Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis Kelas 6 MI

Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) tidak seharusnya hanya berupa rencana pelajaran. Ini harus menjadi jembatan yang menghubungkan emosi dan intelektual generasi Z dengan kesucian wahyu dan suri tauladan Nabi.

Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis Kelas 6

Kurikulum merdeka menawarkan kesempatan untuk mengembangkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Dalam hal ini, penggabungan metode Deep Learning dengan prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful, yang dimotori oleh Kurikulum Berbasis Cinta berdasarkan Panca Cinta, muncul sebagai alternatif yang inovatif.

Filosofi Dasar: Panca Cinta sebagai Basis Kurikulum

Sebelum menyelami modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC), penting untuk memahami dasar filosofisnya: Kurikulum Berbasis Cinta yang berlandaskan Panca Cinta. Ide ini mengubah cinta dari sekadar emosi menjadi prinsip pengajaran yang bisa diterapkan. Panca Cinta ini terdiri dari:
  1. Cinta kepada Allah (Ḥubbullāh): Merupakan inti dari semua aktivitas pembelajaran. Setiap ayat dan hadis diterima sebagai ungkapan kasih, kebijaksanaan, dan kehendak Tuhan. Tujuan dari ini adalah untuk menumbuhkan rasa takwa dan kedekatan dengan-Nya.
  2. Cinta kepada Rasulullah (Ḥubbur Rasūl): Memperkenalkan Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebagai penyampai wahyu, tetapi sebagai teladan ideal dalam semua aspek kehidupan. Cinta ini terwujud dalam mengikuti sunnahnya dengan senang hati.
  3. Cinta kepada Ilmu Pengetahuan (Ḥubbul ‘Ilm): Mengembangkan rasa ingin tahu tentang ilmu, khususnya mengenai Al-Qur’an dan Hadis, yang dianggap sebagai anugerah paling berharga. Pengetahuan dipandang sebagai cahaya yang perlu dicari dan diterapkan.
  4. Cinta kepada Sesama dan Lingkungan (Ḥubbun Naas wa al-Bīah): Mengaitkan pesan wahyu dengan kondisi sosial dan ekologis. Ayat-ayat yang membahas silaturahmi, saling membantu, dan pelestarian alam menjadi bahan refleksi untuk membangun kepedulian.
  5. Cinta kepada Diri Sendiri yang Positif (Ḥubbun Nafs al-Iljābī): Membantu siswa mengenali potensi diri yang merupakan karunia Allah, merawat kesehatan fisik dan mental, serta membangun harga diri yang positif yang berasal dari iman dan takwa.
Kurikulum berbasis cinta tersebut kemudian dilaksanakan melalui pendekatan Deep Learning.

Deep Learning dalam Modul Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 6

Deep Learning dalam konteks pendidikan agama berarti aktivitas pembelajaran yang lebih dalam daripada sekadar menghafal dan memahami secara langsung. Ini mengajak siswa untuk mengeksplorasi makna dengan lebih dalam, menghubungkannya dengan situasi hidup, dan merefleksikannya dalam tindakan nyata. Prinsip Mindful, Meaningful, Joyful menjadi pedoman dalam pelaksanaannya.

1. Mindful (Penuh Kesadaran): Membangun Koneksi Spiritual dan Konsentrasi

Modul ajar KBC kelas 6 dibuat untuk melatih mindfulness atau kesadaran penuh saat berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Hadis.
  • Awal dengan Muhasabah: Setiap sesi dimulai dengan momen hening, yang mengarahkan siswa menyadari kehadiran Allah, bersyukur atas nikmat, dan menyiapkan hati untuk menerima ilmu.
  • Tadabbur Terpandu: Dalam membaca ayat, siswa tidak hanya diminta untuk membaca dan menerjemahkan, tetapi juga melakukan tadabbur yang sederhana. Sebagai contoh, saat membahas QS. Al-Insyirah, modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 6 MI menyajikan pertanyaan pemantik: “Apa tantangan terbesar yang pernah kamu alami? Ingat, setelah itu pasti ada kemudahan. Apa perasaanmu saat membaca janji Allah ini?” Aktivitas tersebut melibatkan emosi dan perasaan.
  • Kesadaran Sensorik: Menggunakan audio tilawah yang indah dari beberapa qari untuk melatih fokus mendengar. Atau, saat menghafal, siswa diminta untuk menyadari setiap gerakan mulut dan arti dari apa yang diucapkan.
  • Refleksi Diri (Muraqabah): Setelah mempelajari hadis mengenai niat, saat pembelajaran menyediakan jurnal sederhana untuk mencatat “Niat baik apa yang ingin aku tingkatkan hari ini?”.

2. Meaningful (Penuh Makna): Menghubungkan Teks dengan Konteks Kehidupan

Ini adalah inti dari Deep Learning. Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah harus bisa menjawab pertanyaan: “Apa hubungan dari ayat atau hadis ini dengan kehidupanku, keluargaku, dan komunitasku?”
  • Proyek Berbasis Kasih Sayang: Modul ajar KBC kelas 6 ini tidak sekadar berisi pertanyaan, tetapi juga mendorong siswa untuk melaksanakan proyek-proyek kecil. Contohnya: Setelah mempelajari QS. Al-Ma’un dan hadis mengenai pengasuhan anak yatim, siswa secara kelompok membuat “Aksi Peduli Yatim” yang berlokasi di sekitar sekolah (melaksanakan Kasih Sayang kepada Sesama). Mereka bisa membuat kartu ucapan, mengumpulkan bingkisan sederhana, atau hanya menyapa dan bermain. Ayat dan hadis berfungsi sebagai “penggerak” untuk tindakan nyata.
  • Peran dan Simulasi: Memahami sejarah turunnya wahyu (asbabun nuzul) atau hadis melalui drama singkat. Contohnya, menggambarkan kembali sikap Rasulullah SAW yang sangat mencintai anak-anak (Kasih Sayang kepada Rasulullah). Siswa memperoleh pengalaman langsung terhadap emosi dan nilai yang ada.
  • Koneksi Antar Disiplin: Mengaitkan ayat-ayat kauniyah dengan konsep-konsep sains dasar. Mempelajari QS. Ar-Rahman mengenai tumbuhan, lalu menghubungkannya Al-Qur’an Hadis kelas 6 dengan materi IPAS tentang fotosintesis, serta merasakan keagungan Allah (Kasih Sayang kepada Ilmu dan Kasih Sayang kepada Allah).
  • Diskusi Masalah Etika: Pembelajaran ini menyajikan studi kasus yang relevan dengan kehidupan mereka. Misalnya, “Apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman yang mencontek, sambil mengingat hadis tentang amanah?” Diskusi tersenut melatih kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan yang berlandaskan nilai-nilai.

3. Joyful (Menyenangkan): Menciptakan Pengalaman Belajar yang Penuh Kebahagiaan

Kebahagiaan menjadi kunci untuk pembelajaran yang efektif. Belajar tentang agama seharusnya dipandang sebagai sebuah anugerah, bukan beban.
  • Metode Permainan: Menggunakan kartu kata kunci dari ayat, potongan hadis sebagai puzzle, atau kuis interaktif berbasis aplikasi sederhana untuk mengulang materi. Mengadakan kompetisi yang sehat antar kelompok dengan sistem poin.
  • Kreativitas Berbasis Seni: Mewarnai kaligrafi dari ayat-ayat pilihan, membuat komik strip tentang kisah dalam Al-Qur’an, atau menggambar poster yang mengilustrasikan pesan dari sebuah surat pendek.
  • Muroja’ah dengan Melodi: Menghafal dan mengulangi hafalan (muroja’ah) dengan melodi yang menyenangkan, atau dinyanyikan secara bersama-sama.
  • “Sudut Baiti Jannati”: Membuat area baca di kelas yang nyaman, dengan karpet, bantal, dan buku-buku kisah Nabi yang menarik, sehingga anak-anak merasa "nyaman seperti di rumah" dan betah berinteraksi dengan materi pelajaran.

Download Modul Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 6

Semester 1 (Ganjil)




Semester 2 (Genap)




Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) lainnya:







Kesimpulan

Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 6 MI yang menggabungkan pendekatan Deep Learning berdasarkan Panca Cinta merupakan upaya untuk memenuhi kerinduan terhadap pendidikan agama yang lebih mendalam, manusiawi, dan transformasional. Dengan hati yang penuh perhatian, pemahaman yang berarti, dan jiwa yang gembira, diharapkan cahaya Al-Qur’an dan Sunnah bisa memberikan petunjuk yang nyata (al-huda) dalam kehidupan mereka, saat ini dan di masa depan. Inilah warisan cahaya sejati untuk peradaban Islam yang akan datang.