Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 3 MI

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) sering menghadapi masalah klasik: materi yang terasa "berat" dan "monoton" bagi anak-anak yang berumur muda (kelas 3, usia sekitar 8-9 tahun). Pembelajaran yang lebih mengutamakan hafalan mengenai tanggal, nama, dan peristiwa tanpa memberikan konteks emosional, bisa mengurangi pemahaman akan makna sejarah itu sendiri. Sejarah seharusnya bukan hanya deretan fakta yang tidak bernyawa, melainkan kisah yang hidup berisi nilai-nilai, perjuangan, adab, dan teladan.

Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 3

Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam pembuatan modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 3 MI yang tidak hanya sekadar menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membangkitkan pemahaman yang lebih dalam, keterikatan emosional, serta internalisasi nilai-nilai.

Landasan Konseptual: Deep Learning dan Panca Cinta

1. Pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful)

  • Menyadari (Mindful Learning): Aktivitas pembelajaran dilakukan dengan kesadaran penuh, konsentrasi, dan partisipasi aktif dari para siswa. Dalam konteks Sejarah Kebudayaan Islam, hal ini berarti menyampaikan kisah sejarah dengan perhatian terhadap detail nilai dan konteksnya, bukan sekadar lewat. Siswa diarahkan untuk secara sadar merenungkan pelajaran dari setiap kejadian.
  • Bermakna (Meaningful Learning): Materi yang disampaikan harus berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak di kelas 3. Nilai-nilai dari keteladanan Nabi, sahabat, atau tokoh-tokoh dalam sejarah Islam perlu diterjemahkan dalam konteks persahabatan, kejujuran, ketekunan, dan cinta terhadap ilmu yang mereka alami sehari-hari.
  • Menyenangkan (Joyful Learning): Atmosfer pembelajaran harus bersifat ceria, membangkitkan rasa ingin tahu, dan kreativitas. Metode seperti bercerita, permainan peran, seni, dan eksplorasi menjadi faktor penting dalam membuat lingkungan belajar yang menyenangkan.

2. Kurikulum Berbasis pada Cinta dengan Konsep Panca Cinta

Ide ini menjadikan “cinta” sebagai pokok dan metode pendidikan. Panca Cinta biasanya merujuk kepada:
  • Cinta kepada Allah SWT (Hubbullah): Cinta tertinggi dari segala cinta.
  • Cinta kepada Rasulullah SAW (Hubbur Rasul): Mengikuti dan meneladani akhlak Nabi.
  • Cinta kepada Ilmu Pengetahuan (Hubbul ‘Ilmi): Mengembangkan rasa ingin tahu dan semangat belajar.
  • Cinta kepada Sesama (Hubbun Nas): Meningkatkan rasa empati, toleransi, dan kasih sayang.
  • Cinta kepada Lingkungan/Alam Semesta (Hubbul ‘Alam): Menyayangi dan melindungi ciptaan Allah.
Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah menjadi sarana strategis untuk menanamkan Panca Cinta ini melalui narasi sejarah yang kaya.

Elaborasi Modul Ajar KBC SKI Kelas 3 dengan Integrasi Deep Learning dan Panca Cinta

A. Fase Perencanaan (Mindful)

Guru membuat aktivitas pembelajaran dengan penuh kesadaran dengan mempertimbangkan: 
  1. Pemilihan Kisah yang "Meaningful": Memilih cerita yang relevan untuk dunia anak, contohnya: Kesetiaan Abu Bakar menemani Nabi dalam hijrah (mengajarkan nilai loyalitas dan persahabatan), serta kedermawanan Utsman bin Affan yang menyediakan air untuk umat (mengajarkan nilai berbagi dan kepedulian sosial).
  2. Penjelasan Panca Cinta: Menentukan aspek Panca Cinta yang akan diutamakan dalam setiap aktivitas.
    • Hubbullah dan Hubbur Rasul: Terlihat dari motivasi para sahabat yang berbuat karena Allah dan mengikuti sunnah Nabi.
    • Hubbul ‘Ilmi: Mendorong siswa untuk mencari tahu lebih dalam tentang kehidupan para sahabat.
    • Hubbun Nas: Kesetiaan Abu Bakar dan kedermawanan Utsman merupakan contoh cinta kepada sesama.
    • Hubbul ‘Alam: Kisah perjalanan hijrah ke Thaif bisa dihubungkan dengan mencintai ciptaan Allah.

B. Pelaksanaan Pembelajaran (Joyful & Meaningful)

Modul ajar KBC SKI kelas 3 MI diimplementasikan dalam beberapa sesi dengan beragam aktivitas:

Pertemuan 1: Mengenal Sahabat dengan Hati (Mindful Introduction)

  • Aktivitas Joyful (Pembuka): "Tebak Siapa Aku?" Guru menyebutkan sifat-sifat (setia, dermawan, berani) dan siswa menebak siapa tokohnya. Ditambahkan dengan lagu islami yang ceria tentang sahabat Nabi.
  • Aktivitas Meaningful (Kegiatan Inti):
    • Mindful Storytelling: Guru menyampaikan kisah hijrah dengan nada lembut dan ekspresi yang kaya, menghentikan pada momen-momen penting. (“Bayangkanlah, anak-anak, kegelapan malam, bahaya yang mengancam, namun Abu Bakar tetap setia menemani Rasulullah…”). Siswa diminta untuk merasakan emosi yang dialami oleh para sahabat dengan penuh perhatian.
    • Diskusi Berdasarkan Panca Cinta: Guru memfasilitasi diskusi dengan pertanyaan: “Apa yang kamu pikirkan mengenai kesetiaan Abu Bakar? (Hubbullah dan Hubbur Rasul). Bagaimana perasaanmu jika mempunyai sahabat setia seperti Abu Bakar? (Hubbun Nas)”.
  • Penutup: Refleksi singkat, “Sifat Abu Bakar yang ingin aku tiru adalah….”

Pertemuan 2: Meneladani Kedermawanan (Joyful Creation)

  • Kegiatan Inti (Joyful): “Pameran Cinta Utsman”.
    • Siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok diberikan “modal” berupa kertas warna, spidol, dan lem untuk membuat “produk” (misalnya: gambar air dari sumur, gambar kurma, atau gambar kuda).
    • Mereka perlu “berdagang” dan “membeli” dengan menggunakan “kepingan kedermawanan” (kertas berbentuk hati). Tujuannya bukanlah mengumpulkan hati, tetapi lebih kepada bagaimana saling berbagi dan memenuhi kebutuhan “pembeli”.
    • Keterkaitan Meaningful dan Panca Cinta: Aktivitas tersebut mengajarkan Hubbun Nas (berbagi), Hubbul ‘Ilmi (berhitung, negosiasi), serta Joyful Learning (bermain peran). Guru menekankan bahwa Utsman berbagi bukan untuk bermegah, melainkan karena cinta kepada Allah dan sesama (Hubbullah).
  • Penutup: Menyusun “Janji Kedermawanan”, siswa mencatat atau menggambar sesuatu yang bisa mereka bagikan kepada teman atau keluarga pada selembar kertas berbentuk hati.

Pertemuan 3: Proyek Cinta “Teladanku” (Proyek Meaningful)

  • Kegiatan: Proyek kolase “Pohon Cinta Panca Cinta”.
    • Setiap siswa membuat pohon dari karton.
    • Mereka menempelkan 5 hati di cabang-cabang pohon tersebut (mewakili Panca Cinta).
    • Di setiap hati, mereka menuliskan atau menggambarkan tindakan konkret yang bisa dilakukan: “Aku menunjukkan kasih kepada Rasul dengan membaca shalawat” (Hubbur Rasul), “Aku menunjukkan cinta kepada ilmu dengan suka membaca” (Hubbul ‘Ilmi), “Aku menunjukkan cinta kepada sesama dengan menjenguk teman yang sakit” (Hubbun Nas) terinspirasi dari teladan sahabat.
  • Keterkaitan Pembelajaran Mendalam: Aktivitas tersebut merupakan puncak pembelajaran bermakna (hubungkan nilai sejarah dengan tindakan nyata), refleksi dengan perhatian (merenungkan makna setiap cinta), dan penciptaan dengan keceriaan (berkarya seni dengan senang hati).

Download Modul Ajar KBC SKI Kelas 3

Semester 1 (Ganjil)





Semester 2 (Genap)




Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 3 MI (Madrasah Ibtidaiyah) lainnya:







Kesimpulan

Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 3 MI yang diterapkan dengan semangat Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) berdasarkan Panca Cinta adalah jawaban untuk kebutuhan pendidikan sejarah yang dinamis dan transformatif. Modul ajar KBC kelas 3 ini tidak hanya terfokus pada “apa yang terjadi”, tetapi juga menggali “mengapa hal itu penting bagi diri saya dan dunia yang lebih luas”. Akhirnya, tujuan utama dari pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam adalah untuk membentuk karakter muslim yang tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga hidup sesuai dengan nilai-nilai mulianya dengan penuh kesadaran, makna, dan kebahagiaan. Inilah tugas mulia guru di Madrasah Ibtidaiyah: menjadi pemandu penuh kasih dalam perjalanan membentuk kenangan cinta di hati generasi mendatang.