Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis Kelas 1 MI
Memasuki tahap Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah momen yang krusial dalam perkembangan pendidikan anak. Metode belajar yang terlalu kaku, penuh tekanan, dan terpisah dari emosi mereka bisa menghambat minat belajar, terutama dalam pelajaran yang penting seperti Al-Qur’an Hadis kelas 1.
Oleh sebab itu, modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 1 MI harus lebih dari sekadar menyampaikan informasi. Dokumen tersebut seharusnya berorientasi pada pembinaan koneksi kasih antara anak-anak dengan Kalamullah dan sunnah Nabi-Nya. Di sinilah relevansi pendekatan kurikulum berbasis cinta dan deep learning muncul yang berlandaskan Panca Cinta.
Memahami Dasar: Panca Cinta dalam Aktivitas Pembelajaran
Sebelum membuat modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC), sangat penting untuk memahami bagaimana setiap elemen Panca Cinta diterapkan dalam konteks pembelajaran anak-anak kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah:
1. Cinta Allah (Mahabbah ila Allah)
Ditularkan melalui pemahaman bahwa Al-Qur’an adalah firman dari Allah yang sangat penyayang dan pengasih. Setiap huruf yang dipelajari dan setiap ayat pendek yang dihafal adalah manifestasi kasih-Nya sebagai panduan. Rasa syukur karena diberikan kesempatan untuk membaca Al-Qur’an merupakan bentuk cinta ini.
2. Cinta Rasulullah (Mahabbah ila Rasulillah)
Dikenalkan melalui kisah-kisah sederhana dan teladan Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih, kejujuran, dan perhatian kepada anak-anak. Hadis yang dipilih menggambarkan akhlak baik beliau, sehingga anak-anak tidak sekadar menghafal teks, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap pembawa pesan tersebut.
3. Cinta Ilmu
Ditanamkan melalui pengalaman menyenangkan dan positif saat berinteraksi dengan mushaf. Membacanya dengan tartil yang indah, menyimpannya dengan penuh penghormatan, dan merasakan keindahan suara huruf-hurufnya adalah cara untuk menumbuhkan cinta tersebut.
4. Cinta Lingkungan
Dikembangkan melalui pesan-pesan universal dalam Al-Qur’an dan Hadis tentang kebaikan, berbagi, menghormati orang tua dan guru, serta menyayangi hewan dan tumbuhan. Pembelajaran diarahkan untuk menciptakan kesadaran sosial sejak usia dini, bukan bersifat egois.
5. Cinta Diri dan Sesama
Ditujukan untuk membantu anak mengembangkan identitas positif sebagai seorang muslim yang baik. Anak-anak didorong menyadari bahwa dengan mempelajari Al-Qur’an dan Hadis, mereka sedang merawat jiwa mereka, memperdalam pengetahuan, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Rasa percaya diri dibangun berdasarkan prestasi dalam kebaikan, bukan sekadar kompetisi.
Struktur dan Elemen Modul Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 1
Modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 1 MI yang dibuat dengan filosofi ini mempunyai fitur khusus yang membedakannya dari modul tradisional. Berikut adalah elemen-elemen utamanya:
1. Tujuan Pembelajaran yang Fokus pada Sikap
Fokus tidak hanya pada tujuan kognitif (mengenal huruf hijaiyah, menghafal surat pendek) dan psikomotor (membaca dengan benar), tetapi juga menekankan tujuan afektif. Contoh, “Melalui kegiatan menyanyikan lagu ‘Asmaul Husna’, siswa mampi mengembangkan rasa cinta dan penghormatan terhadap Allah SWT.” atau “Melalui latihan sapaan Islami, siswa mampu menunjukkan sikap sopan dan kasih sayang kepada teman-teman.”
2. Materi yang Terintegrasi dan Sesuai Konteks
Materi dibuat tidak sebagai sekumpulan topik yang terpisah, melainkan saling terkait dengan nilai-nilai Panca Cinta dan Deep Learning.
- Pengenalan Huruf Hijaiyah: Tidak diajarkan secara monoton dari ‘alif-ba-ta’. Setiap huruf diawali dengan “cerita cinta”. Misalnya, huruf ب (ba) dikenalkan sebagai awal dua kata بسم (Bismi) dalam Basmalah, yang merupakan kalimat kasih dari Allah untuk memulai setiap aktivitas. Huruf ر (ra) dihubungkan dengan nama Allah الرحمن (Ar-Rahman), Yang Maha Pengasih.
- Surat-surat Pendek (Juz ‘Amma): Pemilihan surat-surat ini difokuskan pada yang mengandung ajaran tentang cinta dan kasih sayang. Contohnya, Surat An-Nas dan Al-Falaq diajarkan dengan penekanan bahwa Allah adalah Pelindung yang menyayangi dan ingin melindungi kita. Surat Al-Ikhlas diajarkan supaya kita bisa mengenali keesaan Allah dengan cara yang sederhana namun mendalam.
- Hadis Pilihan: Hadis yang dipilih adalah yang singkat, mudah diingat, dan mengandung nilai sosial serta emosional. Contohnya: “Sampaikan salam, berikan makanan kepada yang membutuhkan, jaga hubungan baik…” (HR. Bukhari). Hadis tersebut bisa langsung diterapkan dalam interaksi di kelas sehari-hari.
3. Metode Pembelajaran yang Variatif dan Menyenangkan (Joyful Learning)
Metode ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan bergerak, merasakan, dan berimajinasi pada anak-anak.
- Bercerita (Qishah): Menceritakan dongeng islami, kisah Nabi, atau cerita fiktif yang mengandung nilai-nilai Panca Cinta dan Deep Learning.
- Bernyanyi dan Nasyid: Lagu-lagu sederhana berkaitan dengan huruf hijaiyah, Asmaul Husna, perilaku sehari-hari, dan pesan-pesan dari Al-Qur’an.
- Bermain Peran (Role Play): Memperagakan etika berjumpa teman, bagaimana bersikap terhadap orang tua, atau menghormati guru.
- Praktik Langsung (Amaliyah): Aktivitas seperti merangkai puzzle huruf hijaiyah, menghias sampul mushaf mini dengan indah, atau membuat kartu ucapan untuk orang tua yang berisi ayat pendek.
- Pembiasaan (Habit Forming): Rutinitas kelas dimulai dengan senyuman, salam, doa bersama, dan membaca Basmalah sebelum memulai pelajaran. Ini merupakan aplikasi nyata dari cinta kepada Allah, Rasul, dan sesama.
4. Media dan Sumber Belajar yang Menstimulasi Cinta
Media dibuat untuk menyentuh hati, bukan sekadar akal.
- Mushaf Anak: Berwarna-warni dengan ilustrasi yang menarik untuk anak, dan tulisan yang jelas serta besar.
- Flashcard Huruf Hijaiyah: Disertai gambar benda yang namanya mengandung huruf tersebut dan relevan dengan nilai cinta (contoh: huruf ﺡ (ha) dengan ilustrasi حَــب (hati) atau حَــيَــوان (hewan) yang lucu).
- Audio dan Video: Rekaman murottal surat-surat pendek dengan suara anak-anak atau qari yang lembut, video animasi tentang kisah Nabi, serta lagu-lagu islami yang edukatif.
- Alam Sekitar: Sebagai media pembelajaran cinta kepada makhluk. Mengamati tanaman dan hewan peliharaan di sekolah sambil menghubungkannya dengan kebesaran Allah.
Download Modul Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 1
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 1 MI lainnya:
Penutup
Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah yang menggunakan pendekatan ini tidak hanya akan membantu anak bisa membaca Al-Qur’an tetapi yang lebih penting, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an. Anak-anak yang sejak dini mempunyai rasa cinta kepada Allah, Rasul-Nya, kitab-Nya, sesama manusia, dan dirinya sendiri. Pada akhirnya, inilah pendidikan yang memanusiakan dan memberdayakan. Dengan fondasi cinta yang kuat di kelas 1 MI, diharapkan perjalanan panjang mereka dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadis akan menjadi perjalanan yang berkesan, menyenangkan, dan penuh ketulusan, sehingga melahirkan generasi muslim dan muslimah yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mempunyai hati yang lembut dan kasih sayang untuk seluruh alam.
%20Al-Qur%E2%80%99an%20Hadis%20Kelas%201%20MI.webp)