubung dengan kisah hidup dan teladan beliau.
- Cinta kepada Ilmu Pengetahuan (Hubbul 'Ilmi): Mendorong rasa ingin tahu, kegembiraan, dan penghargaan dalam mempelajari aturan-aturan Islam, menjadikannya sebagai ilmu yang berbobot dan bermanfaat.
- Cinta kepada Sesama Manusia dan Alam Semesta (Hubbun Linnas wal 'Alam): Menyadari bahwa hukum-hukum Fikih mengenai kebersihan, interaksi sosial, dan ibadah mempunyai tujuan untuk menjaga keharmonisan dan kasih sayang antar manusia serta kelestarian lingkungan.
- Cinta kepada Tanah Air (Hubbul Wathon): Menghubungkan nilai-nilai Fikih dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan toleransi, sebagai kontribusi nyata untuk masyarakat.
Modul Ajar KBC Fikih Kelas 5: Dari Teori ke Praktik Cinta
Modul ajar KBC Fikih kelas 5 MI yang biasanya mencakup materi seperti Zakat, Infak, Sedekah, Kurban, Haji, dan Umrah mengalami penyesuaian penyampaian dengan menanamkan nilai-nilai Panca Cinta.
1. Aktivitas Pembelajaran
Modul ajar KBC kelas 5 ini kaya akan aktivitas yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman dan refleksi.
- Pembelajaran Thaharah: Tidak hanya terbatas pada praktik wudhu dan tayammum. Siswa diarahkan berdiskusi tentang "Mengapa Allah memerintahkan wudhu?". Melalui eksperimen kecil (misalnya mencuci tangan sebelum makan) dan studi hadis mengenai dosa-dosa yang dihapuskan dengan wudhu, siswa diminta untuk menyimpulkan bahwa wudhu adalah ungkapan cinta Allah yang ingin membersihkan kita secara lahir dan batin. Tayammum diajarkan dengan narasi mengenai cinta ilmu (hikmah di balik kemudahan) dan cinta lingkungan (memanfaatkan tanah dengan bijak).
- Pembelajaran Zakat Fitrah dan Mal: Aktivitas belajar tidak hanya terfokus pada perhitungan matematis nishab. Siswa dilibatkan dalam proyek kecil bernama "Simulasi Baitul Maal". Mereka akan berperan sebagai muzakki (yang memberikan zakat) dan mustahiq (yang menerima) menggunakan "uang mainan" atau gambar barang. Refleksi diarahkan pada emosi saat memberikan dan menerima, serta menanamkan rasa cinta kepada orang lain dan solidaritas. Cerita tentang masyarakat Madinah yang saling membantu dihubungkan dengan semangat cinta tanah air untuk membangun masyarakat yang sejahtera.
- Pembelajaran Puasa: Selain penjelasan tentang hukum, pembelajaran ini menyoroti "School of Ramadan" sebagai bulan latihan untuk memperdalam cinta kepada Allah dan antar sesama. Siswa juga membuat "Jurnal Cinta Ramadhan" yang berisi catatan ibadah, perasaan, dan kegiatan sosial kecil (seperti berbagi takjil). Puasa dilihat sebagai media untuk mengasah empati terhadap mereka yang mengalami kelaparan.
2. Integrasi dengan Kehidupan dan Media
Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah memanfaatkan media yang akrab dengan dunia anak: komik digital mengenai petualangan "Fikri" yang menjalani kehidupan sehari-hari berdasarkan prinsip Fikih, video animasi pendek yang mengungkapkan hikmah dari setiap ibadah, dan lagu-lagu religi yang mempunyai lirik menyentuh. Lingkungan sekolah dan rumah dijadikan tempat praktik. Aktivitas shalat berjamaah di sekolah menjadi peluang utama untuk menanamkan cinta kepada Rasulullah (dengan mencontoh cara shalatnya) dan rasa kasih sayang antar sesama (dengan menjaga ketertiban barisan secara disiplin).
Tantangan dan Harapan
Pelaksanaan modul ajar KBC kelas 5 ini tentu mempunyai sejumlah tantangan. Diperlukan guru-guru yang bukan hanya mempunyai pengetahuan mendalam tentang Fikih, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual yang baik. Para guru harus bisa menjadi teladan (uswah) yang menyebarkan nilai-nilai Panca Cinta dalam setiap interaksi. Pelatihan untuk guru serta dukungan dari orang tua dan lingkungan madrasah sangat penting.
Namun, harapannya cukup besar. Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 5 MI ini bisa membuat generasi yang:
- Taqwa, bukan semata-mata takut. Mereka melaksanakan ibadah karena rasa cinta dan pemahaman, bukan karena ketakutan akan neraka atau sekadar ingin mendapatkan pahala.
- Berakhlak Mulia. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, dan kasih sayang tertanam dengan kuat karena dipahami sebagai konsekuensi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
- Kritis dan Reflektif. Mereka terbiasa mengajukan pertanyaan "mengapa" dan "apa hikmahnya", sehingga agama menjadi hidup dan relevan dalam pikiran dan hati.
- Peduli Sosial dan Lingkungan. Pelaksanaan ibadah mereka tidak bersifat individualistik, melainkan memberikan dampak positif bagi sekitar, mencerminkan cinta kepada sesama dan alam.
Download Modul Ajar KBC Fikih Kelas 5
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) lainnya:
Kesimpulan
Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 5 MI Cinta yang berlandaskan Panca Cinta dan Deep Learning adalah usaha untuk mengembalikan semangat "cinta" dalam pembelajaran agama. Dokumen tersebut mengubah Fikih dari sekadar kumpulan aturan menjadi "petunjuk penggunaan" untuk hidup yang lebih bermakna dan penuh kasih dari Sang Pencipta. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pelajaran Fikih tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang menakutkan atau membosankan, tetapi sebagai suatu pembelajaran yang ditunggu-tunggu, pembelajaran yang menyentuh hati, mencerahkan pikiran, dan memberdayakan tangan untuk berbuat baik. Secara keseluruhan, tujuan pendidikan agama Islam adalah membentuk insan kamil yang mencintai dan dicintai Allah, dan modul ajar KBC kelas 5 ini berupaya menempatkan pondasi awal bagi tujuan mulia tersebut di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.
%20Fikih%20Kelas%205%20MI.webp)