Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) SKI Kelas 8 MTs
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) sering kali menghadapi tantangan pandangan. Di satu sisi, materi ini dipenuhi dengan kisah-kisah heroik, pencapaian ilmu pengetahuan, dan perkembangan peradaban yang luar biasa. Namun, di sisi lain, tanpa pendekatan yang tepat, sejarah bisa disajikan sebagai sekumpulan tahun, nama, dan peristiwa yang kering serta tidak relevan dengan kehidupan siswa kelas 8 yang sedang mencari identitas mereka.
Inilah saatnya kurikulum berbasis cinta dengan pendekatan Panca Cinta dan Deep Learning muncul sebagai paradigma yang bisa mengubah kondisi tersebut. Penggabungan tersebut dalam modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 8 MTs bertujuan bukan hanya sebagai metode semata, tetapi juga sebagai usaha untuk menghidupkan kembali esensi sejarah, mengubahnya dari sekadar kenangan yang statis menjadi sumber inspirasi yang aktif dalam membentuk karakter siswa.
Mengintegrasikan Panca Cinta dalam Rancangan Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
1. Cinta kepada Allah (Ḥubb Allāh): Landasan Segala Pencapaian
Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) harus menekankan bahwa puncak peradaban Islam bermula dari rasa cinta dan kepatuhan kepada Allah. Saat membahas Dinasti Abbasiyah, pembelajaran perlu menggambarkan motivasi spiritual khalifah seperti Al-Ma’mun yang mencari ilmu sebagai bentuk ibadah. Kegiatan dalam modul ajar KBC SKI kelas 8 MTs bisa mencakup analisis atas kutipan dari ilmuwan Muslim yang memuji Allah atau menulis makalah yang menjelaskan hubungan antara iman dan inovasi. Cinta kepada Allah juga tercermin dalam materi mengenai Kerajaan Islam di Nusantara, seperti proses Islamisasi yang dilakukan oleh Wali Songo dengan pendekatan budaya.
2. Cinta kepada Rasulullah (Ḥubb al-Rasūl): Meneladani Akhlak dalam Kepemimpinan dan Sosial
Kecintaan terhadap Rasulullah SAW harus terwujud dalam mencontoh akhlak dan sunnahnya demi membangun masyarakat yang baik. Modul ajar KBC kelas 8 tentang Khalifah Umar bin Abdul Aziz serta para sultan adil di Nusantara harus menekankan nilai-nilai keadilan, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap orang lain. Mencintai Rasul juga melibatkan melanjutkan misi dakwahnya. Pembelajaran mengenai penyebaran Islam di Nusantara harus lebih dari sekadar hafalan; siswa perlu memahami semangat para penyebar agama yang melakukan dakwah dengan kebijaksanaan dan kasih sayang kepada umat. Aktivitas seperti peran serta dalam role play sebagai duta dakwah yang beretika bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk belajar.
3. Cinta kepada Keluarga dan Sesama (Ḥubb al-Usrah wa al-Muslimīn): Membaca Jejak Toleransi dan Solidaritas
Sejarah Islam mengajarkan akan pentingnya rasa persaudaraan dan interaksi antar manusia. Modul ajar KBC SKI kelas 8 MTs harus menyampaikan fakta sejarah secara jujur dan menyeluruh. Ketika membahas kehidupan berbagai etnis dan agama di Baghdad atau Cordoba, sangat penting untuk menunjukkan prinsip toleransi serta kontribusi non-Muslim dalam penerjemahan naskah. Di Nusantara, interaksi antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam mencerminkan rasa cinta serta kolaborasi dalam mendirikan peradaban. Sebaliknya, penting untuk menganalisis penyebab kemunduran dan konflik dalam Dinasti Abbasiyah, yang bisa mengingatkan kita bahwa hilangnya cinta dan persaudaraan bisa mempengaruhi kekuatan peradaban. Diskusi kelompok mengenai "Pelajaran yang Bisa Dipelajari" dari konflik sejarah bisa meningkatkan rasa empati dan kesadaran sosial siswa.
4. Cinta kepada Ilmu Pengetahuan (Ḥubb al-‘Ilm): Menyalakan Api Keingintahuan
Modul ajar KBC kelas 8 seharusnya bisa menginspirasi siswa, bukan sekadar memberikan pengetahuan. Saat membahas tokoh-tokoh seperti Al-Khawarizmi dan Ibnu Al-Haytham, tunjukkan dedikasi dan antusiasme mereka dalam pencarian ilmu, serta hubungkan kontribusi mereka dengan teknologi saat ini. Aktivitas "Ilmu dalam Sejarah Islam" bisa mengajak siswa untuk membuat presentasi mengenai penemuan penting dari para ilmuwan Muslim dan pengaruhnya. Tunjukkan bahwa ilmuwan Muslim menguasai berbagai cabang ilmu karena kecintaan mereka yang mendalam terhadap pengetahuan. Ajak siswa untuk mengeksplorasi hubungan antara ilmu pengetahuan klasik Islam dan kurikulum sains yang ada saat ini.
5. Cinta kepada Alam Semesta (Ḥubb al-Kā’inah): Menggali Ayat-Ayat Kauniyah
Peradaban Islam berkembang karena pandangan yang menganggap alam sebagai tanda kebesaran Allah yang patut dipelajari dan dijaga. Dalam pembahasan prestasi di bidang astronomi, geografi, kedokteran, dan arsitektur dalam modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC), penting untuk menekankan peran manusia sebagai pemimpin di bumi. Ilmu pengetahuan digunakan untuk memahami alam dan meningkatkan kualitas hidup. Bandingkan dengan masalah lingkungan yang ada saat ini. Aktivitas untuk membuat "Kota Ideal Islami" yang berkesinambungan berlandaskan prinsip arsitektur klasik Islam bisa menjadi proyek kreatif yang melibatkan kerjasama.
Implementasi Pembelajaran dalam Modul Ajar KBC SKI Kelas 8
Modul ajar KBC SKI kelas 8 MTs yang telah dibuat dengan kerangka Panca Cinta dan Deep Learning perlu diterjemahkan menjadi rencana pembelajaran yang dinamis. Peran guru adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk "menyelami" nilai, bukan hanya "memberikan" fakta. Metode pengajaran yang sesuai antara lain:
- Inkuiri dan Discovery Learning: Siswa diminta untuk menyelidiki “mengapa kejayaan itu terjadi?” dan menemukan nilai-nilai Panca Cinta yang terkandung di dalamnya.
- Value Clarification Technique (VCT): Memanfaatkan dilema-dilema sejarah (contohnya, pilihan antara berperang atau berdiplomasi) untuk memperjelas nilai-nilai yang dipegang.
- Project-Based Learning (PjBL): Menyusun proyek seperti film pendek, majalah dinding, atau podcast mengenai tokoh sejarah dengan penekanan pada nilai-nilai cinta yang mereka contohkan.
- Refleksi dan Jurnal Harian: Mendorong siswa untuk menuliskan pemikiran pribadi mereka tentang keterkaitan nilai dari kejadian sejarah dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Tantangan dan Penutup: Menjadikan Sejarah Kebudayaan Islam sebagai Sumber Ketenangan Jiwa
Tantangan yang paling besar adalah meramu narasi yang proporsional, tidak terjebak dalam pujian berlebihan maupun sikap defensif. Sejarah perlu disajikan secara objektif, mencakup semua keberhasilan dan kejatuhan, sambil tetap menggali nilai-nilai universal Panca Cinta dan Deep Learning yang bisa dijadikan pedoman untuk masa kini.
Dengan mengadopsi pendekatan Panca Cinta dan Deep Learning, modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 8 MTs bertransformasi. Ia tidak lagi hanya sekadar kumpulan materi, tetapi menjadi sebuah “petualangan nilai”. Siswa didorong untuk menjelajahi lorong waktu, bukan untuk menjadi arkeolog yang mengumpulkan artefak mati, tetapi menjadi pejalan spiritual yang mengumpulkan kebijaksanaan: cinta kepada Allah, Rasul, sesama, ilmu, dan alam.
Dengan demikian, pelajaran SKI kelas 8 MTs akan melaksanakan fungsinya dalam Al-Qur’an sebagai ‘ibrah (pelajaran), dzikra (peringatan), dan mau’izhah (nasihat). Ini akan membekali generasi muda Muslim bukan hanya dengan kebanggaan atas sejarah, tetapi dengan motivasi yang tulus untuk membangun peradaban masa depan yang penuh kasih dan berkah. Pada akhirnya, sejarah diajarkan bukan untuk terjebak di masa lalu, tetapi untuk mengilhami kehidupan hari ini dan yang akan datang dengan dasar nilai yang kokoh dan penuh cinta.
Download Modul Ajar KBC SKI Kelas 8
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 8 MTs lainnya:
%20SKI%20Kelas%208%20MTs.webp)