Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka
Kurikulum merdeka membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan di Indonesia, serta menekankan pembelajaran yang relevan, bermanfaat, dan memberikan kebebasan untuk para siswa. Salah satu fokus utama adalah IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial), yang menggabungkan sains dan ilmu sosial untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang dunia. Dalam kelas 4 SD/MI fase B, pendekatan Deep Learning menjadi penting dalam merancang modul ajar kurikulum merdeka yang efisien dan memotivasi.
Memahami Deep Learning dalam Konteks Modul Ajar IPAS Kelas 4
Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dalam dunia pendidikan bukanlah sekadar proses mengingat fakta-fakta. Ini adalah suatu pendekatan di mana siswa:
- Menghubungkan Ide: Menyambungkan pengetahuan baru dengan yang sudah diketahui dan disiplin ilmu lainnya.
- Berpikir Kritis: Menganalisis data, mengajukan pertanyaan yang mendalam, menilai bukti, dan membangun argumen.
- Menerapkan Pengetahuan: Menggunakan pemahaman untuk menangani masalah nyata, mengambil keputusan, atau menciptakan hal baru dalam kehidupan sehari-hari.
- Bekerja Sama: Berkolaborasi dengan teman-teman untuk menyelidiki, diskusi, dan menyelesaikan berbagai tantangan.
- Berkomunikasi dengan Baik: Menyampaikan ide, proses, dan hasil dengan jelas, baik secara lisan maupun tulisan.
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B: Pondasi untuk Deep Learning
Modul ajar kurikulum merdeka berfungsi sebagai panduan praktis untuk guru, di mana terdapat rencana pembelajaran terperinci untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP). Untuk IPAS kelas 4 SD/MI fase B, CP berfokus pada pengenalan konsep-konsep dasar ilmiah dan sosial di sekitar lingkungan, serta pengembangan rasa ingin tahu dan keterampilan dasar dalam proses ilmiah/sosial.
Mendesain Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4
Berikut adalah contoh kerangka dan aktivitas dalam modul ajar deep learning IPAS kelas 4 fase B kurikulum merdeka:
- Topik/Tema Integratif
- Contoh: "Siklus Air dan Kehidupan di Sekitarku" (Menggabungkan konsep sains: siklus air, ekosistem; dan sosial: penggunaan air oleh masyarakat, dan kearifan lokal dalam pengelolaan air).
- Contoh Lain: "Pangan Sehat dari Lingkunganku" (Sains: tanaman pangan, nutrisi; Sosial: sumber pangan lokal, tradisi kuliner daerah, distribusi makanan).
- Tujuan Pembelajaran (Berorientasi Deep Learning)
- Siswa bisa menjelaskan langkah-langkah dalam siklus air dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Pengetahuan).
- Siswa mampu menganalisis hubungan antara siklus air yang sehat dengan ketersediaan air bersih bagi makhluk hidup serta aktivitas masyarakat di sekitarnya (Penalaran Kritis dan Keterkaitan).
- Siswa dapat merancang kampanye sederhana (poster, drama singkat, presentasi) untuk mengajak warga sekolah menjaga kebersihan sumber air dan menghemat air (Aplikasi dan Komunikasi).
- Siswa bisa bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek kecil tentang kualitas air di lingkungan sekolah atau rumah (Keterkaitan dan Kolaborasi).
3. Aktivitas Pembelajaran (Aktivitas Deep Learning)
- Pemantik Bermakna: Menayangkan video singkat tentang banjir atau kekeringan, atau cerita rakyat lokal terkait air. Tanyakan pertanyaan provokatif: "Apa yang terjadi jika hutan di bukit dekat desa kita ditebang? Apa dampaknya pada sumur kita?"
- Eksperimen/Simulasi Konsep: Menciptakan model mini siklus air (dengan wadah, air, es, dan lampu) untuk mengamati penguapan, kondensasi, dan presipitasi. Pertanyaan Mendalam: "Mengapa ada tetesan air di bawah plastik? Bagaimana ini berkaitan dengan awan dan hujan?"
- Penelitian Lingkungan: Sekelompok murid menyelidiki sumber air di sekitar sekolah atau rumah (sumur, sungai kecil, PAM). Mereka mencatat keadaan dan melakukan wawancara singkat dengan warga mengenai penggunaan dan masalah air. Pertanyaan mendalam: "Apa hubungan antara kebersihan sungai kecil dengan air sumur milik tetangga? Kenapa beberapa warga masih kesulitan mendapatkan air bersih?"
- Diskusi Terarah dan Analisis: Menganalisis hasil penelitian, mengaitkan temuan dengan konsep siklus air dan kebutuhan sosial masyarakat. Diskusikan faktor penyebab masalah (polusi, sampah, penggunaan berlebih). Pertanyaan mendalam: "Apa yang akan terjadi pada rantai makanan di sungai jika airnya terkontaminasi oleh sampah plastik? Apa dampaknya bagi para nelayan kecil?"
- Proyek Praktis dan Komunikasi: Berdasarkan analisis, setiap kelompok menciptakan solusi atau kampanye sederhana. Contoh: Membuat poster digital tentang cara menghemat air, memproduksi video singkat "Petualangan Setetes Air" yang menampilkan ancaman polusi, atau mempresentasikan hasil penelitian dan saran ke kelas lain atau kepada Kepala Sekolah.
- Refleksi: Siswa merefleksikan aktivitas pembelajaran, tantangan yang dihadapi, pengetahuan baru yang diperoleh, dan perasaan mereka tentang pentingnya menjaga air.
4. Asesmen Autentik (Deep Learning Assessment)
- Observasi: Guru mengamati tingkat partisipasi, kolaborasi, dan kemampuan bertanya/berpikir selama pelajaran.
- Catatan Penelitian dan Analisis: Menilai kemampuan siswa dalam mengumpulkan data, mengaitkan fakta, dan menarik kesimpulan dasar.
- Produk Proyek (Poster, Video, Presentasi): Menilai kreativitas, kejelasan pesan, dan penerapan konsep IPAS dalam situasi nyata.
- Jurnal Refleksi: Menilai pemahaman diri siswa mengenai kegiatan belajar dan makna yang mereka peroleh.
Mengapa Deep Learning Penting bagi Modul Ajar IPAS Kelas 4?
- Keterkaitan Tinggi: Menghubungkan IPA dan IPS dengan kehidupan sehari-hari siswa menjadikan pembelajaran lebih berarti dan menarik.
- Pengembangan Keterampilan Abad 21: Melatih berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah secara langsung.
- Pemahaman Mendalam: Mengalihkan fokus dari sekadar menghafal fakta ke pemahaman konsep yang lebih dalam dan kemampuan menerapkan pengetahuan.
- Pembentukan Karakter: Mengembangkan rasa tanggung jawab, kepedulian sosial dan lingkungan, serta kemandirian dalam belajar.
- Sesuai dengan Semangat Merdeka Belajar: Memberikan ruang bagi siswa untuk menjelajahi, bertanya, dan mengekspresikan pemahaman mereka sesuai minat dan gaya belajar masing-masing.
Peran Guru dalam Mengelola Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4 Fase B
Guru mempunyai peran yang krusial dalam keberhasilan penerapan modul ajar deep learning IPAS kelas 4 fase B. Berikut adalah beberapa peran utama guru dalam pengelolaan modul ajar kurikulum merdeka:
- Guru sebagai Fasilitator: Guru tidak lagi hanya sebagai pusat informasi, tetapi berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan membantu siswa dalam proses penemuan.
- Menciptakan Lingkungan Belajar yang Interaktif: Lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi.
- Evaluasi dan Refleksi Pembelajaran: Guru perlu memberikan umpan balik yang membangun dan mengajak siswa untuk merefleksikan aktivitas belajar yang telah dilakukan.
Download Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 4
Di bawah ini modul ajar IPAS kelas 4 SD/MI fase B kurikulum merdeka yang menggunakan metode deep learning:
Semester 1 (Ganjil)
Semester 2 (Genap)
Kesimpulan
Membuat modul ajar deep learning IPAS kelas 4 fase B dalam kurikulum merdeka merupakan suatu keharusan, bukan sekadar mode. Modul ajar kurikulum merdeka yang dibuat secara efektif akan berfungsi sebagai sumber yang kuat bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang menantang, mendalam, dan relevan bagi siswa. Dengan kegiatan yang menekankan hubungan antara konsep, pemikiran kritis, penelitian, kerjasama, dan penerapan yang nyata, siswa kelas 4 SD/MI akan membangun dasar pemahaman yang kokoh tentang lingkungan alam dan sosial mereka, sekaligus mengembangkan keterampilan penting untuk masa depan. Dengan cara ini, pembelajaran IPAS kelas 4 SD/MI benar-benar menjadi pengalaman "penelitian ilmu" yang berarti dan memberdayakan.