Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Fikih Kelas 10 MA
Dunia pendidikan Islam, khususnya pada Madrasah Aliyah (MA), sedang mengalami berbagai tantangan di zaman sekarang. Di satu sisi, penting untuk melestarikan pengetahuan keislaman klasik seperti Fikih. Namun, di sisi lain, pendidikan harus tetap relevan dan menginspirasi. Siswa perlu dipersiapkan supaya mereka menjadi generasi yang tidak hanya menjalani ritual dengan patuh, tetapi juga mempunyai kecerdasan dalam aspek spiritual dan sosial.
Pembelajaran Fikih kelas 10 MA bisa terasa monoton jika metodenya tidak diperbaharui. Oleh karena itu, inovasi pada modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 10 di Madrasah Aliyah sangat diperlukan.
Memahami Dasar: Deep Learning dan Kurikulum Bebasis Cinta
Sebelum membuat modul ajar KBC Fikih kelas 10 MA, kita perlu mengerti dua paradigma utama ini.
1. Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)
Ini bukan hanya tentang konsep kognitif, melainkan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan:
- Mindful (Penuh Kesadaran): Pembelajaran dilakukan dengan perhatian dan kehadiran hati. Siswa dilibatkan untuk menyadari nilai, hikmah, dan konsekuensi dari suatu hukum alih-alih hanya menghafal. Kesadaran tentang diri, Tuhan, dan masyarakat menjadi fondasi utama.
- Meaningful (Penuh Makna): Materi Fikih kelas 10 MA dihubungkan dengan pengalaman nyata siswa, isu-isu modern, dan tujuan hidup mereka sebagai Muslim. Setiap bab harus menjawab pertanyaan “Seberapa relevan ini bagiku dan bagi masyarakat kita?”
- Joyful (Menyenangkan): Lingkungan belajar harus dipenuhi dengan kegembiraan, minat, dan kepuasan intelektual dan spiritual. Fikih seharusnya bukan menjadi beban, melainkan perjalanan mencari kebijaksanaan dari Tuhan. Ini bisa dicapai melalui metode yang bervariasi, media yang menarik, dan penilaian yang memberdayakan.
2. Kurikulum Berbasis Cinta dengan Dasar Panca Cinta
Kurikulum berbasis cinta (KBC) menjadikan cinta sebagai nilai utama dan penggerak dalam aktivitas belajar. Panca Cinta ini bisa dirumuskan sebagai:
- Cinta kepada Allah (Hubbullah): Merupakan dasar dari semua motivasi belajar. Setiap hukum Fikih dimengerti sebagai wujud cinta dan kepatuhan kepada Sang Pencipta, bukan hanya sebagai beban.
- Cinta kepada Rasulullah (Hubbur Rasul): Pemahaman tentang Fikih dikembangkan dengan rasa cinta kepada sosok Nabi, serta memahami konteks dan manfaat di balik sunnah-sunnahnya.
- Cinta kepada Ilmu Pengetahuan (Hubbul 'Ilmi): Mendorong semangat untuk mempelajari Fikih dengan metodologi yang terbuka, kritis, dan menghargai warisan pengetahuan Islam.
- Cinta kepada Sesama Manusia (Hubbun Naas): Fikih diarahkan untuk memperkuat empati, keadilan, dan perhatian sosial. Hukum mengenai muamalah, keluarga, dan sosial diajarkan dengan semangat memberikan manfaat.
- Cinta kepada Alam Semesta (Hubbul 'Alam): Melihat Fikih sebagai panduan untuk menjadi khalifah yang peduli lingkungan. Konsep tentang thaharah, pola konsumsi (halal dan baik), serta ibadah yang berkaitan dengan alam dieksplorasi secara mendalam.
Struktur Aktivitas Pembelajaran dalam Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Fikih Kelas 10
Berikut adalah contoh integrasi dalam modul ajar KBC Fikih kelas 10 Madrasah Aliyah.
1. Fase Pembuka (Mindful dan Cinta kepada Ilmu)
- Icebreaker: Siswa didorong untuk menganalisis infografis mengenai kesenjangan ekonomi di Indonesia. Diskusi singkat: “Apa yang bisa kita lakukan sebagai Muslim?”
- Membangkitkan Kesadaran (Mindful): Guru membaca QS At-Taubah [9]:103 dengan tartil, diikuti dengan tafsir singkat tentang "membersihkan dan menyucikan". Siswa didorong untuk merenungkan: “Apa yang perlu disucikan dari harta kita? Apakah hanya dari segi hukum saja atau juga keinginan dan cara mendapatkannya?”
2. Fase Inti (Meaningful dan Joyful, Mengintegrasikan Seluruh Panca Cinta)
- Eksplorasi Konsep (Meaningful dan Hubbul 'Ilmi): Modul ajar KBC kelas 10 tidak hanya berisi teks, tetapi juga tautan ke video animasi mengenai sirkulasi harta dalam Islam, peta konsep tentang jenis zakat, dan studi kasus untuk menghitung zakat seorang YouTuber, pedagang online, dan pegawai. Siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan kasus tersebut.
- Praktik "Baitul Mal Mini" (Joyful dan Hubbun Naas): Setiap kelompok menerima simulasi dana zakat. Mereka harus membuat program distribusi (untuk fakir, miskin, amil, muallaf, dan lain-lain) dalam bentuk proposal yang sederhana. Aktivitas tersebut akan merangsang kreativitas, empati, dan kebahagiaan dalam berbagi.
- Kunjungan Virtual atau Ceramah Ahli (Meaningful): Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 10 Madrasah Aliyah menyediakan tautan wawancara dengan amil zakat yang terpercaya atau data tentang penerima zakat. Siswa bisa melihat dampak yang nyata.
- Refleksi Nilai (Mindful dan Hubbullah, Hubbur Rasul): Siswa didorong untuk mencatat di jurnal singkat: "Kalau Rasulullah SAW hidup di zaman digital, bagaimana cara beliau memastikan zakat sampai kepada yang berhak? Bagaimana metode membayar zakat yang tidak hanya menunaikan kewajiban tetapi juga memperkuat cinta kita kepada Allah dan sesama?"
3. Fase Penutup dan Aksi (Meaningful dan Hubbul 'Alam)
- Proyek Aksi Nyata: Siswa dinilai tidak hanya melalui tes, tetapi juga lewat proyek kecil. Contohnya, kampanye "Zakat Fitrah Bermakna" yang bertujuan mendidik keluarga tentang standar beras berkualitas (thayyib) atau membuat konten infografis mengenai zakat untuk media sosial. Ini menggabungkan kecintaan pada alam (konsumsi thayyib) dan kecintaan pada ilmu (dakwah bil-hikmah).
- Penilaian Holistik: Rubrik penilaian dalam modul ajar KBC kelas 10 ini tidak hanya mempertimbangkan ketepatan perhitungan, tetapi juga aspek kolaborasi, kreativitas dalam proposal, kedalaman refleksi, dan kontribusi siswa dalam proyek aksi.
Download Modul Ajar KBC Fikih Kelas 10
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 10 Madrasah Aliyah lainnya:
Kesimpulan
Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 10 Madrasah Aliyah yang terintegrasi dengan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) dan berlandaskan Panca Cinta adalah respons terhadap tuntutan zaman. Pembelajaran tersebut mengubah pemahaman Fikih dari sekadar hukum menjadi "fiqh al-hayah" atau fikih kehidupan yang dinamis dan penuh makna. Dengan modul ajar KBC kelas 10 ini, kita tidak hanya mengajarkan hukum tentang shalat, zakat, atau muamalah, tetapi juga membangun karakter generasi Muslim yang sadar dan bertanggung jawab. Generasi tersebut menjalani ibadah dengan kesadaran, memahami agama secara mendalam, dan melaksanakan syariat dengan kebahagiaan, karena semuanya bersumber dari Cinta. Ini adalah inti dari pendidikan Islam yang sejati: membentuk hati sebelum mengisi pikiran dan memotivasi tindakan untuk berkarya berdasarkan cinta.
%20Fikih%20Kelas%2010%20MA%20%5Bmodulguruku.com%5D.webp)