Soal HOTS Pendidikan Pancasila Kelas 5 Pancasila dalam Kehidupanku

Berikut adalah soal HOTS Pendidikan Pancasila kelas 5 SD/MI kurikulum merdeka, dengan tujuan pembelajaran:
  • Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila.
  • Meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat.
  • Mengidentifikasi makna yang terkandung dalam sila-sila Pancasila dan keterhubungan satu sila dengan sila yang lain dalam Pancasila.
  • Mengidentifikasi makna Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup dan ideologi bangsa dan negara.
Soal HOTS Kelas 5 SD/MI Pendidikan Pancasila: Pancasila dalam Kehidupanku

Contoh Soal HOTS Pendidikan Pancasila Kelas 5 tentang Pancasila dalam Kehidupanku

Soal Pertama

Stimulus Teks:

Pada tanggal 1 Maret 1945, Jepang mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Badan ini bertugas menyelidiki dan mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia. BPUPKI beranggotakan 62 orang tokoh bangsa, diketuai Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Mereka bersidang dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945 untuk merumuskan dasar negara.

Pada sidang pertama, tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muhammad Yamin menyampaikan usulan dasar negara. Tanggal 31 Mei, Prof. Dr. Mr. Soepomo juga mengemukakan usulannya. Puncaknya pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno berpidato mengemukakan gagasan "Pancasila" sebagai dasar negara. Isi Pancasila versi Soekarno saat itu: Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Setelah berdiskusi dan berdebat, terjadi kesepakatan untuk membentuk Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

Para perumus Pancasila menunjukkan sikap teladan seperti musyawarah untuk mencapai mufakat, menghargai perbedaan pendapat, dan rela mengalah demi kepentingan bersama. Misalnya saat terjadi perdebatan tentang tujuh kata dalam Piagam Jakarta, para tokoh dengan lapang dada menghapusnya demi persatuan. Sikap seperti ini patut kita teladani di lingkungan masyarakat, misalnya dengan mendengarkan pendapat teman saat bermusyawarah di kelas atau ikut serta dalam kerja bakti di lingkungan rumah.

A. Pilihan Ganda (5 soal)

1. Urutan peristiwa kelahiran Pancasila yang benar adalah …
A. BPUPKI – sidang 29 Mei – 1 Juni – Panitia Sembilan
B. Sidang 29 Mei – BPUPKI – 1 Juni – Panitia Sembilan
C. Panitia Sembilan – sidang 1 Juni – BPUPKI – 29 Mei
D. BPUPKI – Panitia Sembilan – sidang 29 Mei – 1 Juni

2. Jika temanmu berbeda pendapat saat musyawarah kelas, sikap yang meneladani para perumus Pancasila adalah …
A. Memaksakan kehendak
B. Mendengarkan lalu menghargai
C. Keluar dari musyawarah
D. Menunggu pendapat orang lain

3. Ir. Soekarno pertama kali mengusulkan nama Pancasila pada tanggal …
A. 29 Mei 1945
B. 31 Mei 1945
C. 1 Juni 1945
D. 22 Juni 1945

4. Tokoh yang mengusulkan dasar negara pada 29 Mei 1945 adalah …
A. Moh. Hatta 
B. Ir. Soekarno
C. Prof. Dr. Mr. Soepomo
D. Mr. Muhammad Yamin 

5. Sikap yang tidak sesuai dengan teladan para perumus Pancasila di lingkungan RT adalah …
A. Menghormati perbedaan
B. Gotong royong
C. Memaksakan usul sendiri
D. Menerima keputusan bersama

B. Menjodohkan (5 soal)

Petunjuk: Tariklah garis dari pernyataan di kolom kiri ke jawaban yang tepat di kolom kanan.
Kolom A Kolom B
1. Tanggal lahirnya Pancasila diperingati setiap ... A. 1 Juni
2. Ketua BPUPKI adalah ... B. Dr. Radjiman Wedyodiningrat
3. Panitia Sembilan merumuskan ... C. Piagam Jakarta
4. Sikap menghargai pendapat orang lain disebut ... D. Musyawarah
5. Tokoh yang mengusulkan nama Pancasila sebagai dasar negara E. Ir. Soekarno
F. 18 Agustus

Kunci Jawaban:
  1. A
  2. B
  3. C
  4. D
  5. E

C. Benar atau Salah (5 soal)

Petunjuk: Berilah tanda centang (✓) pada kolom Benar atau Salah pada setiap pernyataan.
Pernyataan Benar Salah
1. Sidang BPUPKI pertama dilakukan pada tanggal 29 Mei 1945.
2. Pancasila dalam Piagam Jakarta sudah sama dengan Pancasila final.
3. Memaksakan pendapat dalam musyawarah merupakan contoh sikap teladan para pendiri bangsa.
4. Panitia Sembilan dibentuk pada tanggal 22 Juni 1945.
5. Meneladani sikap para perumus Pancasila berarti selalu setuju dengan pendapat orang lain.

D. Pilihan Ganda Kompleks (5 soal)

Petunjuk: Pilihlah dua jawaban yang paling tepat dari setiap soal!

1. Perhatikan urutan peristiwa berikut. Manakah urutan yang benar?
A. BPUPKI – Sidang 29 Mei – Panitia Sembilan
B. Sidang 29 Mei – 1 Juni – Panitia Sembilan
C. Piagam Jakarta – Sidang 1 Juni – Panitia Sembilan
D. Panitia Sembilan – Piagam Jakarta – Sidang BPUPKI kedua

2. Sikap para perumus Pancasila yang dapat diteladani di masyarakat adalah …
A. Memaksakan kehendak
B. Menghargai perbedaan
C. Mengalah demi persatuan
D. Berdebat tanpa henti

3. Dua tokoh yang aktif mengusulkan dasar negara dalam sidang BPUPKI adalah …
A. Ir. Soekarno
B. Moh. Hatta
C. Mr. Muhammad Yamin
D. Dr. Radjiman Wedyodiningrat

4. Tokoh yang tergabung dalam Panitia Sembilan adalah …
A. Ir. Soekarno
B. Moh. Hatta
C. Mr. Muhammad Yamin
D. Prof. Dr. Mr. Soepomo

5. Contoh penerapan sikap meneladani perumus Pancasila di sekolah adalah …
A. Mendengarkan pendapat teman
B. Mengikuti musyawarah kelas
C. Memenangkan pendapat sendiri
D. Tidak peduli keputusan bersama

E. Essay (2 soal)

  1. Menurut pendapatmu, sikap apa yang paling penting dari para perumus Pancasila yang harus kamu teladani di lingkungan rumah? Berikan satu contoh konkret kegiatan yang mencerminkan sikap tersebut!
  2. Mengapa para perumus Pancasila bersedia menghapus tujuh kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dari Piagam Jakarta? Apa hikmah keputusan tersebut bagi persatuan bangsa Indonesia?
Kunci Jawaban Essay:
  • Pedoman Jawaban No.1:
    • Sikap yang disebutkan misalnya: musyawarah, menghargai pendapat, rela mengalah, atau gotong royong.
    • Contoh konkret di rumah: ikut membantu orang tua tanpa diminta, mendengarkan pendapat adik saat memilih tontonan, atau bermusyawarah menentukan jadwal piket membersihkan rumah.
  • Pedoman Jawaban No.2:
    • Alasan: demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang terdiri dari berbagai agama, serta menghindari perpecahan.
    • Hikmah: memperkuat toleransi antarumat beragama, menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang diterima semua golongan, dan mempersatukan bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan.

Soal Kedua

Stimulus Cerita:

Kegiatan Posyandu dan Gotong Royong di Desa Bahagia

Setiap bulan, warga Desa Bahagia mengadakan kegiatan Posyandu untuk balita dan lansia. Warga yang berbeda agama dan suku bekerja sama membantu ibu-ibu hamil dan anak-anak. Mereka tidak pernah memandang latar belakang. Pak RT selalu mengawali kegiatan dengan doa bersama sesuai keyakinan masing-masing, namun tetap khusyuk. Hal ini mencerminkan sikap toleransi dan ketuhanan.

Suatu hari, warga berdiskusi tentang pembangunan jalan desa yang rusak. Mereka mengadakan musyawarah di balai desa. Semua warga diberi kesempatan berbicara. Setelah mendengar berbagai usulan, mereka sepakat untuk bergotong royong memperbaiki jalan. Keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dan mengutamakan kepentingan umum. Musyawarah ini menunjukkan nilai kerakyatan.

Pada saat gotong royong, warga bahu-membahu mengangkut pasir dan batu. Laki-laki bertugas mengaduk semen, perempuan menyediakan makanan dan minuman. Tidak ada perbedaan perlakuan. Setiap orang mendapat bagian pekerjaan sesuai kemampuan. Hasil kerja keras dinikmati semua warga tanpa kecuali. Sikap ini mencerminkan persatuan dan keadilan.

Karena kebiasaan baik ini, Desa Bahagia menjadi desa yang maju dan rukun. Warga menyadari bahwa Pancasila bukan hanya hafalan, tetapi pedoman hidup sehari-hari. Pancasila menjadi dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi yang mempersatukan mereka. Mereka terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kegiatan bermasyarakat.

A. Pilihan Ganda (5 Soal)

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

1. Berdasarkan cerita, kegiatan yang mencerminkan sila pertama adalah...
A. Gotong royong membangun jalan
B. Berdoa bersama sebelum kegiatan
C. Musyawarah di balai desa
D. Membagi tugas secara adil

2. Sikap membantu tanpa memandang latar belakang (sila ke-2) dapat memperkuat...
A. Keadilan sosial
B. Ketuhanan
C. Kerakyatan
D. Persatuan Indonesia 

3. Perhatikan gambar berikut!
Soal Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD/MI
Nilai Pancasila yang paling tampak pada gambar tersebut adalah ....
A. Persatuan dalam keberagaman
B. Keadilan bagi semua orang
C. Kemanusiaan yang adil dan beradab
D. Kerakyatan melalui musyawarah

4. Pancasila sebagai pandangan hidup berarti...
A. Hanya untuk upacara bendera
B. Pedoman dalam bertindak
C. Dasar pembuatan undang-undang
D. Lambang negara saja

5. Contoh musyawarah dalam cerita adalah...
A. Gotong royong perbaiki jalan
B. Berdoa bersama
C. Diskusi pembangunan jalan
D. Membagi makanan

B. Menjodohkan (5 Soal)

Pasangkan pernyataan di kolom A dengan jawaban yang tepat di kolom B!
Kolom A Kolom B
1. Sikap berdoa sebelum kegiatan sesuai keyakinan a. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Gotong royong membangun jalan bersama-sama b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Musyawarah untuk mengambil keputusan c. Persatuan Indonesia
4. Membagi pekerjaan sesuai kemampuan tanpa diskriminasi d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Membantu tanpa membedakan suku dan agama e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
f. Nasionalisme Indonesia

Kunci Jawaban:
  1. a
  2. c
  3. d
  4. e
  5. b

C. Benar atau Salah (5 Soal)

Berilah tanda centang (✓) pada kolom Benar atau Salah pada setiap pernyataan!
Pernyataan Benar Salah
1. Dalam cerita, warga membantu tanpa memandang latar belakang.
2. Berdoa bersama sebelum gotong royong tidak ada hubungannya dengan persatuan.
3. Pancasila sebagai ideologi bangsa berarti hanya digunakan untuk urusan pemerintahan.
4. Pembagian tugas hanya untuk laki-laki dalam cerita.
5. Musyawarah mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak.

D. Pilihan Ganda Kompleks (5 Soal)

Pilihlah dua jawaban yang benar dari setiap soal!

1. Berikut yang mencerminkan sila ke-5 dalam cerita adalah...
A. Membagi makanan untuk semua
B. Gotong royong membangun jalan
C. Musyawarah menentukan keputusan
D. Memberi tugas sesuai kemampuan

2. Hubungan yang benar antara persatuan dan kerakyatan adalah...
A. Musyawarah memperkuat persatuan
B. Persatuan menghilangkan musyawarah
C. Dengan musyawarah, persatuan terjaga
D. Kerakyatan tidak memerlukan persatuan

3. Perhatikan pasangan urutan sila berikut. Manakah pasangan yang menunjukkan urutan sila yang benar?
A. Ketuhanan – Kemanusiaan
B. Kemanusiaan – Ketuhanan
C. Persatuan – Kerakyatan
D. Kerakyatan – Persatuan

4. Pancasila sebagai dasar negara berarti...
A. Pedoman perilaku sehari-hari
B. Hanya untuk orang dewasa
C. Sumber hukum di Indonesia 
D. Landasan penyelenggaraan negara

5. Contoh pengamalan sila ke-1 di masyarakat adalah...
A. Beribadah sesuai agama
B. Menghormati teman yang beribadah 
C. Tolong-menolong tanpa pamrih
D. Gotong royong membersihkan selokan

E. Essay (2 Soal)

Jawablah pertanyaan berikut dengan uraian yang jelas dan tepat!
  1. Dalam cerita "Kegiatan Posyandu dan Gotong Royong di Desa Bahagia", jelaskan bagaimana musyawarah (sila ke-4) dapat mewujudkan keadilan (sila ke-5)! Berikan contoh dari cerita!
  2. Pancasila disebut sebagai pandangan hidup bangsa dan ideologi negara. Berdasarkan cerita, buktikan bahwa warga Desa Bahagia menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam kegiatan sehari-hari! Sebutkan minimal dua contoh dan jelaskan!
Kunci Jawaban Essay:
  • No. 1
    • Musyawarah memungkinkan semua warga menyampaikan pendapat sehingga keputusan mengakomodasi kepentingan bersama (nilai keadilan).
    • Contoh: Dalam musyawarah pembangunan jalan, semua usulan didengar dan keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
  • No. 2
    • Pandangan hidup berarti nilai-nilai Pancasila dijadikan pedoman bertindak sehari-hari, bukan hanya hafalan.
    • Contoh: (1) Berdoa bersama sebelum kegiatan mencerminkan sila pertama. (2) Gotong royong tanpa diskriminasi mencerminkan sila kedua, ketiga, dan kelima. (3) Musyawarah mengambil keputusan mencerminkan sila keempat.