Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka memberikan nuansa baru dalam dunia pendidikan di Indonesia, dengan menekankan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, relevan, dan mendalam. Dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk kelas 5 SD/MI, pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) menjadi elemen penting untuk mewujudkan semangat kurikulum ini. Modul ajar PJOK kelas 5 fase C yang dikembangkan dengan prinsip deep learning tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan motorik dasar, melainkan juga menumbuhkan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, komunikasi, serta karakter positif yang kuat.

Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka

Apa Itu Deep Learning dalam Konteks PJOK Kelas 5?

Deep learning dalam konteks PJOK kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka lebih dari sekadar kemampuan untuk melakukan suatu gerakan. Ini bertujuan untuk membawa siswa pada pemahaman dan penerapan yang lebih dalam:
  • Pemahaman Konseptual: Mengapa kita melakukan gerakan tertentu dengan cara yang demikian? Apa relevansi antara aktivitas fisik dan kesehatan jantung? Bagaimana strategi diterapkan dalam permainan tim?
  • Keterampilan Berpikir Kritis: Menganalisis kesalahan dalam gerakan, menilai strategi permainan, serta menyelesaikan masalah yang muncul selama aktivitas (contohnya, cara mengatasi ketidakseimbangan skor dalam permainan kecil).
  • Kreativitas dan Inovasi: Mengubah aturan permainan, menciptakan variasi gerakan, atau merancang serangkaian aktivitas pemanasan secara mandiri.
  • Kolaborasi dan Komunikasi: Bekerja dengan efisiensi dalam kelompok, menyampaikan ide, serta memberikan umpan balik positif kepada rekan.
  • Karakter dan Profil Pelajar Pancasila: Mengembangkan sikap sportif, rasa tanggung jawab, disiplin, kerja sama, kepercayaan diri, dan ketahanan melalui pengalaman nyata di lapangan.
  • Keterkaitan (Connectivity): Mengaitkan pembelajaran PJOK dengan situasi sehari-hari, isu kesehatan, budaya setempat (permainan tradisional), serta mata pelajaran lain (misalnya, IPAS mengenai sistem tubuh, Matematika dalam menghitung skor atau lintasan).

Mendesain Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 5 

Berikut adalah kerangka dan contoh penerapan modul ajar deep learning PJOK kelas 5 dengan alokasi waktu: 3 JP (3 x 35 menit) setiap pertemuan:

Tujuan Deep Learning

  1. Siswa mampu menganalisis bagian dominan dari kebugaran jasmani dalam permainan bola kecil tradisional (Kognitif).
  2. Siswa mampu bekerja sama untuk merancang dan menerapkan strategi sederhana dalam permainan modifikasi demi mencapai tujuan bersama (Kolaborasi dan Komunikasi).
  3. Siswa menunjukkan sikap sportif (menghargai lawan, menerima kemenangan atau kekalahan dengan lapang dada) serta tanggung jawab terhadap peran dalam kelompok (Karakter).
  4. Siswa mengaitkan aktivitas permainan dengan manfaat kesehatan bagi jantung dan paru-paru (Keterkaitan).

Kompetensi dan Capaian Pembelajaran (CP)

Sesuai dengan CP PJOK kelas 5 fase C kurikulum merdeka (contoh):
  • Memperoleh kebugaran jasmani melalui aktivitas fisik.
  • Mengaplikasikan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam berbagai permainan bola kecil sederhana atau tradisional.
  • Menjaga keselamatan diri dan orang lain saat melakukan aktivitas fisik.
  • Menunjukkan sikap jujur, bertanggung jawab, percaya diri, dan sportif dalam berbagai aktivitas fisik.

Pertanyaan Pemantik (Provokatif untuk Deep Learning)

  1. "Apa yang membuat sebuah tim berhasil menang dalam permainan bola kecil? Apakah hanya keterampilan individu atau ada faktor lain?"
  2. "Bagaimana permainan ini memengaruhi kerja jantung kita? Mengapa hal ini penting?"
  3. "Apa yang akan terjadi jika dalam tim tidak ada kerja sama? Bagaimana cara memperbaikinya?"
  4. "Mengapa bersikap sportif itu penting meskipun kita mengalami kekalahan?"

Aktivitas Pembelajaran (Contoh Penerapan Deep Learning)

Topik: Permainan Bola Kecil Tradisional (Modifikasi "Benteng" atau "Gobak Sodor" dengan Bola)

  • Fase 1: Eksplorasi dan Identifikasi (Think):
    • Siswa diajak untuk bermain permainan tradisional yang telah dimodifikasi dengan cara yang sederhana.
    • Pertanyaan Deep Learning: "Gerakan apa saja yang paling sering kalian lakukan? (lari, melompat, menghindar, melempar, menangkap)" "Bagaimana perasaan kalian tentang napas dan detak jantung setelah bermain? Mengapa demikian?"
    • Diskusi singkat: Menyusun keterampilan motorik yang digunakan serta merasakan perubahan fisik.
  • Fase 2: Penyelidikan Konsep dan Strategi (Investigasi):
    • Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang).
    • Tugas Deep Learning (Kolaborasi dan Kreativitas): "Dalam kelompokmu, bicarakan dan buat satu strategi mudah untuk tim supaya lebih efektif dalam menyerang atau bertahan di permainan ini. Tuliskan atau gambarkan strategimu!"
    • Guru memfasilitasi diskusi kelompok, mengajak semua anggota untuk berkontribusi.
  • Fase 3: Pelaksanaan dan Refleksi Strategi (Bertindak dan Merenung)
    • Masing-masing tim berusaha menerapkan strategi yang telah mereka rancang dalam permainan ulang.
    • Pertanyaan Reflektif (Kritis dan Karakter): "Apakah strategi timmu berhasil? Mengapa begitu atau tidak? "; "Bagaimana kolaborasi di dalam kelompok? "; "Apa yang dilakukan anggota kelompok ketika ada yang salah? "; "Bagaimana sikap kalian terhadap tim lawan yang menang atau kalah?"
    • Diskusi kelas: Berbagi pengalaman terkait strategi yang diuji serta pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan sikap sportivitas. Guru mengaitkan peningkatan detak jantung dengan fungsi organ pernapasan dan sirkulasi darah (Keterkaitan).
  • Fase 4: Evaluasi dan Aplikasi Konsep (Hubungkan dan Simpulkan)
    • Tugas Deep Learning (Koneksi dan Kognitif): "Buatlah poster mini (secara berkelompok) yang mencerminkan: (1) Gerakan-gerakan utama dalam permainan tersebut, (2) Organ tubuh yang paling banyak berfungsi, (3) Satu kalimat mengenai pentingnya kerja sama dan sportivitas."
    • Presentasi singkat atau pameran hasil karya.

Asesmen (Autentik dan Berkelanjutan)

  1. Observasi: Guru memantau selama kegiatan berlangsung: partisipasi, penerapan keterampilan motorik, kolaborasi di dalam kelompok, komunikasi, penerapan strategi, dan sikap sportivitas.
  2. Catatan Anekdot: Mencatat perkembangan sikap (Profil Pelajar Pancasila) serta keterampilan sosial siswa.
  3. Hasil Karya: Poster mini kelompok (menunjukkan pemahaman konsep kebugaran dan nilai-nilai karakter).
  4. Diskusi dan Refleksi: Kualitas jawaban dan partisipasi siswa dalam diskusi pemantik serta refleksi.
  5. Jurnal Sederhana Siswa: "Hari ini aku belajar bahwa kerja tim sangat penting karena. . . "; "Aku merasa bangga karena. . . "; "Aku akan berusaha untuk. . . ".

Manfaat Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 5

  • Pembelajaran yang Lebih Bermakna: Siswa memahami alasan dan cara di balik aktivitas fisik.
  • Pengembangan Keterampilan Abad 21: Kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, kreativitas, dan karakter terasah dengan baik.
  • Pembelajaran yang Aktif dan Menyenangkan: Siswa menjadi pusat pembelajaran, terlibat sepenuhnya dalam eksplorasi dan pemecahan masalah.
  • Pencapaian Tujuan Kurikulum Merdeka Secara Menyeluruh: Tidak hanya di bidang psikomotor, tetapi juga aspek kognitif, afektif, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila tercapai.
  • Pembelajaran Kontekstual: Memanfaatkan permainan tradisional untuk mendekatkan belajar dengan kehidupan sehari-hari dan budaya siswa.

Download Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 5

Berikut modul ajar PJOK kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka dengan menggunakan metode deep learning:

Semester 1 (Ganjil)





Semester 2 (Genap)





Kesimpulan

Mendesain modul ajar PJOK kelas 5 SD/MI fase untuk kurikulum merdeka menggunakan pendekatan deep learning adalah langkah strategis. Modul ajar kurikulum merdeka ini mentransformasi pembelajaran PJOK dari sekadar aktivitas fisik menjadi pengalaman belajar yang kaya, mendalam, dan bermakna. Siswa tidak hanya menjadi lebih terampil secara fisik, tetapi juga berkembang sebagai individu pembelajar yang kritis, kolaborator handal, komunikator efektif, serta pribadi yang sportif dan bertanggung jawab. Dengan fokus pada pemahaman konseptual, keterampilan berpikir tingkat tinggi, kolaborasi, dan refleksi, guru dapat memanfaatkan modul ajar deep learning sebagai alat yang efektif untuk mencapai tujuan mulia kurikulum merdeka serta membekali siswa dengan kompetensi yang relevan untuk masa depan.