Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis Kelas 10 MA

Pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 10 di Madrasah Aliyah (MA) mempunyai posisi yang sangat penting dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan perspektif siswa terhadap kehidupan. Namun, di tengah lonjakan globalisasi dan perkembangan teknologi, cara pengajaran yang bersifat tekstual dan monoton sudah tidak memadai. Siswa generasi Z memerlukan pendekatan yang lebih dinamis, lebih relevan dengan kenyataan mereka, dan tentu saja lebih menyentuh emosi.

Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis Kelas 10

Di sinilah inovasi modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah menjadi krusial, karena mengintegrasikan pendekatan deep learning (Mindful, Meaningful, Joyful) dan berlandaskan Panca Cinta. Modul ajar KBC kelas 10 kini bukan sekadar berfungsi sebagai dokumen administratif, melainkan sebagai pedoman pembelajaran yang menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Al-Qur’an Hadis

Integrasi kurikulum berbasis cinta dalam modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah adalah langkah penting untuk memastikan pembelajaran tidak hanya fokus pada penguasaan materi ajaran agama, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran nilai siswa. Panca Cinta sebagai dasar kurikulum berbasis cinta (KBC) menyediakan kerangka etika dan pedagogik yang menyeluruh, sehingga ajaran Al-Qur’an dan Hadis mampu diinternalisasi secara utuh dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Dalam konteks Madrasah Aliyah, khususnya di kelas 10, integrasi tersebut sangat relevan karena siswa berada pada tahap akhir perkembangan remaja yang tengah membangun identitas diri, sistem nilai, dan tujuan hidup. Modul ajar KBC kelas 10 yang mengintegrasikan Panca Cinta berfungsi sebagai alat pembelajaran untuk membimbing siswa supaya tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis, melainkan juga menghayatinya sebagai nilai hidup yang mengarahkan sikap dan perilaku mereka.

Integrasi Panca Cinta dalam Tujuan Pembelajaran

Proses integrasi Panca Cinta dimulai dengan penentuan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 10 MA seharusnya tidak hanya dirumuskan dalam bentuk capaian kognitif, seperti kemampuan menjelaskan arti ayat atau menghafal hadis, tetapi juga harus mencerminkan nilai yang jelas dan terukur.

Contoh tujuan pembelajaran bisa diungkapkan seperti ini: "Siswa dapat memahami isi QS. Al-Hujurat mengenai etika sosial dan menunjukkan sikap saling menghormati sebagai bentuk cinta kepada sesama dan kemanusiaan." Pernyataan ini secara langsung menghubungkan pemahaman materi dengan nilai Panca Cinta, terutama cinta terhadap sesama.

Dengan pendekatan tersebut, tujuan pembelajaran menjadi kompas nilai yang membimbing seluruh kegiatan pembelajaran. Guru mempunyai petunjuk yang jelas tentang sikap dan karakter yang ingin dibentuk, sedangkan siswa mengerti bahwa pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 10 MA mempunyai dampak langsung pada kehidupan mereka.

Integrasi Panca Cinta dalam Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah sebenarnya sarat dengan nilai-nilai Panca Cinta. Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW mengandung pesan cinta kepada Allah dan Rasul, perhatian terhadap sesama, kepekaan terhadap lingkungan, serta tanggung jawab terhadap bangsa dan kemanusiaan.

Integrasi Panca Cinta dalam materi pembelajaran dilakukan dengan menekankan aspek nilai dari setiap ayat dan hadis yang diajarkan. Sebagai contoh, ketika membahas ayat tentang amanah dan kejujuran, guru tidak hanya menjelaskan makna literal dan tafsirnya, tetapi juga menghubungkannya dengan cinta pada diri sendiri (menjaga integritas pribadi) dan cinta kepada orang lain (membangun kepercayaan sosial).

Materi pembelajaran bisa ditambahkan dengan elemen terkini yang sesuai dengan kehidupan remaja, seperti etika penggunaan media sosial, kepedulian terhadap lingkungan sekolah, atau sikap toleran dalam masyarakat yang beragam. Dengan cara tersebut, nilai Panca Cinta tidak hanya terletak pada konsep, namun juga bisa diterapkan sebagai bagian dari kehidupan siswa.

Integrasi Panca Cinta dalam Kegiatan Pembelajaran

Ruang utama untuk menanamkan nilai-nilai adalah melalui kegiatan pembelajaran. Integrasi Panca Cinta dalam pembelajaran dilakukan dengan membuat kegiatan yang mengarahkan siswa untuk mengalami, merenungkan, dan menerapkan nilai cinta secara langsung.

Sebagai ilustrasi, dalam materi yang mengupas tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan kepedulian sosial, guru bisa mengatur kegiatan diskusi yang reflektif, analisis kasus, atau proyek sosial kecil. Siswa diminta untuk mengenali masalah yang ada di sekitar mereka dan membuat solusi sebagai wujud cinta terhadap orang lain dan lingkungan.

Kegiatan pembelajaran juga bisa diterapkan dengan pendekatan deep learning, seperti refleksi mindful untuk meningkatkan kesadaran diri, diskusi yang meaningful untuk menghubungkan materi dengan pengalaman nyata, dan kegiatan joyful untuk membuat lingkungan belajar yang positif. Ketiga pendekatan tersebut saling mendukung dalam menyebarkan nilai Panca Cinta secara mendalam dan berkelanjutan.

Integrasi Panca Cinta dalam Asesmen Pembelajaran

Asesmen dalam modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 10 MA yang memasukkan nilai Panca Cinta tidak hanya menitikberatkan pada hasil belajar kognitif, tetapi juga pada proses dan sikap siswa. Asesmen dibuat untuk menunjukkan sejauh mana nilai cinta telah kaprah dipahami dan diterapkan.

Jenis asesmen bisa berupa jurnal refleksi, penilaian sikap, portofolio projek, atau observasi perilaku selama pembelajaran. Melalui asesmen yang reflektif, siswa didorong untuk mengevaluasi diri, menyadari pergeseran sikap, dan merencanakan perbaikan di masa mendatang.

Dengan pendekatan tersebut, asesmen tidak lagi dianggap sebagai alat penilaian semata, melainkan sebagai sarana pembelajaran yang bisa meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab moral.

Integrasi Panca Cinta dalam Refleksi Pembelajaran

Refleksi adalah elemen krusial dalam modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah yang berlandaskan Panca Cinta. Pada tahap refleksi ini, siswa diminta untuk memikirkan makna dari pembelajaran yang telah mereka jalani dan efeknya terhadap cara berpikir, sikap, dan tindakan mereka.

Refleksi bisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan pemantik seperti: "Nilai cinta apa yang paling kamu rasakan dari pembelajaran hari ini?" atau "Bagaimana ayat dan hadis yang telah dipelajari bisa membantumu menjadi pribadi yang lebih baik?" Pertanyaan-pertanyaan tersebut mendukung siswa dalam menginternalisasi nilai Panca Cinta dengan cara yang personal dan kontekstual.

Download Modul Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 10

Semester 1 (Ganjil)






Semester 2 (Genap)







Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah lainnya:







Kesimpulan

Modul ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah yang terintegrasi dengan pendekatan deep learning dan berlandaskan Panca Cinta merupakan solusi untuk kebutuhan pendidikan Islam di era modern. Dengan adanya modul ajar KBC kelas 10 yang tepat, Al-Qur'an Hadis tidak hanya dipelajari, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.