Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 12 MA
Pelajaran sejarah sering kali terasa monoton dan terlihat jauh dari kehidupan para murid, seolah membaca koleksi foto lama. Di kelas 12 Madrasah Aliyah (MA), proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mempunyai banyak nilai, tetapi kurang menarik. Sejarah seharusnya berfungsi sebagai cermin kehidupan dan panduan untuk masa depan.
Pendekatan deep learning dengan pilar mindful, meaningful, joyful learning, serta kurikulum berbasis cinta (KBC) yang berlandaskan Panca Cinta, hadir untuk merubah kegiatan pembelajaran. Tujuannya adalah menumbuhkan kecintaan pada Allah, Rasul, ilmu pengetahuan, lingkungan, dan tanah air, sehingga pembelajaran SKI kelas 12 MA menjadi lebih bermakna dan menyentuh hati murid.
Menggabungkan Deep Learning dan Panca Cinta dalam Modul Ajar KBC SKI Kelas 12
Penggabungan pendekatan deep learning (mindful, meaningful, dan joyful learning) dengan kurikulum berbasis cinta yang didasari oleh Panca Cinta dalam modul ajar KBC SKI kelas 12 MA bertujuan untuk membuat pengalaman belajar yang komprehensif. Ini tidak hanya mengajarkan murid tentang sejarah, tetapi juga membimbing mereka supaya memahami dan menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Terutama di kelas 12 Madrasah Aliyah, penggabungan tersebut sangat penting untuk mendukung perkembangan murid menuju kedewasaan. Oleh karena itu, modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 12 MA perlu dibuat untuk membangkitkan kesadaran dalam belajar, mengaitkan materi dengan kenyataan, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sambil menanamkan Panca Cinta sebagai fondasi nilai.
Prinsip Penggabungan dalam Perencanaan Pembelajaran
Penggabungan yang efektif dalam kegiatan pembelajaran harus diawali dengan perencanaan yang matang. Para guru perlu memandang deep learning (pembelajaran mendalam) dan Panca Cinta sebagai landasan pemikiran utama. Tujuan dari pembelajaran hendaknya mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sejalan dengan nilai-nilai Panca Cinta. Sebagai contoh, murid harus bisa tidak hanya menjelaskan perkembangan peradaban Islam modern tetapi juga menghargai sumbangsih para tokoh Islam.
Kegiatan pembelajaran harus mencerminkan pilar pembelajaran mendalam dan melibatkan murid secara aktif, menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari mereka, serta memberikan pengalaman belajar yang positif. Setiap kegiatan perlu mengandung nilai Panca Cinta. Penilaian harus mengevaluasi penguasaan materi, sikap, dan keterampilan dengan cara yang autentik dan berkelanjutan, serta memberikan umpan balik untuk perbaikan diri. Dengan cara tersebut, penggabungan terlihat jelas dalam praktik di dalam kelas.
Contoh Penggabungan dalam Tujuan Pembelajaran
Pengaturan tujuan pembelajaran merupakan langkah awal yang menentukan arah keseluruhan modul ajar KBC kelas 12. Dalam konteks penggabungan tersebut, tujuan perlu dibuat dengan mengacu pada tiga aspek: pengetahuan (apa yang murid pahami), keterampilan (apa yang murid bisa lakukan), dan sikap/nilai (nilai apa yang diadopsi oleh murid).
Sebagai contoh, pada materi "Perkembangan Pemikiran Islam di Era Modern," tujuan pembelajaran bisa dibuat sebagai berikut:
- murid dapat menganalisis ide pembaruan dari beberapa tokoh Islam modern
- murid dapat menyajikan hasil analisis tersebut melalui presentasi atau tulisan reflektif
- murid menunjukkan sikap cinta ilmu pengetahuan, terbuka terhadap perbedaan pendapat, serta rasa tanggung jawab sebagai bagian dari umat dan bangsa.
Rumusan tersebut secara jelas menggabungkan unsur pembelajaran mendalam (analisis, presentasi, refleksi) dengan nilai Panca Cinta (cinta ilmu, sesama manusia, dan bangsa).
Dengan tujuan seperti ini, guru mempunyai petunjuk yang jelas bahwa kegiatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil kognitif tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran nilai. Tujuan yang terintegrasi memudahkan guru untuk menyesuaikan materi, metode, dan penilaian dengan konsisten.
Penggabungan dalam Materi
Materi dalam modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 12 Madrasah Aliyah mempunyai banyak nilai dan makna. Tantangan ada pada cara penyajiannya. Penggabungan deep learning dan Panca Cinta menuntut guru untuk memilih materi yang sesuai dengan pengalaman murid dan yang bisa meningkatkan kesadaran akan nilai. Misalnya, saat mengulas tokoh-tokoh pembaharu dalam Islam, guru perlu menyertakan konteks sosial serta pengaruh pemikiran mereka. Ini mencerminkan nilai cinta ilmu, sesama, dan tanah air.
Materi Sejarah Kebudayaan Islam perlu dibuat dengan cara yang jelas supaya murid bisa memahami "apa yang terjadi", "mengapa itu terjadi", dan "apa hubungannya". Pendekatan tersebut membantu murid membentuk pemahaman yang lebih dalam dan bermakna.
Integrasi dalam Metode dan Kegiatan Pembelajaran
Metode serta kegiatan pembelajaran sangat vital untuk integrasi tersebut. Tiga aspek utama deep learning bisa diterapkan di sini untuk menginternalisasi Panca Cinta. Metode yang relevan meliputi diskusi berbasis masalah, pembelajaran proyek, studi kasus, dan refleksi dalam bentuk tulisan.
Diskusi berbasis masalah memungkinkan murid belajar lebih mendalam dengan mengkaji sejarah dan konsekuensinya. Guru mengarahkan murid supaya saling menghormati dan menerima perbedaan. Pembelajaran berbasis proyek memberikan pengalaman belajar yang menarik, melalui pembuatan proyek mini tentang kontribusi peradaban Islam, yang juga meningkatkan kreativitas dan kolaborasi.
Refleksi tertulis atau lisan membantu murid untuk meresapi kegiatan pembelajaran dan penerapannya, menegaskan nilai cinta Allah Swt, Rasulullah Saw, sesama, lingkungan, dan tanah air. Metode tersebut dipilih untuk mencapai tujuan integratif, sekaligus meningkatkan pemahaman dan pengalaman belajar yang positif.
Sinergi Nilai, Proses, dan Hasil Belajar
Penggabungan deep learning dan Panca Cinta bertujuan untuk menciptakan sinergi antara nilai, proses, dan hasil pembelajaran. Nilai-nilai dalam Panca Cinta menjadi dasar etis dan spiritual; proses deep learning menjamin pembelajaran dilakukan dengan mindful, meaningful, dan joyful learning; sementara hasil belajar mencerminkan perkembangan menyeluruh murid sebagai individu yang berpengetahuan, terampil, dan berkarakter.
Dalam konteks modul ajar KBC SKI kelas 12 Madrasah Aliyah, sinergi tersebut akan terlihat ketika murid tidak hanya bisa menjelaskan peristiwa dan tokoh sejarah, tetapi juga menunjukkan sikap positif terhadap ilmu, rasa empati terhadap orang lain, perhatian terhadap lingkungan, dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan begitu, pembelajaran SKI kelas 12 MA tidak terbatas di dalam kelas, tetapi berlanjut dalam sikap dan tindakan nyata murid sehari-hari.
Dengan integrasi yang direncanakan, konsisten, dan reflektif, modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 12 MA bisa menjadi alat strategis untuk membuat pembelajaran yang mendalam serta bermanfaat. Inilah inti dari menggabungkan deep learning dan Panca Cinta: memberikan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan memuliakan manusia.
Download Modul Ajar KBC SKI Kelas 12 Madrasah Aliyah
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 12 Madrasah Aliyah lainnya:
Penutup
Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 12 Madrasah Aliyah yang terintegrasi dengan pendekatan deep learning yang berlandaskan Panca Cinta bukanlah sekadar dokumen. Ini adalah dorongan untuk perjalanan belajar yang lebih manusiawi, lebih bermakna, dan lebih menyenangkan. Dengan desain yang tepat, Sejarah Kebudayaan Islam tidak hanya mengajarkan tentang masa lalu, tetapi juga tentang membangun masa depan yang penuh nilai, empati, dan harapan.
%20SKI%20Kelas%2012%20MA%20%5Bmodulguruku.com%5D.webp)