Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 4 MI

Pernahkah Anda berusaha membayangkan cara belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang bukan sekadar mengingat tanggal dan tokoh, tetapi juga menggerakkan hati, meningkatkan rasa ingin tahu, dan membuat siswa merasa senang saat belajar? Di sinilah modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) menjadi sangat penting, terutama jika dibuat dengan pendekatan deep learning (Mindful, Meaningful, Joyful) yang berpijak pada kurikulum berbasis cinta yang terikat pada nilai Panca Cinta.

Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 4

Kombinasi Deep Learning dan Panca Cinta dalam Pembelajaran SKI Kelas 4

Menggabungkan deep learning dan nilai-nilai Panca Cinta dalam modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah merupakan langkah penting untuk pendidikan yang lebih dari sekadar menyampaikan fakta sejarah. Ini membantu siswa menyerap nilai-nilai, membangun karakter, dan meningkatkan kesadaran spiritual. Deep learning berfungsi sebagai strategi pengajaran, sementara Panca Cinta merupakan nilai-nilai inti. Pendekatan tersebut memenuhi kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menekankan keseimbangan antara pemahaman, pengalaman, dan penerapan nilai dalam kehidupan sehari-hari.

Esensi Penggabungan Deep Learning dan Panca Cinta

Penggabungan berarti menyatukan dua atau lebih pendekatan dalam satu kesatuan yang saling melengkapi. Deep learning dengan prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful memberikan kerangka kerja yang meningkatkan kesadaran, makna, dan lingkungan belajar yang menyenangkan. Panca Cinta memberikan arah terhadap nilai dan tujuan moral dalam Sejarah Kebudayaan Islam. Dalam modul ajar KBC SKI kelas 4 MI, penggabungan dilakukan dengan menjadikan Panca Cinta sebagai landasan tujuan pembelajaran, menjadikan materi sejarah Islam sebagai refleksi nilai, merancang kegiatan yang memacu keterlibatan, dan membuat penilaian yang mengevaluasi pengetahuan serta sikap.

Sebagai hasilnya, modul ajar KBC SKI kelas 4 MI tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga berperan sebagai alat pendidikan karakter yang relevan dan kontekstual.

Pendekatan Penggabungan Nilai Deep Learning dan Panca Cinta

Supaya penggabungan deep learning dan Panca Cinta bisa berjalan dengan baik, dibutuhkan strategi yang terencana dan sistematis. Strategi tersebut harus mencakup semua aspek modul ajar KBC kelas 4, mulai dari perencanaan hingga penilaian pembelajaran.

Penggabungan pada Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dalam modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah perlu dirumuskan secara menyeluruh. Selain mencakup pencapaian pengetahuan, tujuan juga harus mencerminkan sikap dan nilai yang ingin ditanamkan. Misalnya, tujuan pembelajaran tidak hanya diungkapkan sebagai "siswa dapat menceritakan kisah tokoh Islam," tetapi bisa diperluas menjadi "siswa dapat memahami dan meneladani nilai kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab dari kisah tokoh Islam sebagai wujud cinta kepada Allah, Rasul, dan sesama."

Rumusan tujuan seperti ini mencerminkan penggabungan antara:
  1. Mindful learning karena siswa diajak untuk menyadari nilai yang dipelajari.
  2. Meaningful learning karena materi dikaitkan dengan sikap dan tindakan nyata.
  3. Panca Cinta karena nilai cinta menjadi fokus utama dalam pembelajaran.

Penggabungan pada Materi Pembelajaran

Materi Sejarah Kebudayaan Islam harus dipilih dan dibuat dengan hati-hati. Sejarah perlu disampaikan sebagai cerita yang berarti dan kaya nilai, bukan sekadar deretan peristiwa. Guru sebaiknya menekankan teladan dari tokoh, hikmah yang diperoleh dari peristiwa, dan relevansinya dengan kehidupan siswa. Misalnya, saat membahas perjuangan Nabi Muhammad SAW dan tokoh Islam lainnya, sebaiknya fokus pada nilai-nilai seperti ketakwaan, kepedulian sosial, semangat belajar, menjaga lingkungan, serta rasa cinta terhadap tanah air dan budaya sebagai bagian dari identitas.

Pengemasan materi seperti ini membuat pembelajaran SKI kelas 4 MI menjadi lebih bermakna dan mendalam, selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning).

Penggabungan pada Metode dan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran merupakan wadah utama untuk memadukan deep learning dengan Panca Cinta. Para guru bisa membuat metode yang mengajak partisipasi aktif siswa, seperti diskusi kelompok, bermain peran, studi kasus, refleksi pribadi, dan proyek kecil yang berbasis pada nilai-nilai. Dalam mindful learning, siswa diharapkan bisa berkonsentrasi pada tujuan belajar dan merenungkan proses yang mereka jalani. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru bisa mengarahkan siswa untuk merenungkan pertanyaan terkait nilai yang akan dipelajari.

Dalam meaningful learning, kegiatan menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, contohnya mengajak siswa untuk menceritakan pengalaman kejujuran setelah mempelajari kisah tokoh Islam. Joyful learning tercipta melalui lingkungan belajar yang ceria, menggunakan cerita bergambar, permainan edukatif, atau simulasi. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk secara alami menumbuhkan nilai-nilai Panca Cinta, sehingga siswa bisa belajar dengan penuh keikhlasan.

Contoh Penerapan Integrasi Dalam Kegiatan Pembelajaran

Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, berikut adalah contoh penerapan integrasi deep learning dan Panca Cinta dalam modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 4 MI.

Tahap Kegiatan Awal

Di tahap awal, guru memulai pembelajaran dengan sebuah cerita pendek atau mengajukan pertanyaan reflektif yang berkaitan dengan materi. Contohnya, guru bisa bertanya, “Mengapa kita seharusnya mencontoh sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari?” Pertanyaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran (mindful) serta mempersiapkan siswa secara emosional.

Guru kemudian menghubungkan pertanyaan tersebut dengan nilai cinta kepada Allah dan Rasul serta cinta kepada sesama manusia. Dengan cara tersebut, sejak awal pembelajaran, siswa sudah diarahkan pada tujuan nilai yang ingin dicapai.

Tahap Kegiatan Inti

Di fase inti, siswa diarahkan untuk mengeksplorasi materi Sejarah Kebudayaan Islam melalui berbagai kegiatan. Misalnya, siswa membaca atau mendengarkan cerita tentang tokoh Islam, lalu berdiskusi dalam kelompok kecil mengenai nilai-nilai yang bisa diteladani.

Dalam diskusi itu, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa menemukan makna dari peristiwa sejarah. Siswa diajak untuk mengaitkan cerita tersebut dengan kehidupan mereka, sehingga pembelajaran terasa lebih bermakna.

Supaya lingkungan belajar tetap ceria, guru bisa menyela diskusi dengan permainan peran atau kuis sederhana yang relevan. Kegiatan semacam ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga memperkuat rasa cinta terhadap ilmu dan kegiatan belajar.

Tahap Kegiatan Penutup

Di bagian penutup, guru mengarahkan siswa untuk melakukan refleksi. Siswa diajak untuk mengungkapkan apa yang telah mereka pelajari, nilai mana yang paling berkesan, dan bagaimana mereka akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses refleksi ini adalah inti dari deep learning, karena siswa diminta untuk menyadari dan memahami pengalaman belajar mereka.

Guru kemudian menekankan kembali nilai-nilai Panca Cinta yang telah dibahas, serta memberikan dorongan positif. Dengan demikian, pembelajaran SKI kelas 4 MI ditutup dengan kesan yang mendalam dan memberikan inspirasi.

Download Modul Ajar KBC SKI Kelas 4

Semester 1 (Ganjil)



Semester 2 (Genap)





Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) lainnya:







Kesimpulan

Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah yang menggunakan pendekatan deep learning yang berlandaskan pada Panca Cinta merupakan jawaban atas kebutuhan pendidikan yang tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga kaya secara emosional dan spiritual. Dengan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful, Sejarah Kebudayaan Islam tidak hanya menjadi mata pelajaran hafalan, melainkan merupakan perjalanan nilai yang akan membekas sepanjang hidup.