Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 6 MI

Di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sering kali menghadapi tantangan khusus. Materi yang dipenuhi oleh kronologi, nama-nama tokoh, dan peristiwa penting bisa jadi terasa kaku dan tidak dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa kelas 6 yang berada di masa transisi menuju remaja.

Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 6

Di sinilah pendekatan deep learning dan kurikulum berbasis cinta, terutama yang didasarkan pada filosofi “Panca Cinta”, memberikan alternatif yang bisa mengubah situasi. Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah yang dibuat dengan prinsip tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat penyebaran pengetahuan, tetapi juga sebagai media untuk membangun karakter dan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam terhadap agama, sesama, dan kehidupan.

Pelaksanaan Panca Cinta dalam Modul Ajar KBC SKI Kelas 6

Modul ajar KBC SKI kelas 6 MI bisa dibuat dengan memasukkan Panca Cinta dalam setiap bagian pembelajaran.

1. Cinta kepada Allah dan Rasul (Spiritualitas dan Keteladanan)

Modul ajar KBC kelas 6 ini tidak hanya memuat biografi Harun ar-Rasyid atau Sunan Kalijaga. Setiap diskusi tentang tokoh-tokoh tersebut dihubungkan dengan motivasi spiritual mereka. Contohnya, saat membahas Khalifah Umar bin Abdul Aziz, pembelajaran dipenuhi dengan aktivitas “Mencari Jejak Zuhud”. Siswa bukan hanya membaca tentang pencapaiannya, tetapi juga menganalisis surat-surat beliau yang dipenuhi kerendahan hati dan cinta kepada Allah. Kegiatan ini dapat berupa pembuatan “Surat Cinta untuk Khalifah” yang berisi pertanyaan mengenai sumber kekuatan spiritual beliau. Pembahasan mengenai Penyebaran Islam di Jawa oleh Walisongo selalu dihubungkan dengan metode dakwah yang didasarkan pada kecintaan yang dalam kepada Allah dan Rasul, yang mampu menyentuh hati banyak orang.

2. Cinta kepada Ilmu Pengetahuan (Eksplorasi dan Penemuan)

Masa kejayaan Bani Abbasiyah di Baghdad dan Keamiran Cordoba adalah kesempatan yang sangat baik untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu. Pembelajaran bisa mengambil tema “Jelajahi Baitul Hikmah dan Perpustakaan Cordoba”. Siswa diarahkan untuk membayangkan diri mereka sebagai penjelajah ilmu:
  • Aktivitas: “Wawancara dengan Tokoh, siswa berperan sebagai Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, atau Ibnu Firnas, sementara teman mereka berperan sebagai pewawancara. Mereka perlu mencari tahu motivasi serta penemuan dari tokoh tersebut.
  • Projek Sains Sederhana: Memahami prinsip optik dari Ibnu al-Haitham melalui eksperimen kamera obscura yang sederhana, atau memahami konsep aerodinamika dari impian terbang Ibnu Firnas.
  • Diskusi: “Bagaimana seandainya para ilmuwan tersebut tidak mencintai ilmu?” Diskusi tersebut menghubungkan sejarah dengan semangat penelitian di masa kini.

3. Cinta kepada Sesama (Humanisme dan Kepedulian Sosial)

Sejarah sarat dengan pelajaran tentang keadilan, toleransi, dan pengorbanan. Pembelajaran mengenai Masa Kepemimpinan Sultan Saladin (Salahuddin Al-Ayyubi) tidak hanya membahas perang Salib, tetapi juga menyoroti sikapnya yang sopan terhadap musuh, kepeduliannya kepada rakyat, serta usaha-usahanya untuk membuat kesejahteraan sosial. Aktivitas yang bisa dilakukan dalam materi SKI kelas 6 MI adalah:
  • Simulasi Sidang Pengadilan yang Adil: Membuat skenario penyelesaian sengketa dengan mencontoh keadilan yang diperlihatkan oleh Umar bin Khattab atau Saladin.
  • Projek: “Dapur Umum Sultan, menghitung dan merencanakan logistik untuk membantu sesama (berkaitan dengan mata pelajaran matematika dan ilmu sosial), terinspirasi dari sistem baitul mal yang baik.

4. Cinta kepada Tanah Air dan Lingkungan (Kontekstualisasi dan Ekologi)

Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 6 MI harus mengaitkan sejarah Islam secara global dengan konteks lokal di Indonesia. Pembahasan tentang Islam dan Pelestarian Lingkungan bisa diangkat dengan melihat praktik irigasi canggih yang ada di Andalusia atau sistem hima (kawasan lindung) dalam tradisi Islam.
  • Aktivitas: “Telusuri Jejak Walisongo di Kotaku”, siswa meneliti nama tempat, tradisi, atau situs warisan Walisongo di lingkungan mereka dan mengaitkannya dengan metode dakwah yang ramah lingkungan dan berbasis budaya.
  • Proyek: “Merancang Taman Pendidikan al-Andalus”, menyusun proposal taman sekolah dengan prinsip estetika serta keseimbangan lingkungan, mirip dengan taman di Cordoba.

5. Kecintaan terhadap Keindahan (Estetika dan Ekspresi)

Karya seni dari peradaban Islam mencerminkan kecintaan terhadap keindahan yang berasal dari nilai-nilai ketuhanan. Modul ajar KBC kelas 6 dengan fokus “Kemegahan Masjid dan Kaligrafi” bisa dibuat.
  • Aktivitas Praktis: Workshop kaligrafi sederhana untuk menulis Asmaul Husna atau membuat pola geometris (arabesque) menggunakan spidol dan penggaris, sambil menggali makna filosofis yang ada, yang tidak melibatkan penggambaran makhluk hidup.
  • Tur Virtual: Mengamati keindahan desain arsitektur Masjid Agung Demak, Menara Kudus, atau Masjidil Haram, kemudian mendiskusikan simbol serta fungsi estetika dari bangunan tersebut.
  • Apresiasi Sastra: Membaca dan melantunkan puisi-puisi Jalaluddin Rumi atau Hamzah Fansuri yang kaya akan cinta dan makna.

Struktur dan Elemen Modul Ajar KBC SKI Kelas 6

Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah yang dibuat harus mencakup elemen-elemen yang mengekspresikan pendekatan ini:
  1. Tujuan Pembelajaran: Tidak hanya kognitif (pengetahuan), tetapi juga afektif (kecintaan, penghayatan) dan psikomotorik (penciptaan, ekspresi). Misalnya: “Siswa dapat menganalisis faktor perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Abbasiyah dan menunjukkan sikap mencintai ilmu pengetahuan melalui proyek penelitian sederhana.”
  2. Pemantik (Apersepsi): Diawali dengan pertanyaan atau cerita yang menyentuh dan relevan dengan kehidupan siswa saat ini, menghubungkannya dengan nilai Panca Cinta.
  3. Aktivitas Pembelajaran: Berorientasi pada siswa (siswa sebagai fokus), bervariasi (diskusi, proyek, seni, percobaan), dan selalu mengaitkan materi dengan nilai-nilai cinta.
  4. Penilaian (Asesmen): Memanfaatkan penilaian yang autentik dan portofolio. Selain tes tertulis, juga mencakup penilaian proyek, presentasi, jurnal refleksi (“Apa yang saya cintai dari pelajaran hari ini?”), serta pengamatan sikap.
  5. Refleksi: Di akhir setiap sesi, siswa diarahkan untuk merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan berbasis Panca Cinta, seperti: “Nilai cinta apa yang paling kamu rasakan hari ini?” atau “Teladan apa yang ingin kamu tiru dari tokoh yang kita pelajari?”

Download Modul Ajar KBC SKI Kelas 6

Semester 1 (Ganjil)





Semester 2 (Genap)





Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) lainnya:







Penutup

Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 6 MI yang dipenuhi dengan jiwa Panca Cinta akan menghasilkan generasi yang tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mencintai agamanya karena melihat kemuliaannya, mencintai ilmu karena disadari manfaatnya, mencintai sesama melalui teladan toleransi, mencintai tanah air sebagai bagian dari identitas keislamannya, dan mencintai keindahan sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt Pencipta Keindahan.

Akhirnya, Sejarah Kebudayaan Islam tidak akan lagi dipandang sebagai rangkaian peristiwa yang mati dalam bentuk tulisan, tetapi akan hidup sebagai kisah cinta yang abadi, cinta yang menggerakkan peradaban. Jika ditanamkan dalam hati siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah, akan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk menulis sejarah cinta mereka sendiri di masa depan, demi Indonesia dan peradaban dunia yang lebih manusiawi dan bermartabat.