Soal HOTS Bahasa Indonesia Kelas 6 Nusantara Berjuta Cerita
Berikut adalah soal HOTS Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI kurikulum merdeka, dengan tujuan pembelajaran:
- Menjawab pertanyaan tentang teks sastra bergambar yang didengar/dibacakan
- Menjawab pertanyaan inferensial terkait nilai-nilai dalam cerita rakyat
- Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dalam cerita rakyat
- Menyampaikan perasaan berkaitan dengan nilai-nilai dalam cerita rakyat
- Menyajikan gagasan melalui cerita rakyat dengan pilihan kata yang beragam
- Menulis teks cerita rakyat sederhana
- Memahami makna denotatif dan konotatif serta penggunaannya dalam teks cerita rakyat
Contoh Soal HOTS Bahasa Indonesia Kelas 6 tentang Nusantara Berjuta Cerita
Soal Pertama
Stimulus Cerita:
Kancil yang Cerdik
Di sebuah hutan yang rindang, hiduplah seekor kancil terkenal cerdik. Suatu pagi, ia melihat pohon rambutan berbuah lebat di seberang sungai. Sayangnya, air sungai deras dan banyak buaya berkeliaran. Kancil termenung di tepi sungai sambil menggaruk kepalanya. Tiba-tiba, ia tersenyum licik karena mendapat ide.
Kancil mendekati buaya yang sedang berjemur. "Hai Buaya, raja hutan memerintahkan aku menghitung jumlah buaya di sungai ini. Ayo kumpulkan semua temanmu!" ujar Kancil. Buaya yang polos langsung percaya. Ia memanggil buaya-buaya lain untuk berbaris rapi dari tepi sungai sampai ke seberang. Kancil melompat ke punggung buaya pertama.
Kancil melompat dari satu buaya ke buaya lain sambil berpura-pura menghitung, "Satu, dua, tiga, …" Sesampai di seberang, ia segera memanjat pohon rambutan sambil berteriak, "Terima kasih, buaya bodoh! Aku sudah sampai!" Buaya-buaya itu marah besar, tetapi Kancil sudah asyik memakan buah rambutan. Ia pulang dengan perut kenyang dan hati gembira.
A. Pilihan Ganda (5 soal)
1. Siapa tokoh yang ditipu Kancil?
a. Kancilb. Gajahc. Harimaud. Buaya
2. Urutan peristiwa yang benar berdasarkan cerita adalah …
a. Melompat – memanggil buaya – memetik buahb. Melihat buah – memanggil buaya – melompat – berterima kasihc. Buaya berbaris – memanggil – melompat – tertawad. Tertawa – menyeberang – memanggil buaya
3. Mengapa Kancil menyebut perintah "menghitung buaya" dari raja hutan?
a. Supaya buaya mau membantub. Karena benar ada perintahc. Karena takut dimakan buayad. Supaya buaya menjadi marah
4. Watak Kancil dalam cerita ini adalah …
a. Jujurb. Bodohc. Licikd. Pemalu
5. Jika buaya tidak percaya pada Kancil, kemungkinan yang terjadi adalah …
a. Kancil tetap menyeberangb. Kancil mencari cara lainc. Buaya memakan Kancild. Kancil memanggil teman
B. Menjodohkan (5 soal)
Jodohkan pernyataan di kolom A dengan jawaban yang tepat di kolom B!
| Kolom A | Kolom B |
|---|---|
| 1. Tempat terjadinya cerita | a. Marah |
| 2. Hewan yang menjadi korban tipuan | b. Sungai |
| 3. Perintah palsu yang diucapkan Kancil | c. Melompati punggung buaya |
| 4. Cara Kancil menyeberangi sungai | d. Menghitung buaya |
| 5. Perasaan buaya di akhir cerita | e. Buaya |
| f. Hutan |
Kunci Jawaban:
- f
- e
- d
- c
- a
C. Benar atau Salah (5 soal)
Berilah tanda centang (✓) pada kolom Benar atau Salah sesuai pernyataan!
| Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| 1. Kancil memakan buah rambutan sebelum menyeberang sungai. | ✓ | |
| 2. Buaya-buaya berbaris dari tepi sungai hingga ke seberang. | ✓ | |
| 3. Kancil mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada buaya. | ✓ | |
| 4. Di akhir cerita, buaya berhasil memakan Kancil. | ✓ | |
| 5. Kancil menggunakan kecerdikannya untuk mendapatkan buah. | ✓ |
D. Pilihan Ganda Kompleks (5 soal)
1. Berikut ini tokoh yang disebut dalam cerita adalah …
a. Kancilb. Buayac. Kerad. Harimau
2. Manakah peristiwa yang terjadi setelah Kancil melihat buah rambutan?
a. Kancil pulang ke rumahb. Buaya berbaris rapic. Kancil memetik buah rambutand. Kancil memanggil buaya
3. Ciri-ciri fisik sungai dalam cerita adalah …
a. Airnya derasb. Banyak buayac. Airnya tenangd. Tepinya berlumpur
4. Berikut ini bukti bahwa Kancil bersikap licik adalah …
a. Kancil mengaku mendapat perintah raja hutanb. Kancil melompat-lompat di punggung buayac. Kancil memakan buah dengan lahapd. Kancil memanggil buaya "bodoh" setelah berhasil
5. Jika dilihat dari akibat tipuan Kancil, hal yang dirasakan buaya adalah …
a. Senangb. Marahc. Tertipud. Bangga
E. Essay (2 soal)
- Jelaskan dua alasan mengapa Kancil disebut tokoh yang cerdik dalam cerita di atas!
- Bagaimana perasaan buaya setelah ditipu Kancil? Berikan dua bukti dari teks yang mendukung jawabanmu!
Kunci Jawaban:
- Soal 1:
- Alasan 1: Kancil mampu membuat cerita palsu (perintah raja hutan) supaya buaya mau membantu.
- Alasan 2: Kancil memanfaatkan buaya sebagai jembatan hidup tanpa harus berenang.
- Soal 2:
- Perasaan buaya: marah dan tertipu.
- Bukti: (1) Teks menyebut "Buaya-buaya itu marah besar".
- Bukti: (2) Kancil berteriak "terima kasih, buaya bodoh" menunjukkan buaya sadar telah ditipu.
Soal Kedua
Stimulus Cerita:
Legenda Banyu Mili
Di sebuah desa di lereng Gunung Merapi, hiduplah seorang janda tua bernama Mbok Randha. Setiap hari ia mencari kayu bakar di hutan. Suatu hari, ia menemukan seekor ular kecil terluka. Hati Mbok Randha tergerak. Ia merawat ular itu hingga sembuh. Ular itu ternyata adalah putra mahkota Kerajaan Bawah Tanah yang terkena kutukan.
Sebagai hadiah, sang pangeran memberi Mbok Randha sebuah sumur ajaib. "Setiap kali engkau haus, ambillah air dari sumur ini, namun jangan kau beri orang lain," pesannya. Namun, suatu kemarau panjang melanda desa. Penduduk kehausan. Mbok Randha melihat penderitaan mereka. Hatinya terasa seperti ditusuk sembilu. Akhirnya ia membagikan air sumur ajaib itu kepada semua orang.
Tiba-tiba, sumur itu meluap dan membentuk sungai yang mengalir deras. Airnya jernih dan tak pernah kering. Penduduk desa selamat. Namun, Mbok Randha berubah menjadi batu karena melanggar larangan. Penduduk menamai sungai itu Banyu Mili, yang artinya air yang mengalir abadi.
Mereka percaya bahwa batu Mbok Randha masih bisa menangis setiap malam, meneteskan air mata yang menjadi sumber sungai. Hingga kini, sungai itu selalu mengalir deras dan airnya jernih. Penduduk desa mewariskan cerita ini turun-temurun sebagai pengingat akan pentingnya kepedulian dan pengorbanan.
A. Pilihan Ganda (5 soal)
Petunjuk: Pilih satu jawaban yang paling tepat.
1. Mengapa Mbok Randha akhirnya memberikan air sumur ajaib kepada penduduk?
a. Karena terpaksab. Karena sumur meluapc. Karena ingin dipujid. Karena melihat penderitaan
2. Perhatikan peristiwa berikut!
(1) Mbok Randha merawat ular(2) Mbok Randha mendapat sumur ajaib(3) Kemarau panjang melanda(4) Mbok Randha berubah menjadi batu
Urutan peristiwa dalam cerita yang benar adalah...
a. 1-2-3-4b. 2-1-3-4c. 1-3-2-4d. 3-1-2-4
3. Kata "sumur ajaib" dalam cerita bermakna denotatif, yaitu...
a. sumur yang bisa bicarab. sumur pemberian ularc. sumur dengan air tak pernah habisd. sumur yang menangis
4. Kalimat "hatinya terasa seperti ditusuk sembilu" mengandung makna...
a. perasaan sedihb. perasaan marahc. perasaan takutd. perasaan gembira
5. Kata dalam cerita yang mempunya pola konsonan rangkap 'mb' adalah...
a. desab. sumurc. sembilud. hutan
B. Menjodohkan (5 soal)
Petunjuk: Cocokkan pernyataan di kolom A dengan jawaban yang tepat di kolom B!
| Kolom A | Kolom B |
|---|---|
| 1. Nilai yang tercermin dari tindakan Mbok Randha membagikan air | a. Kepedulian |
| 2. Makna denotatif dari "sungai jernih" | b. Air yang tidak berwarna dan bening |
| 3. Kata dengan pola huruf 'rg' dalam cerita | c. Sumur ajaib |
| 4. Perasaan yang dirasakan Mbok Randha saat melihat penderitaan warga | d. Hati sedih |
| 5. Konsekuensi melanggar pesan pangeran | e. Menjadi batu |
| f. Tergerak |
Kunci Jawaban:
- a
- b
- f
- d
- e
C. Benar atau Salah (5 soal)
Petunjuk: Berilah tanda centang (✓) pada kolom Benar atau Salah sesuai pernyataan!
| Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| 1. Kata "meluap" dalam cerita mempunya pola kombinasi huruf 'lu' yang termasuk diftong. | ✓ | |
| 2. Nilai kejujuran sangat dominan dalam cerita Legenda Banyu Mili. | ✓ | |
| 3. Jika Mbok Randha tidak melanggar larangan, maka desa akan menderita karena tidak mendapat air | ✓ | |
| 4. Makna konotatif dari "berubah menjadi batu" adalah menjadi keras hati. | ✓ | |
| 5. Urutan peristiwa yang benar: Mbok Randha mendapat sumur, kemudian merawat ular, lalu kemarau. | ✓ |
D. Pilihan Ganda Kompleks (5 soal)
Petunjuk: Setiap soal mempunya 2 (dua) jawaban yang benar. Pilihlah kedua jawaban tersebut.!
1. Pilihlah kata dari cerita yang mengandung diftong (dua huruf vokal berurutan)!
a. kemaraub. sungaic. sumurd. hutan
2. Nilai-nilai yang terdapat dalam cerita Legenda Banyu Mili adalah...
a. kepedulianb. keangkuhanc. pengorbanand. kemalasan
3. Manakah pernyataan yang benar tentang urutan peristiwa dalam cerita?
a. Mbok Randha merawat ular setelah kemarau panjang.b. Mbok Randha mendapat sumur ajaib setelah merawat ular.c. Kemarau panjang terjadi sebelum Mbok Randha membagikan air.d. Mbok Randha berubah menjadi batu sebelum memberikan air.
4. Berikut ini adalah kalimat bermakna konotatif dari cerita...
a. Airnya jernih dan tak pernah kering.b. Hatinya terasa seperti ditusuk sembilu.c. Sumur itu meluap dan membentuk sungai.d. Batu Mbok Randha masih bisa menangis.
5. Kata dalam cerita yang mempunya pola konsonan rangkap 'ng' adalah...
a. sungaib. desac. menangisd. hutan
E. Essay (2 soal)
- Bagaimana perasaanmu jika menjadi Mbok Randha saat harus memilih antara mematuhi larangan atau menolong sesama? Jelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam pilihan tersebut! (Tulislah minimal 3)
- Tulislah sebuah cerita rakyat singkat (minimal 2 paragraf) dengan tema "Asal Usul Suatu Tempat" di daerahmu. Gunakan pilihan kata yang beragam dan sertakan minimal satu kalimat bermakna konotatif!
Kunci Jawaban:
1. Contoh Jawaban yang Diharapkan:
Perasaan saya jika menjadi Mbok Randha adalah sedih namun terharu. Saya merasa sedih karena harus melanggar larangan dan tahu akan ada konsekuensi. Namun, saya juga merasa terharu karena bisa menolong banyak orang yang kelaparan. Nilai yang terkandung dalam pilihan tersebut adalah nilai kepedulian terhadap sesama dan nilai pengorbanan (mengorbankan keselamatan diri sendiri demi orang lain). Sebagai manusia, menolong orang yang kesusahan adalah perbuatan mulia meskipun harus berani menanggung risiko.
2. Contoh Jawaban yang Diharapkan:
Asal Usul Telaga Warna
Dahulu kala, di sebuah desa di kaki Gunung Gede, hiduplah seorang putri raja yang sangat manja. Ia diberi kalung permata oleh ibunya. Namun, suatu hari putri itu melemparkan kalung tersebut ke dalam hutan karena marah. Hati sang ibu hancur berkeping-keping melihat tingkah putrinya. Air mata sang ibu mengalir terus-menerus tanpa henti.
Air mata itu akhirnya membentuk telaga yang indah. Airnya berwarna-warni seperti pelangi. Penduduk setempat menamai telaga itu Telaga Warna. Hingga kini, jika malam tiba, orang-orang percaya mereka masih mendengar suara tangisan dari dasar telaga. Itulah penyesalan putri raja yang tidak pernah bisa dihapuskan.
Kalimat konotatif dalam cerita di atas: "Hati sang ibu hancur berkeping-keping" (bermakna sangat sedih, bukan benar-benar hancur fisik).
