Rangkuman Materi SBdP Tema 9 Benda-Benda Di Sekitar Kita Kelas 5

Halo, Apa akabar semuanya? Selamat datang di artikel kami yang akan membahas tentang tema 9 benda-benda di sekitar kita dari mata pelajaran SBdP (Seni Budaya dan Prakarya) untuk kelas 5 SD/MI.
 
Pada kelas 5, siswa diperkenalkan dengan seni budaya dan prakarya sebagai bagian penting dari pendidikan mereka. Mereka belajar tentang keberagaman seni dari berbagai daerah di Indonesia, seperti seni tari, musik tradisional, dan seni rupa.

Mereka juga diajak untuk berkreasi dengan tangan mereka sendiri dalam membuat kerajinan tangan yang unik. Dalam proses ini, siswa belajar tentang pentingnya ekspresi diri dan kerja keras. Mereka belajar untuk menghargai keindahan dalam setiap karya seni, dan mengembangkan kreativitas mereka sendiri.

Melalui seni budaya dan prakarya, siswa dapat mengungkapkan diri mereka dengan cara yang unik dan menginspirasi.

Berikut materi Seni Budaya dan Prakarya tema 9 kelas 5 SD/MI benda-benda di sekitar kita:
Rangkuman Materi SBdP Tema 9 Benda-Benda Di Sekitar Kita Kelas 5

Mengenal Tangga Nada

Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang, misalnya 1 2 3 4 5 6 7 1. Dalam seni musik, tangga nada dibagi menjadi dua yaitu  tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis. 

Tangga Nada Diatonis
Tangga nada yang paling umum digunakan adalah tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis terdiri atas tujuh nada. Nada dimulai dari do = C sampai do = C`. Not-not tangga nada diatonis merupakan not-not putih pada piano. Dalam notasi solmisasi, not-not tersebut adalah “Do – Re – Mi – Fa – Sol – La – Si”.

Tangga nada diatonis terdiri atas beberapa jenis.

a. Tangga Nada Diatonis Mayor

Tangga nada diatonis mayor adalah tangga nada yang susunan nadanya berjarak 
1 – 1 - ½ - 1 - 1 - 1 - ½. Tangga nada mayor berfungsi sebagai nada dasar untuk aransemen musik. Tangga nada mayor yang diawali dan diakhiri pada nada Do. Contoh tangga nada C mayor, yaitu C, D, E, F, G, A, B, C’. Tangga nada mayor bersifat gembira dan semangat.
Contoh tangga nada mayor sebagai berikut.
Rangkuman Materi SBdP Tema 9 Benda-Benda Di Sekitar Kita Kelas 5
Lagu yang bertangga nada mayor “Hari Merdeka” ciptaan H.Mutahar, dan “Halo-halo Bandung” ciptaan Ismail Marzuki.

b. Tangga Nada Diatonis Minor

Tangga nada minor adalah tangga nada diatonis yang susunan nadanya 
1 - ½ - 1 – 1 – ½ - 1 - 1. Tangga nada minor sifatnya sedih dan kurang semangat. Tangga nada minor yang diawali dan diakhiri pada nada La = A. Tangga nada minor dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu minor asli, minor harmonis, dan minor melodis.

1. Tangga nada minor asli merupakan nada-nada pokok, belum mendapat nada sisipan. Berikut contoh tangga nada minor asli. 
Rangkuman Materi SBdP Tema 9 Benda-Benda Di Sekitar Kita Kelas 5
Lagu yang bertangga nada minor “Mengheningkan Cipta” ciptaan Truno Prawit, dan “Gugur Bunga” ciptaan Ismail Marzuki.

2. Tangga nada minor harmonis merupakan tangga nada pada nada ketujuh dinaikkan setengah laras. Pada saat turun jaraknya tetap sama. Berikut contoh tangga nada minor harmonis.
Rangkuman Materi SBdP Tema 9 Benda-Benda Di Sekitar Kita Kelas 5

3. Tangga nada minor melodis adalah tangga nada minor asli dengan nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan setengah  laras. Ketika saat turun nada ke-6 dan ke-7 diturunkan setengah laras.
Rangkuman Materi SBdP Tema 9 Benda-Benda Di Sekitar Kita Kelas 5

Tangga Nada Pentatonis

Tangga nada pentatonis adalah jenis tangga nada terdiri atas lima nada. Pentatonis berasal dari kata penta artinya lima, dan tone artinya nada. Tangga nada pentatonis biasanya digunakan khusus untuk lagu-lagu daerah yang diiringi alat musik daerah seperti gamelan (Sunda, Jawa, dan Bali), angklung, kolintang, dan sasando.
Tangga nada pentatonis terdiri dari dua macam, yaitu tangga nada pelog dan tangga nada slendro. 
  • Tangga nada pelog adalah tangga nada yang memiliki lima nada dan digunakan dalam musik gamelan Jawa dan Bali. Tangga nada pelog bersifat tenang, hormat, dan mulia. Tangga nada pelog tidak mempunyai nada 2 (re) dan 6 (la). Contoh lagu tangga nada pelog, yaitu “Suwe Ora Jamu” dari Jawa Tengah.
  • Tangga nada slendro adalah tangga nada yang memiliki lima nada. Pada umumnya bersifat gembira, lincah dan riang. Tangga nada slendro tidak mempunyai not 4 (fa) dan 7 (si). Jarak antara nada yang satu dengan yang lainnya hampir sama sehingga tangga nada ini disebut juga slendro padantara. Contoh lagu tangga nada slendro, yaitu “Lir Ilir” dari Jawa Tengah. 

Alat Musik Melodis

Alat musik melodis merupakan alat musik yang digunakan untuk memainkan melodi. Jadi dengan alat musik ini Anda bisa memainkan melodi lagu sesuai tangga nadanya. contoh alat musik melodis seperti seruling (recorder) atau pianika.

1. Pianika
Pianika memiliki tuts sama seperti piano. Pianika dimainkan dengan cara meniup slang peniup dan menekan tuts pianika. Berikut nada-nada yang ada dalam pianika.

2. Rekorder 
Rekorder dimainkan dengan cara ditiup dan ditutup lubangnya secara bergantian untuk menghasilkan nada tertentu. Berikut penjarian untuk memainkan rekorder.

Pola Lantai dalam Tari Kreasi Daerah

Pola lantai adalah gerak tari untuk membentuk sebuah formasi. Dengan pola lantai, tarian akan lebih menarik karena penari dapat berpindah-pindah tempat. Pada umumnya, pola garis dasar pada lantai ada dua , yaitu garis lurus dan garis lengkung. Garis lurus memberikan kesan sederhana tetapi kuat. Sedangkan garis lengkung memberikan kesan lembut namun lemah.

1. Pola Lantai Garis Vertikal (Lurus)
Pola lantai garis vertikal membentuk garis lurus ke depan atau ke belakang. Pola lantai ini terkesan sederhana, tetapi tetap kuat. Pola lantai vertikal dipakai untuk tari tunggal, tari berpasangan, dan tari berkelompok.

2. Pola Lantai Garis Horizontal (Mendatar)
Pola lantai garis horizontal membentuk garis ke kanan atau ke kiri. Pola lantai ini digunakan untuk tari tunggal, tari berpasangan, dan tari berkelompok.

3. Pola Lantai Garis Diagonal
Pola lantai garis diagonal membentuk garis ke sudut kanan atau ke kiri. Pola lantai ini lebih jarang digunakan oleh penari.

4. Pola Lantai Garis Melengkung
Pola lantai garis melengkung membentuk lingkaran, setengah lingkaran, atau angka delapan. Pola lantai ini akan lebih terlihat jika penari menarikan tari kelompok.

Gerak Pola Lantai dalam Tari Kreasi Daerah

Penataan pola lantai yang menarik akan memberi kesan menarik bagi penonton. Dalam tari tunggal, bentuk pola lantai dapat dilakukan dengan bebas sesuai dengan ruang yang digunakan. Penari dapat menggali gerakan tari dan bebas mengikuti pola lantai gerak tari.
Tari berpasangan atau kelompok, pola lantai harus dikuasai oleh penari karena kesalahan gerak yang dilakukan oleh penari dapat mengganggu keseluruhan tarian yang dibawakan menjadi tidak teratur, oleh karena itu penari harus menjaga kekompakan antarpenari. Pola lantai tari berpasangan atau kelompok akan membosankan jika posisi penari tidak berpindah tempat. Oleh karena itu pola lantai dibuat bervariasi untuk menambah nilai keindahan tarian tersebut.

Karya Seni Rupa Daerah

Seni rupa daerah terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Seni Rupa Murni
Seni rupa murni merupakan seni rupa yang menghasilkan karya seni berupa benda hiasan. Contohya lukisan dan patung. Lukisan merupakan karya seni dua dimensi sedangkan patung merupakan karya seni tiga dimensi.

2. Seni Rupa Terapan
Seni rupa terapan merupakan seni rupa yang menghasilkan karya seni berupa benda pakai yang memiliki nilai fungsi namun tetap memperhatikan segi keindahan. Misalnya batik, ukiran kayu, gerabah, dan sebagainya.

Fungsi karya seni rupa daerah dapat dibedakan menjadi fungsi individual dan fungsi sosial:
1. Fungsi Individual
Sebagai media untuk mengungkapkan jiwa, emosi dan mencerminkan segala sesuatu termasuk suka, duka dan marah. Selain itu karya seni juga merupakan sarana untuk mengungkapkan cita-cita, pandangan hidup, watak, bentuk, pola bahan dan juga teknik.

2. Fungsi Sosial
  • Sebagai media pendidikan
  • Sebagai media hiburan (refreshing)
  • Sebagai media komunikasi
  • Sebagai media keagamaan 

Mengenal Batik Jumputan

Jumputan merupakan salah satu cara pemberian motif di atas kain dengan mengisi, melipat dan mengikat kain tertentu, lalu mencelupkannya pada larutan zat warna.

Batik jumputan disebut juga ikat celup. Jumputan termasuk dalam batik karena proses pewarnaannya menggunakan teknik celup. Motif pada batik jumputan dibuat dengan ikatan benang atau karet gelang yang diikat kuat dan rapat. Kain yang diikat kecil itulah yang disebut jumputan.

Teknik membuat batik jumputan, yaitu teknik lipat ikat dan teknik lipat jelujur. Teknik yang paling sering digunakan, yaitu teknik lipat ikat. Teknik lipat jelujur yang dilakukan pada batik jumputan, yaitu kain diberi pola tertentu lalu dijahit jelujur pada garis gambar. Pada tahap pewarnaan, benang yang rapat akan mencegah pewarna masuk ke dalam kain.

Motif hias jumputan banyak digunakan pada benda pakai seperti selendang atau sampur, kain, taplak meja, dan lain-lain. Kain dengan motif hias jumputan tidak hanya terdapat di Yogyakarta saja, tetapi juga banyak ditemukan di tempat lain di Palembang, Bali, dan Gresik.

Mengenal Batik Indonesia

1. Batik Klasik
Motif batik klasik dianggap masih asli atau bebas dari pengaruh budaya asing. Keunikan batik klasik adalah motifnya yang biasanya lebih bercorak geometris, warna kalem dan lebih condong pada warna-warna gelap seperti cokelat, hitam, biru tua, dan merah marun. Hal unik lainnya, yaitu adanya makna simbolis yang terkandung dalam motif hias batik klasik. Makna simboliknya sebagian besar berupa doa atau harapan yang baik-baik kepada pemakainya. Misalnya saja motif grompol pada batik Yogyakarta. Motif ini dikenakan oleh mempelai pengantin saat upacara pernikahan.

2. Batik Pesisir
Motif batik pesisir cenderung bersifat naturalis, menggunakan warna-warna cerah seperti merah, biru, hijau, dan jingga. Motif batik pesisir Iebih menekankan segi keindahan motif. Selain itu, banyak mendapat pengaruh dari budaya Eropa dan Cina pada motif pesisir. Sebagai contoh, motif putri salju dan motif cinderella pada batik PekaIongan, serta motif mega mendung pada batik Cirebon. Daerah Jambi dan Cirebon mempunyai batik dengan motif kaligrafi arab. Di Jambi motif ini disebut motif basurek yang berarti bersurat, dinamakan demikian karena isinya berupa penggalan surat dalam Al-Quran.

Selain membatik dengan teknik ikat celup, terdapat beberapa teknik membatik antara lain seperti berikut.
  • Teknik canting tulis, yaitu menghalangi masuknya warna dengan menutupinya menggunakan cairan malam melalui alat yang disebut dengan canting.
  • Teknik printing (cap), yaitu cara pembuatan motif batik menggunakan canting cap. Canting cap adalah potongan logam atau pelat berisi gambar yang agak terlihat.
  • Teknik coletan adalah cara membatik dengan cara melukis zat warna di atas kain.

Akhir Kata
Akhirnya, kita telah mencapai akhir dari artikel mengenai SBdP (Seni Budaya dan Prakarya) tema 9 kelas 5 SD/MI. Dalam perjalanan ini, kita telah menjelajahi berbagai konsep dan pengetahuan yang menarik. Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada Kamu dan menjadi sumber inspirasi.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke teman-teman anda supaya mereka juga dapat mengambil manfaatnya. Terima kasih atas perhatiannya dan sampai jumpa di artikel menarik berikutnya. Selamat tinggal!