Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka
Penerapan kurikulum merdeka memberikan inovasi baru dalam pendidikan dasar dengan menekankan pembelajaran yang lebih sesuai, elastis, dan berorientasi pada siswa. Pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk kelas 5 SD (Sekolah Dasar) fase C adalah sarana yang ideal untuk mewujudkannya. Salah satu pendekatan yang sangat sesuai dengan semangat kurikulum ini adalah deep learning.
Memahami Deep Learning dalam Pembelajaran IPAS Kelas 5
Deep learning merupakan metode pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep yang mendalam, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan karakter (6 Competencies). Pendekatan tersebut berbeda dari pembelajaran permukaan yang hanya terfokus pada menghafal dan prosedur rutin. Deep learning menekankan pada:
- Penggalian Konsep Inti: Mengutamakan ide-ide utama dan prinsip dasar dalam IPAS kelas 5 SD/MI.
- Keterkaitan (Interkoneksi): Mengaitkan pengetahuan baru dengan pemahaman sebelumnya, konsep-konsep dalam IPAS (seperti hubungan antara lingkungan alam dan kehidupan sosial budaya), serta dengan realitas.
- Pemecahan Masalah Otentik: Mendorong siswa untuk menghadapi tantangan atau persoalan nyata yang kompleks.
- Refleksi dan Metakognisi: Membiasakan siswa untuk berpikir tentang aktivitas belajar mereka (metakognisi) dan merenungkan pemahaman serta pengalaman mereka.
- Produksi Pengetahuan: Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menghasilkan sesuatu (presentasi, proyek, solusi, karya) berdasarkan pemahaman mereka.
Mendesain Modul ajar IPAS kelas 5 kurikulum merdeka dengan Prinsip Deep Learning
Modul ajar kurikulum merdeka menjadi panduan penting untuk para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Berikut adalah cara mengintegrasikan deep learning ke dalam Modul ajar IPAS kelas 5 SD/MI fase C:
1. Tujuan Pembelajaran yang Berfokus pada Pemahaman Mendalam:
- Rumuskan Capaian Pembelajaran (CP) fase C dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang menekankan pemahaman konseptual (contohnya, “menganalisis hubungan antara aktivitas manusia dan keseimbangan ekosistem sungai”) dibandingkan dengan hanya sekadar pengetahuan faktual (“menyebutkan komponen ekosistem sungai”).
- Sertakan tujuan yang mencakup aspek keterampilan (riset sederhana, kolaborasi) serta sikap (kepedulian terhadap lingkungan, penghargaan terhadap kearifan lokal).
2. Pemilihan Konten yang Kaya dan Relevan:
- Pilih tema-tema IPAS kelas 5 SD/MI fase C (seperti “Lingkungan Sahabat Kita”, “Bumi dan Alam Semesta”, “Wirausaha”, “Kearifan Lokal”) yang relevan dengan kehidupan siswa dan isu-isu di sekitar mereka.
- Sajikan berbagai sumber belajar: teks, gambar, video pendek, data sederhana, artefak budaya, serta narasumber lokal.
3. Aktivitas Pembelajaran yang Menantang dan Bermakna (Puncak Projek/Inkuiri):
- Permasalahan Bermakna: Mulailah modul ajar deep learning kurikulum merdeka dengan pertanyaan menarik atau masalah nyata yang relevan dengan tema. Contoh: “Mengapa jumlah ikan di sungai dekat sekolah berkurang? Apa pengaruhnya terhadap nelayan setempat?” (Tema: Lingkungan).
- Penelitian dan Investigasi: Rancang kegiatan di mana siswa perlu mencari informasi dari berbagai sumber (wawancara, observasi, buku, internet terarah), menganalisis data sederhana (misal, hasil survei limbah di sekolah), dan menguji hipotesis awal.
- Kolaborasi: Desain tugas kelompok yang memerlukan kerjasama, diskusi, dan pembagian peran untuk menyelesaikan proyek atau investigasi.
- Produksi dan Komunikasi: Siswa diberi tantangan untuk membuat produk yang menunjukkan pemahaman mereka. Contoh: menciptakan poster kampanye pelestarian sungai, presentasi hasil penelitian tentang kearifan lokal dalam pertanian, membuat model sederhana tata surya dengan penjelasan, atau mengajukan ide usaha ramah lingkungan.
- Refleksi Terstruktur: Berikan waktu dan panduan bagi siswa untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari, bagaimana cara mereka belajar, tantangan yang dihadapi, dan kaitan dengan kehidupan mereka.
4. Asesmen Autentik yang Menggambarkan Pemahaman:
- Terapkan berbagai metode evaluasi selain ujian tertulis: pengamatan proses, penilaian proyek atau presentasi, portofolio karya siswa, rubrik untuk diskusi, serta jurnal refleksi.
- Utamakan asesmen dalam mengukur kemampuan siswa untuk menjelaskan konsep, menerapkan pengetahuan dalam situasi baru, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan berkomunikasi.
Contoh Implementasi Deep Learning dalam Modul Ajar IPAS Kelas 5
- Pertanyaan Pengantar: "Apa yang membuat ekosistem sungai di sekitar kita dalam keadaan baik? Apa saja tantangannya?"
- Aktivitas dalam Modul Ajar Deep Learning:
- Observasi dan Wawancara: Siswa mengamati keadaan sungai terdekat (jika memungkinkan/simulasi foto/video) dan mewawancarai penduduk atau petugas terkait.
- Analisis Data: Mengumpulkan dan mengklasifikasikan jenis sampah yang mungkin mencemari sungai (data kuantitatif dan kualitatif sederhana).
- Eksperimen/Eksplorasi: Simulasi sederhana di kelas untuk menunjukkan dampak polutan pada air atau tumbuhan.
- Diskusi Kritis: Membahas hubungan antara aktivitas manusia (rumah tangga, pertanian, industri kecil) dan kesehatan sungai, serta dampak sosial dan ekonominya (contoh: nelayan).
- Koneksi Sosial-Budaya: Mengeksplorasi kearifan lokal dalam menjaga sungai (jika ada).
- Proyek Kolaboratif: Menyusun rencana aksi sederhana "Menjaga Sungai Kita" (misalnya: desain poster edukatif, proposal kegiatan bersih-bersih simbolis, video pendek kampanye) yang ditujukan kepada warga sekolah atau komunitas.
- Refleksi: Siswa mencatat pelajaran terpenting yang didapat dan komitmen pribadi untuk menjaga lingkungan.
Manfaat Penerapan Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 5
- Pengertian yang Lebih Mendalam dan Dapat Dipindahkan: Siswa menyadari "mengapa" dan "bagaimana", bukan hanya "apa", sehingga pengetahuan tersebut lebih tersimpan dan dapat diterapkan dalam situasi lain.
- Pengembangan Keterampilan Abad 21: Keterampilan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, berkolaborasi, dan manajemen informasi (literasi) berkembang dengan alami.
- Pembelajaran yang Lebih Relevan dan Menarik: Keterhubungan dengan isu-isu nyata membuat siswa lebih termotivasi dan melihat relevansi pembelajaran dalam kehidupan mereka.
- Pembentukan Karakter dan Profil Pelajar Pancasila: Melalui proyek kolaboratif, refleksi, dan isu-isu sosial-lingkungan, siswa mengembangkan rasa tanggung jawab, kepedulian, semangat gotong royong, dan kreativitas.
- Memenuhi Esensi Kurikulum Merdeka: Pendekatan ini sangat sesuai dengan prinsip pembelajaran yang berbeda, kontekstual, dan berfokus pada kompetensi.
Tips dan Trik Sukses Menggunakan Modul Ajar Deep Learning
- Mulai dari Rasa Ingin Tahu Siswa: Ajukan pertanyaan yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu.
- Fleksibel dalam Perancangan: Siapkan kegiatan alternatif jika ada hambatan.
- Libatkan Keluarga dan Masyarakat: Ajak mereka untuk berbagi pengalaman mereka.
- Gunakan Teknologi dengan Bijak: Pastikan perangkat tidak mengganggu konsentrasi belajar.
- Catat Prosesnya: Ambil foto, video, atau catatan untuk bahan evaluasi.
Dengan menggunakan saran dan metode yang disebutkan sebelumnya, pemanfaatan modul ajar deep learning IPAS kelas 5 fase C kurikulum merdeka akan lebih efisien dalam mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif, berpikir secara kritis, serta dapat mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi nyata.
Download Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 5
Berikut modul ajar IPAS kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan deep learning:
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Kesimpulan
Modul ajar deep learning IPAS kelas 5 SD/MI fase C dalam kurikulum merdeka bukan hanya sekedar kumpulan materi dan kegiatan, namun merupakan cetak biru untuk menciptakan pengalaman belajar yang berbeda. Dengan mengintegrasikan metode deep learning, guru bisa mengubah pembelajaran IPAS dari sekadar hafalan informasi terpisah menjadi sebuah perjalanan intelektual yang mendalam. Siswa diajak untuk menjelajahi konsep-konsep dasar, menghubungkannya dengan realitas sosial dan alam di sekitar mereka, berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah yang nyata, serta merefleksikan makna di balik pembelajaran mereka. Hasilnya adalah generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kritis, kreatif, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan pemahaman yang mendalam tentang lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Penerapan deep learning dalam modul ajar IPAS kelas 5 merupakan langkah konkret dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang berkualitas.