Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Fikih Kelas 2 MI
Pelajaran Fikih kelas 2 di Madrasah Ibtidaiyah (MI), menghadapi berbagai kesulitan dalam menyampaikan hukum-hukum Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral. Anak-anak pada usia 7 hingga 8 tahun lebih efektif belajar melalui pengalaman praktis, interaksi sosial, dan emosi yang positif. Oleh karena itu, metode menghafal dan pengajaran yang satu arah tidak cukup untuk memungkinkan mereka memahami materi secara mendalam.
Dengan demikian, diperlukan inovasi dalam membuat modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah yang tidak hanya fokus pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan kecintaan terhadap agama. Penggabungan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dengan tiga prinsipnya: Mindful (Penuh Kesadaran), Meaningful (Penuh Makna), dan Joyful (Menyenangkan), serta Kurikulum Berbasis Cinta, berdasarkan Panca Cinta, memberikan solusi yang holistik dan transformatif.
Landasan Filosofis: Kurikulum Berbasis Cinta dan Panca Cinta
Kurikulum berbasis cinta menjadikan "cinta" sebagai pusat dan pendorong dalam belajar. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, cinta diartikan sebagai cinta kepada Allah, yang kemudian diteruskan menjadi cinta kepada sesama, alam, pengetahuan, dan diri sendiri. Ada lima pilar dalam Panca Cinta:
- Cinta kepada Allah sebagai fondasi segala tindakan, dengan pembelajaran Fikih kelas 2 MI yang memperkenalkan peraturan-Nya.
- Cinta kepada Rasulullah SAW, dengan mengikuti teladan Nabi Muhammad dalam ibadah dan interaksi sosial.
- Cinta kepada ilmu pengetahuan, yang mendorong rasa ingin tahu dan sikap kritis dalam memahami hukum Islam.
- Cinta kepada sesama dan alam, yang menunjukkan bahwa ibadah juga mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan.
- Cinta kepada diri sendiri, dengan mengakui bahwa aturan Fikih adalah wujud kasih Tuhan untuk kesehatan siswa.
Integrasi Deep Learning dalam Modul Ajar KBC Fikih Kelas 2
Pendekatan Deep Learning memastikan aktivitas belajar tidak sekadar di permukaan, tetapi mencapai tingkat pemahaman, internalisasi, dan penerapan yang mendalam.
1. Mindful (Penuh Kesadaran): Belajar dengan Hati dan Pikiran yang Hadir
Prinsip mindful dalam modul ajar KBC Fikih kelas 2 MI membantu anak-anak menyadari tindakan dan aktivitas belajar mereka dengan mengingat kehadiran Allah. Setiap sesi dimulai dengan momen tenang, seperti mendengarkan adzan atau merasakan wudhu. Saat Thaharah, anak diajarkan tidak hanya cara berwudhu, tetapi juga merasakan air yang menyentuh kulit dan memahami bahwa Allah membersihkan jasmani dan rohani. Ketika berlatih Shalat, mereka belajar menyadari setiap gerakan serta bacaan sebagai "komunikasi langsung" dengan Allah. Modul ajar KBC kelas 2 ini juga menyediakan lembar refleksi dengan pertanyaan seperti, "Apa yang aku rasakan setelah berwudhu?" dan "Doa apa yang paling aku sukai dalam shalat dan mengapa?"
2. Meaningful (Penuh Makna): Menghubungkan Teks dengan Konteks Kehidupan
Pembelajaran menjadi lebih bermakna ketika anak-anak bisa melihat keterkaitan langsung antara Fikih dan kehidupan sehari-hari mereka. Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 2 MI tentang Zakat Fitrah mencakup proyek "Berbagi Kebahagiaan," di mana anak-anak menyiapkan dan mendistribusikan sembako simbolis. Mereka merenungkan perasaan teman yang menerima dan pengalaman saat memberi. Topik Tayamum dihubungkan dengan Cinta kepada Alam dan Cinta kepada Diri Sendiri. Kisah-kisah para Nabi dipakai untuk memperkuat Cinta kepada Rasulullah.
3. Joyful (Menyenangkan): Belajar dengan Gembira dan Kreatif
Kegembiraan merupakan elemen penting untuk pembelajaran yang baik bagi anak-anak, sehingga modul ajar KBC kelas 2 harus membuat lingkungan yang aman dan menyenangkan. Beberapa contoh dalam pembelajaran tersebut meliputi permainan edukatif seperti "Ular Tangga Thaharah" dan "Kartu Pintar Rukun Shalat. " Selain itu, anak-anak juga bisa terlibat dalam kegiatan seni dan kreasi, seperti menghias "Jam Shalatku," membuat "Komik Hijriyah," atau menggambar "Peta Cinta Rukun Islam. " Aktivitas musik dan gerakan juga termasuk membuat lagu mengenai gerakan shalat dan memperkenalkan "Tarian Ruku' dan Sujud. " Untuk segmen cerita dan drama, disediakan role-play menjadi malaikat yang mencatat amal atau drama mini mengenai tayamum.
Struktur dan Contoh Aktivitas dalam Modul Ajar KBC Fikih Kelas 2
- Tujuan Pembelajaran (Kurikulum Berbasis Cinta): Siswa mampu melaksanakan wudhu dan tayamum dengan teratur dengan:
- Menyadari kehadiran Allah (Cinta kepada Allah)
- Meniru cara Nabi dalam berwudhu (Cinta kepada Rasul)
- Mengetahui manfaat bersuci untuk kesehatan (Cinta kepada Diri Sendiri)
- Memelihara kebersihan lingkungan tempat wudhu (Cinta kepada Alam).
- Aktivitas Pembelajaran:
- Mindful Opening: Semua anak duduk melingkar. Guru membacakan cerita pendek tentang kebersihan dan keindahan ciptaan Allah. Anak-anak diarahkan merasakannya dengan telapak tangan mereka, lalu membayangkan jika telapak tangan tersebut kotor. "Allah sangat menyukai kebersihan. Mari kita belajar cara membersihkan diri sebelum bertemu-Nya."
- Eksplorasi Bermakna (Meaningful): Anak-anak dibagi menjadi grup kecil. Setiap grup diberikan kartu bergambar yang menunjukkan langkah-langkah wudhu dan sebuah baskom yang berisi air. Mereka berdiskusi untuk menyusun urutan langkah tersebut. Guru mengaitkan setiap tahapan wudhu dengan makna, misalnya: "Membasuh muka supaya kita senantiasa melihat hal-hal positif, membasuh tangan supaya selalu berbuat baik. . ."
- Simulasi Joyful: Permainan "Ikuti Arahanku". Salah satu anak memimpin gerakan wudhu (tanpa air), sedangkan yang lainnya menirukan dengan penuh kegembiraan. Selanjutnya, dilanjutkan dengan praktik nyata menggunakan air di tempat wudhu sambil menyanyikan lagu urutan wudhu.
- Proyek Kreatif: Pembuatan "Buku Saku Wudhuku". Anak-anak menggambar diri mereka saat berwudhu di samping kolom "Aku bersuci karena cinta kepada. . ." yang diisi dengan gambar hati, gambar Nabi, gambar diri sendiri yang sehat, atau gambar bumi yang bersih.
- Refleksi Mindful: Di akhir sesi pembelajaran, anak-anak diminta menutup mata sejenak untuk mengingat kembali gerakan wudhu, dan diminta untuk berdoa dalam hati: "Ya Allah, terima kasih telah mengajarkanku tentang kebersihan. Aku ingin selalu mendekat kepada-Mu dengan hati yang bersih."
Download Modul Ajar KBC Fikih Kelas 2
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 2 MI (Madrasah Ibtidaiyah) lainnya:
Kesimpulan
Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah yang mengedepankan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) yang berlandaskan Panca Cinta, pada dasarnya merupakan upaya untuk memberi makna dan humanisasi dalam pendidikan agama sejak usia dini.
Dengan adanya modul ajar KBC kelas 2 ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mampu melaksanakan shalat dengan tepat, namun juga melakukannya dengan hati yang hadir dan penuh kasih. Pada akhirnya, Fikih untuk mereka bukanlah sebuah beban, melainkan jalan menuju kebahagiaan dan kedekatan dengan Sang Maha Cinta.
%20Fikih%20Kelas%202%20MI.webp)